
Foto: gustatorica.blogspot.com/Garvin
Kuliner dengan kombinasi potongan kupat yang dilengkapi saus atau bumbu kacang memang bukan hal yang asing dalam dunia kuliner Indonesia. Jenis kuliner ini bisa ditemukan di berbagai daerah dengan kekhasannya masing-masing. Misalnya, di Jakarta ada ketoprak, di Bandung ada kupat, sedangkan Jogja punya kuliner kupat tahu.
Sementara itu, Bogor juga punya kuliner khas yang merupakan kombinasi potongan kupat atau lontong dengan tahu dan siraman bumbu kacang. Nama makanan tersebut adalah Kupat Tahu Doclang.
Mendengar namanya saja, mungkin terkesan asing bagi sebagian orang. Apalagi, untuk yang baru pertama kali datang ke Bogor.

Foto: Youtube/Eat with Debbie
Doclang adalah kuliner khas Bogor yang biasanya dijadikan santapan untuk sarapan pagi atau makan siang. Meski tergolong makanan tradisional dengan bahan-bahan sederhana, faktanya doclang mulai sulit ditemukan di Bogor karena jumlah penjualnya semakin berkurang.
Kuliner khas Bogor ini juga berbahan dasar ketupat atau lontong. Tapi, di Bogor lontong ini dikenal juga dengan sebutan pesor.
Ciri khas Doclang yang pertama adalah dari pembuatan pesornya. Lontong yang digunakan dalam kupat tahu dibuat dengan cara dibungkus dalam ukuran besar menggunakan daun patat. Daun ini bentuknya mirip daun kunyit, hanya saja memiliki ukuran yang lebih besar. Saat ini mencari daun patat sudah terbilang sulit.

Foto: gustatorica.blogspot.com/Garvin
Biasanya tanaman dengan nama latin Phrynium Capitatum ini banyak tumbuh di dekat pegunungan. Ketupat yang dibungkus dengan daun patat memiliki tekstur lebih halus dan terdapat warna hijau pada permukaan ketupat.
Campuran bahan yang membedakan doclang dari kupat tahu lainnya adalah adanya potongan kentang goreng. Bahan pelengkap lainnya telur rebus, tahu goreng kuning, bawang goreng, kecap, sambal, kerupuk dan bumbu kacang.
Nama Doclang sendiri berasal dari kata “ledok” atau kental dan “kacang”. Bumbu kacang dari doclang lebih kental dari kupat tahu, memiliki warna lebih pekat dan rasanya legit.
Yang membuat bumbu kacangnya mantap adalah penambahan bumbu dapur seperti bawang merah dan cabai rawit merah. Kedua bahan itu ditumis terlebih dahulu hingga mengeluarkan aroma sedap, baru setelah itu dicampur dengan kacang tanah yang sudah disangrai. Proses memasak bumbu kacang inilah yang memberikan rasa dan aroma khas pada Ketupat Doclang.
Foto: detikcom
Harga seporsi Doclang terbilang murah. Biasanya berkisar Rp10.000 hingga Rp15.000 saja. Ada juga penjual yang menawarkan pelengkap tambahan berupa sate kikil.
Untuk bisa menikmati Ketupat Doclang di Bogor, Anda dapat mengunjungi kawasan Jembatan Merah yang berada di daerah Merdeka atau tak begitu jauh dari Stasiun Bogor.
Salah satu penjual Doclang yang menggunakan gerobak dan sudah terkenal di kawasan Jembatan Merah Bogor adalah Kupat Tahu Doclang 405. Doclang ini sudah bertahan hingga lebih dari 20 tahun.
Sementara itu, Bogor juga punya kuliner khas yang merupakan kombinasi potongan kupat atau lontong dengan tahu dan siraman bumbu kacang. Nama makanan tersebut adalah Kupat Tahu Doclang.
Mendengar namanya saja, mungkin terkesan asing bagi sebagian orang. Apalagi, untuk yang baru pertama kali datang ke Bogor.

