
Foto: brisik.id/Baiq Nurul Nahdiyat
Burasak adalah salah satu jajanan tradisional khas Lombok yang memiliki cita rasa asin gurih. Jajanan ini terbuat dari bahan baku ketan, santan kelapa dan garam. Dari bahan, proses pembuatan serta rasanya mirip dengan lepet ketan Jawa, hanya saja dengan bentuk yang berbeda. Selain itu isian untuk lepet biasanya ditambahkan dengan kacang merah atau kacang putih.
Burasak atau biasa disebut jaje burasak, dalam bahasa Sasak 'jaje' berarti jajan atau kue, biasanya hanya dibuat di saat acara atau perayaan adat tertentu seperti pernikahan, khitanan dan 40 hari kematian. Proses pembuatannya pun membutuhkan waktu sangat lama, hingga seharian penuh dan dengan teknik yang terbilang sulit.
Saat ini pembuat burasak sudah jarang ditemukan. Pembuatnya biasanya dari kalangan generasi orang tua zaman dahulu, karena mereka sudah mahir dalam proses pembuatannya.
Burasak atau biasa disebut jaje burasak, dalam bahasa Sasak 'jaje' berarti jajan atau kue, biasanya hanya dibuat di saat acara atau perayaan adat tertentu seperti pernikahan, khitanan dan 40 hari kematian. Proses pembuatannya pun membutuhkan waktu sangat lama, hingga seharian penuh dan dengan teknik yang terbilang sulit.
Saat ini pembuat burasak sudah jarang ditemukan. Pembuatnya biasanya dari kalangan generasi orang tua zaman dahulu, karena mereka sudah mahir dalam proses pembuatannya.
Foto:brisik.id/Baiq Nurul Nahdiyat
Selain bahan seperti ketan, santan kelapa dan garam, juga dibutuhkan daun kelapa yang sudah dijemur. Penjemuran ini bertujuan agar daun kelapa tidak kaku saat pembungkusan. Daun kelapa ini dibentuk ke dalam dua pola. Satu berbentuk segi empat berukuran 25×25 cm dan yang lainnya potong berbentuk lingkaran dengan ukuran lebih kecil.
Pada proses pembungkusan, selembar daun pisang berbentuk segi empat diletakkan dua gelas di atasnya sebagai penyangga. Lalu, tiap satu daun pisang berbentuk lingkaran diisi dengan sesendok beras ketan yang sudah dicampur dengan santan.
Pada proses pembungkusan, selembar daun pisang berbentuk segi empat diletakkan dua gelas di atasnya sebagai penyangga. Lalu, tiap satu daun pisang berbentuk lingkaran diisi dengan sesendok beras ketan yang sudah dicampur dengan santan.
Foto:brisik.id/Baiq Nurul Nahdiyat
Jika sudah cukup, kemudian daun pisang ditutup rapat dan diikat menggunakan tali jangan sampai bocor. Karena jika ada yang bocor harus mengulang pengemasannya dari awal. Tingkat kerumitan inilah yang menjadi letak seni dan menjadikan burasak sebagai jajanan langka, karena harus dikerjakan oleh orang yang benar-benar ahli. Selanjutnya, semua bungkusan burasak akan dimasak selama delapan jam.
Saat proses memasak burasak, setiap kali airnya mendidih atau berkurang maka harus dituangkan air lagi. Biasanya, penambahan air dilakukan setiap satu jam sekali. Setelah delapan jam, semua bungkusan bisa diangkat dan ditaruh dalam sebuah wadah.
Saat proses memasak burasak, setiap kali airnya mendidih atau berkurang maka harus dituangkan air lagi. Biasanya, penambahan air dilakukan setiap satu jam sekali. Setelah delapan jam, semua bungkusan bisa diangkat dan ditaruh dalam sebuah wadah.
Foto:brisik.id/Baiq Nurul Nahdiyat
Teman Brisik tidak bisa langsung menikmati burasak yang baru diangkat dari panci. Burasak tersebut harus didiamkan dulu selama semalaman agar teksturnya padat. Jika sudah semalaman barulah bisa dinikmati. Agar lebih nikmat bisa disantap bersama tape ketan.
Walaupun proses pembuatannya sangat panjang dan lama, namun cita rasa burasak jangan diragukan lagi. Rasanya yang gurih tidak akan membuat bosan dan membuat siapa pun ingin mengunyahnya terus. Terlebih burasak ini juga mengenyangkan. Waktu memasak yang lama juga membuat jaje burasak tahan hingga satu minggu.
Bagi Teman Brisik yang ingin mencicipi nikmatnya jajanan tradisional Lombok yang satu ini bisa menuju Pasar Tradisional Masbagik yang ada di Desa Masbagik, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur atau Pasar Sore Pringgasela yang berada di Desa Pringgasela, Kecamatan Pringgasela. Untuk harga burasak, dijual seribu rupiah per biji.
Walaupun proses pembuatannya sangat panjang dan lama, namun cita rasa burasak jangan diragukan lagi. Rasanya yang gurih tidak akan membuat bosan dan membuat siapa pun ingin mengunyahnya terus. Terlebih burasak ini juga mengenyangkan. Waktu memasak yang lama juga membuat jaje burasak tahan hingga satu minggu.
Bagi Teman Brisik yang ingin mencicipi nikmatnya jajanan tradisional Lombok yang satu ini bisa menuju Pasar Tradisional Masbagik yang ada di Desa Masbagik, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur atau Pasar Sore Pringgasela yang berada di Desa Pringgasela, Kecamatan Pringgasela. Untuk harga burasak, dijual seribu rupiah per biji.
Foto:brisik.id/Baiq Nurul Nahdiyat
Artikel ini ditulis oleh Baiq
Berita Terkait
Suasana Sepi di Gili Goleng
Food & Travel 12 Januari 2021Sensasi Dikerumuni Ratusan Ikan di Gili Layar
Food & Travel 11 Januari 2021Sunbhating di Pantai Segui Buat Kaum Rebahan
Food & Travel 07 Januari 2021Berkano di Gili Lawang
Food & Travel 03 Januari 2021
Terbaru
Makan di Warung Nasi SPG Enaknya Pol
Food & Travel 16 Januari 2021Bakso Rusuk 86 Unik Dan Bikin Nagih
Food & Travel 16 Januari 2021Burgreens, Burger Vegetarian Tanpa Daging
Food & Travel 16 Januari 2021Hidangan Nasi Kebuli Khas Ampel yang Aromatik
Food & Travel 15 Januari 2021Serunya Berenang Dan Berkemah Di Curug Cijalu
Food & Travel 15 Januari 2021Marina Batavia, Restoran Mewah Bernuansa Kolonial
Food & Travel 15 Januari 2021Waduk Pacal, Indah Saat Musim Hujan
Food & Travel 15 Januari 2021
Berita Video
Popular Tags
Trending
Berburu Mainan di Jakarta Toys & Comics Fair 2020
News 29 Februari 2020Youtuber Masak Jenglot Goreng Tepung, Apa Rasanya?
News 19 November 2019Seperti Apa sih Fasilitas Hotel Untuk Isolasi
News 28 April 2020Nongkrong Asyik di Sumur Moo Nyoo
Food & Travel 07 Oktober 2020Pesona Bukit Bintang Tiga Rasa di Lombok
Food & Travel 12 Oktober 2019Nasi Bakar Isi Kepompong Ulat Jati
Food & Travel 04 Oktober 2019Mahasiswa Tuntut DPR Menunda RUU KUHP
News 20 September 2019