Melihat Wiwitan, Tradisi Leluhur Warga Ringinharjo - Yogyakarta Saat Panen Raya Padi
Lifestyle 05 Januari 2021
Indonesia negara yang kaya akan ragam budaya, bahasa dan tradisi. Salah satu tradisi yang saat ini masih terus dilestarikan turun temurun dari warisan leluhur oleh masyarakat Ringinharjo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta adalah Wiwitan.
Wiwitan adalah tradisi untuk mengawali panen raya padi. Dilaksanakan dengan guyup rukun oleh masyarakat Ringinharjo sebagai tanda syukur sekaligus wujud keseriusan pemerintah desa setempat dalam melestarikan budaya leluhur menuju rintisan desa budaya.
"Wiwitan menjadi bukti desa Ringinharjo masih nguri-uri adanya budaya leluhur," ucap Sulistyo Atmadji selaku Lurah Ringinharjo. Jabatan lurah di Kabupaten Bantul ini jika di daerah lain setingkat Kepala Desa.
Tradisi wiwitan kental dengan suasana guyup rukun warga masyarakat. Prosesinya di awali dengan penampilan hadroh, semacam sholawatan atau tembang dalam agama islam. Kemudian, dilanjutkan dengan tarian-tarian dari kelompok kesenian masyarakat. Menariknya, semua warga memakai Jarik, yaitu pakaian tradisional jawa. Lengkap dengan blankon sebagai penutup kepala.
Foto : Brisik.Id/Syarief Ahmad
Memasuki acara inti, segenap warga berbusana adat tersebut berjalan bersama-sama, beriringan menuju bulak atau area persawahan dengan membawa Ubo Rampe (berisi aneka jajanan, buah dan makanan). Sesampainya di lahan pertanian padi yang sudah menguning, dipandu oleh sesepuh desa, warga melantunkan doa. Lalu, batang padi dipetik menggunakan ani-ani, alat potong padi tradisional sebagai simbol bahwa padi sudah siap dipanen.
Mayoritas warga Ringinharjo berprofesi sebagai petani. Tak heran, jika sawah di desa tersebut masih terhampar luas sejauh mata memandang. Pada panen raya musim ini, ada sekitar 10 ribu meter persegi tanaman padi yang sudah menguning. Karenanya, sebagai simbol syukur, guyup rukun sekaligus melestraikan budaya leluhur, warga bersama pemerintah desa menggelar tradisi Wiwitan.
Saat ini, masih dalam situasi pandemi corona, semua prosesi Wiwitan dilaksanakan dengan mengedepankan protokol kesehatan. Memakai masker, cuci tangan dan mengupayakan saling jaga jarak. Tradisi wiwitan ditutup dengan prosesi makan bersama di tengah area persawahan. Sulistyo berharap warga tetap bisa guyup rukun dan melestarikan tradisi budaya leluhur. Dalam tradisi ini semua warga terlihat senang. Mereka berbaur tanpa sekat dan makan bersama dalam satu area. Kehangatan dan keharmonisan hidup masyarakat desa begitu terasa.
Foto : Brisik.Id/Syarief Ahmad
Kata orang, desa adalah tempat paling pas untuk menerapkan living slow. Hidup dalam kesederhanaan, bersahaja dan penuh makna. Saya merasakan itu.
Di Kabupaten Bantul, sebagian kultur masyarakatnya hidup di pedesaaan. Falsafah hidup yang digenggam menjunjung tinggi warisan leluhur. Karenanya, melestarikan budaya dan tradisi adalah keharusan. Dari total 75 desa, ada 9 desa yang sudah ditetapkan oleh Dinas Kebudayaan sebagai rintisan desa budaya. Sementara untuk level yang lebih tinggi yaitu desa budaya sudah ditetapkan di 12 desa. Setiap desa tentunya memiliki ciri khas dan tradisi. Satu di antaranya adalah wiwitan.
Foto : Brisik.Id/Syarief Ahmad
Kepala Dinas Kebudayaan Bantul, Nugroho Eko Setyanto mengatakan, wiwitan itu adalah tradisi leluhur dan berkaitan erat dengan kearifan lokal masyarakat desa. Adapun makna dari wiwitan adalah wujud syukur kepada Tuhan karena hasil pertanian melimpah. Selain itu, tentunya untuk menjaga guyup-rukun dan keharmonisan masyarakat desa.
Semoga tradisi baik, tetap lestari !
Berita Terkait
Rumah Panggung Jambi, Rumah Adat Jambi yang Anti Banjir
Lifestyle 13 Januari 2021Temui Kura-Kura Purba Asli Cirebon
Food & Travel 12 Januari 2021Minuman Aesthetic KWAI Dari Madu Ala Jepang
Food & Travel 11 Januari 2021Sindu Kusuma Edupark, Dufan-nya Yogyakarta
Food & Travel 08 Januari 2021

Voucher Rekomendasi
Terbaru
Rumah Makan dan Lesehan Yusro Lestari
Food & Travel 19 Januari 2021Warung Kucingan Angkringan Dot Com
Food & Travel 18 Januari 2021Pemandangan Epik Dari Waroeng Diggers
Food & Travel 18 Januari 2021Menemukan Kenyamanan di Kallia Coffee
Food & Travel 18 Januari 2021Ngopi Sambil Berwisata di Kopi Sarasa
Food & Travel 18 Januari 2021Maison Weiner, Toko Roti Klasik Sejak 1936
Food & Travel 18 Januari 2021
Berita Video
Popular Tags
Trending
Berburu Mainan di Jakarta Toys & Comics Fair 2020
News 29 Februari 2020Youtuber Masak Jenglot Goreng Tepung, Apa Rasanya?
News 19 November 2019Seperti Apa sih Fasilitas Hotel Untuk Isolasi
News 28 April 2020Nongkrong Asyik di Sumur Moo Nyoo
Food & Travel 07 Oktober 2020Pesona Bukit Bintang Tiga Rasa di Lombok
Food & Travel 12 Oktober 2019Nasi Bakar Isi Kepompong Ulat Jati
Food & Travel 04 Oktober 2019Mahasiswa Tuntut DPR Menunda RUU KUHP
News 20 September 2019