
Pesona setiap daerah tidak lepas dari kuliner khasnya, termasuk Kabupaten Jeneponto atau Butta Turatea yang berada di Provinsi Sulawesi Selatan. Salah satu makanan khas milik kabupaten ini adalah Ganja atau Gantala’ Jarang.
Gantala’ Jarang adalah bukti bahwa masyarakat Jeneponto sangat menyukai makanan berbahan dasar daging kuda. Ini memiliki keterkaitan dengan lambang daerahnya.
Dalam lambang Kabupaten Jeneponto terdapat gambar kuda putih yang memiliki makna kekuatan intelektualitas, kekuatan, gagah, dan berani dalam keyakinan yang suci. Binatang serba guna ini erat hubungannya dengan perjuangan hidup masyarakat dalam bidang sosial dan ekonomi.
Gantala’ Jarang berasal dari kata “gantala” yang berarti kuah. Sementara kata “jarang” merujuk pada bahasa Makassar berarti kuda.
Foto: brisik.id/arfinasteri
Proses pembuatan makanan ini terbilang sederhana yaitu daging kuda direbus dalam wadah khusus yang terbuat dari potongan drum. Proses ini memakan waktu lama dan biasanya direbus dengan kayu bakar.
Daging kuda tersebut hanya dimasak dengan bumbu garam, kunyit dan MSG atau vetsin. Meski tidak dimasak dengan bumbu yang komplet, makanan ini memiliki rasa dan aroma khas daging kuda yang lezat.
Gantala’ Jarang dipercayai oleh masyarakat sebagai obat anti tetanus. Makanan ini pun menjadi hidangan wajib dalam berbagai acara seperti pesta perkawinan dan pesta sunatan.
Selain hanya disajikan saat acara khusus, Gantala’ Jarang bisa dicicipi di salah satu pasar tradisional Jeneponto yaitu Pasar Tolo, Kelurahan Tolo, Kecamatan Kelara. Kuliner khas ini selalu dinanti karena pasar ini hanya buka hari Sabtu saja mulai pukul 06.30 - 13.00 WITA. Namun, untuk Gantala’ Jarang sudah bisa dibeli mulai Jumat sore.
Foto: brisik.id/arfinasteri
Di pasar ini ada beberapa kedai yang menjajakan Gantala’ Jarang. Lokasinya di belakang pasar bagian barat yang berdekatan dengan rumah warga. Harga Gantala’ Jarang ini berbanderol harga Rp25.000-Rp30.000. Jika ingin tambah ketupat bisa membayar Rp2.000.
Sekitar 7 kedai yang ada tidak membuat sendiri ketupatnya tapi membeli dari pedagang ketupat yang berjualan di Pasar Tolo. Dengan cara seperti ini, para pedagang saling melengkapi dan berbagi rezeki.
Untuk mencicipi kuliner khas ini harus menempuh jarak sekitar 15 km dari Bontosunggu, bisa menggunakan kendaraan roda dua, roda empat, maupun dengan angkutan umum. Setelah sampai di depan Masjid Besar Babul Jannah Tolo, belok ke arah kiri untuk melanjutkan perjalanan sekitar 5 menit menuju ke Pasar Tolo.
Selain itu, wisatawan juga bisa mampir mengunjungi tempat wisata seperti Air Terjun Bossoloro dan Lembah Hijau Rumbia saat menyantap Gantala’ Jarang ini.
Berita Terkait
Sate Ular dan Sate Biawak di Pasar Lama Tangerang
Food & Travel 27 Oktober 2020Cari Kerak Telor Betawi di Semarang? Ini Tempatnya
Food & Travel 26 Oktober 2020Kopi Roemah Kesambi, Cafe Asyik Bernuansa Rumahan
Food & Travel 26 Oktober 2020
Terbaru
Alun-Alun Baru, Tempat Warga Depok Bercengkerama
Food & Travel 29 Oktober 2020Kue Muso, Kue Tradisional Favorit Warga Jambi
Food & Travel 29 Oktober 2020Kemping Cantik Di Tengah Hutan Di Sukabumi
Food & Travel 29 Oktober 2020Menikmati Sirup Kawista, Kesegarannya Setara Cola
Food & Travel 29 Oktober 2020Menyeruput Segarnya Es Krim Angi Pontianak
Food & Travel 29 Oktober 2020Kopi Kila, Kedai Kopi Tersembunyi di Bekasi
Food & Travel 29 Oktober 2020Menu Barbar di Nasi Mercon Cak Nar
Food & Travel 29 Oktober 2020Menyaksikan Surga Hutan Pinus dari Watu Layah
Food & Travel 28 Oktober 2020Menemukan Ketenangan di Pantai Cemara
Food & Travel 28 Oktober 2020Nuansa Kolonial di Jalan Bubutan Surabaya
Food & Travel 28 Oktober 2020
Berita Video
Popular Tags
Trending
Berburu Mainan di Jakarta Toys & Comics Fair 2020
News 29 Februari 2020Youtuber Masak Jenglot Goreng Tepung, Apa Rasanya?
News 19 November 2019Wali Kota Dikritik, Datang ke Acara Publik Cuma Pakai Foto
News 13 Oktober 2019649 Orang Diamankan Polisi Usai Demo DPR
News 01 Oktober 2019Seperti Apa sih Fasilitas Hotel Untuk Isolasi
News 28 April 2020Pesona Bukit Bintang Tiga Rasa di Lombok
Food & Travel 12 Oktober 2019Nasi Bakar Isi Kepompong Ulat Jati
Food & Travel 04 Oktober 2019Habis Demo Terbitlah Sampah
News 01 Oktober 2019