Foto: Youtube/Eat with Debbie
Doclang adalah kuliner khas Bogor yang biasanya dijadikan santapan untuk sarapan pagi atau makan siang. Meski tergolong makanan tradisional dengan bahan-bahan sederhana, faktanya doclang mulai sulit ditemukan di Bogor karena jumlah penjualnya semakin berkurang.
Kuliner khas Bogor ini juga berbahan dasar ketupat atau lontong. Tapi, di Bogor lontong ini dikenal juga dengan sebutan pesor.
Ciri khas Doclang yang pertama adalah dari pembuatan pesornya. Lontong yang digunakan dalam kupat tahu dibuat dengan cara dibungkus dalam ukuran besar menggunakan daun patat. Daun ini bentuknya mirip daun kunyit, hanya saja memiliki ukuran yang lebih besar. Saat ini mencari daun patat sudah terbilang sulit.

Foto: gustatorica.blogspot.com/Garvin
Biasanya tanaman dengan nama latin Phrynium Capitatum ini banyak tumbuh di dekat pegunungan. Ketupat yang dibungkus dengan daun patat memiliki tekstur lebih halus dan terdapat warna hijau pada permukaan ketupat.
Campuran bahan yang membedakan doclang dari kupat tahu lainnya adalah adanya potongan kentang goreng. Bahan pelengkap lainnya telur rebus, tahu goreng kuning, bawang goreng, kecap, sambal, kerupuk dan bumbu kacang.
Nama Doclang sendiri berasal dari kata “ledok” atau kental dan “kacang”. Bumbu kacang dari doclang lebih kental dari kupat tahu, memiliki warna lebih pekat dan rasanya legit.
Yang membuat bumbu kacangnya mantap adalah penambahan bumbu dapur seperti bawang merah dan cabai rawit merah. Kedua bahan itu ditumis terlebih dahulu hingga mengeluarkan aroma sedap, baru setelah itu dicampur dengan kacang tanah yang sudah disangrai. Proses memasak bumbu kacang inilah yang memberikan rasa dan aroma khas pada Ketupat Doclang.
Foto: detikcom
Harga seporsi Doclang terbilang murah. Biasanya berkisar Rp10.000 hingga Rp15.000 saja. Ada juga penjual yang menawarkan pelengkap tambahan berupa sate kikil.
Untuk bisa menikmati Ketupat Doclang di Bogor, Anda dapat mengunjungi kawasan Jembatan Merah yang berada di daerah Merdeka atau tak begitu jauh dari Stasiun Bogor.
Salah satu penjual Doclang yang menggunakan gerobak dan sudah terkenal di kawasan Jembatan Merah Bogor adalah Kupat Tahu Doclang 405. Doclang ini sudah bertahan hingga lebih dari 20 tahun.
Artikel ini ditulis oleh Nenti Resna
Berita Terkait
Sate Ular dan Sate Biawak di Pasar Lama Tangerang
Food & Travel 27 Oktober 2020Cari Kerak Telor Betawi di Semarang? Ini Tempatnya
Food & Travel 26 Oktober 2020Kopi Roemah Kesambi, Cafe Asyik Bernuansa Rumahan
Food & Travel 26 Oktober 2020
Terbaru
Di Schizzo Terasa Seperti Dalam Komik 2D
Food & Travel 31 Oktober 2020Menyepi Hati Di Pantai Sibolazi
Food & Travel 30 Oktober 2020Menyusuri Pasir Hitam di Pantai Tebing
Food & Travel 30 Oktober 2020Digerati House Sajikan Kopi Mulai Jam 7 Pagi
Food & Travel 30 Oktober 2020Alun-Alun Baru, Tempat Warga Depok Bercengkerama
Food & Travel 29 Oktober 2020Kue Muso, Kue Tradisional Favorit Warga Jambi
Food & Travel 29 Oktober 2020Kemping Cantik Di Tengah Hutan Di Sukabumi
Food & Travel 29 Oktober 2020
Berita Video
Popular Tags
Trending
Berburu Mainan di Jakarta Toys & Comics Fair 2020
News 29 Februari 2020Youtuber Masak Jenglot Goreng Tepung, Apa Rasanya?
News 19 November 2019Wali Kota Dikritik, Datang ke Acara Publik Cuma Pakai Foto
News 13 Oktober 2019649 Orang Diamankan Polisi Usai Demo DPR
News 01 Oktober 2019Seperti Apa sih Fasilitas Hotel Untuk Isolasi
News 28 April 2020Pesona Bukit Bintang Tiga Rasa di Lombok
Food & Travel 12 Oktober 2019Nasi Bakar Isi Kepompong Ulat Jati
Food & Travel 04 Oktober 2019Habis Demo Terbitlah Sampah
News 01 Oktober 2019