Mengenal Tari Serimpi, Salah Satu Kesenian Tertua dari Kerajaan Mataram
Lifestyle 16 Januari 2021budaya kesenian tradisi tari serimpi budaya indonesia tarian tradisional

Foto: Twitter/@infoseni_
Kota Solo atau Surakarta yang pada zaman dahulu merupakan bagian dari Kerajaan Mataram ternyata membuat daerah ini mempunyai banyak kekayaan budaya. Salah satu budaya peninggalan Keraton dan masih terus eksis hingga kini adalah budaya Seni Tari.
Di kota yang mempunyai julukan Kota Bengawan ini terdapat banyak sekali ragam tarian tradisional yang menarik untuk diketahui dan dipelajari sejarahnya. Dari sekian banyaknya Tarian yang ada, beberapa pun sudah sangat populer dan tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia secara umum. Dan salah satunya adalah Tari Serimpi.
Tari Serimpi sendiri adalah sebuah kesenian tari yang menurut sejarah diciptakan pada tahun 1600-an oleh Raja Mataram kala itu, yaitu Sultan Agung. Usianya yang sudah sekitar 400 tahun, membuat Tari Serimpi menjadi salah satu kesenian tari tertua di Indonesia.
Setelah terjadi perpecahan di tubuh Kerajaan Mataram dan terpisah menjadi Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta, Tari Serimpi pun ikut mengalami beberapa perubahan. Hal inilah yang membuat Tari Serimpi di Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta sedikit berbeda.
Makna Dari Tari Serimpi
Sumber : Pariwisatasolo.surakarta.go.id
Layaknya tarian-tarian tradisional di berbagai daerah lain di Indonesia, Tari Serimpi juga memiliki makna dan di setiap gerakannya mengandung arti yang mendalam. Tari Serimpi sendiri adalah sebuah tarian yang melambangkan keanggunan dan kelembutan putri Jawa. Hal ini tergambar jelas pada gerakan penarinya yang lembut dan mendayu-dayu sehingga terlihat begitu indah.
Selain itu jumlah penari dari Tari Serimpi yang berjumlah empat orang juga mempunyai makna tersendiri. Empat orang menggambarkan sebagai Air, Api, Angin dan Tanah yang merupakan unsur penting dalam kehidupan. Selain itu digambarkan juga sebagai empat arah penjuru mata angin
Akan tetapi seiring perjalanan, Tari Serimpi ini pun mengalami perkembangan dan variasi, sehingga muncullah berbagai jenis Tari Serimpi. Beberapa jenis Tari Serimpi tersebut antara lain adalah Serimpi Padhelori, Serimpi Among Beksa, Serimpi Genjung hingga Serimpi Sangupati.
Setiap jenis Tari Serimpi ini pun mempunyai cerita yang berbeda, seperti misal Serimpi Padhelori yang menceritakan sebuah hubungan cinta segitiga, atau Serimpi Sangupati yang mengisahkan seorang putra mahkota yang bersiap menggantikan Raja yang sebelumnya.
Foto : Indonesiakaya.com
Pada awalnya Tari Serimpi hanya dipentaskan di dalam lingkungan keraton dan hanya bisa dilihat oleh para keluarga Keraton ataupun tamu-tamu penting saja. Alasannya adalah tarian ini dianggap sangat sakral. namun walaupun merupakan tarian sakral, dalam pementasannya Tari Serimpi tidak menggunakan sesajen. Sedikit berbeda dengan beberapa tarian Sakral lain di lingkungan Keraton yang menggunakan sesajen saat pementasannya.
Namun di masa sekarang, Tari Serimpi sudah dipentaskan di luar lingkungan Keraton dan bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat secara umum. Karena digunakan sebagai hiburan masyarakat, Tari Serimpi mengalami penyesuaian dalam durasi waktu tariannya.
Versi asli dari tarian ini sebenarnya berdurasi sekitar 60 menit, namun kemudian digubah menjadi 15 menit sehingga lebih cocok digunakan untuk hiburan pada suatu acara.
Fakta Lain Tentang Tari Serimpi
Karena dianggap sakral dan mempunyai kedudukan yang tinggi di lingkungan Keraton maka Tari Serimpi tidak boleh dilakukan oleh sembarang penari. Karena perannya sebagai salah satu pusaka yang menggambarkan kekuasaan seorang raja, Tari Serimpi hanya boleh dilakukan oleh penari yang sudah melewati seleksi yang ketat sebelumnya.
Sebagai tarian yang tercipta di daerah Jawa Tengah, maka musik pengiring yang digunakan dalam Tari Serimpi pun adalah alat musik yang berasal dari daerah setempat yaitu gamelan. Dalam pementasannya akan digunakan gending gamelan yang digunakan dan menggambarkan tiga sesi dalam Tari Serimpi, yaitu Gending Sabrangan, Gending Ageng dan terakhir adalah ayak-ayakan atau srebengan
Artikel ini ditulis oleh Luthfi Trisna Wahyutama
budaya kesenian tradisi tari serimpi budaya indonesia tarian tradisional
Berita Terkait
Dua Budaya Berdampingan di Menara Kudus
Food & Travel 01 Maret 2021Sangkring Art Space, Galeri Seni Bergaya Rumah Modern
Food & Travel 23 Februari 2021Lacak, Ikat Kepala Laki-laki khas Jambi
Lifestyle 16 Februari 2021
Terbaru
Menepi ke Melipir Coffee & Space
Food & Travel 03 Maret 2021Rekreasi Gratis di Alun-Alun Kota Bekasi
Food & Travel 03 Maret 2021Jatuh Hati dengan Ayam Bakar Pak Biso
Food & Travel 03 Maret 2021Sejenak Menikmati Curug Maribaya
Food & Travel 03 Maret 2021
Berita Video
Popular Tags
Trending
Berburu Mainan di Jakarta Toys & Comics Fair 2020
News 29 Februari 2020Nongkrong Asyik di Sumur Moo Nyoo
Food & Travel 07 Oktober 2020Youtuber Masak Jenglot Goreng Tepung, Apa Rasanya?
News 19 November 2019Seperti Apa sih Fasilitas Hotel Untuk Isolasi
News 28 April 2020Pesona Bukit Bintang Tiga Rasa di Lombok
Food & Travel 12 Oktober 2019Nasi Bakar Isi Kepompong Ulat Jati
Food & Travel 04 Oktober 2019Mahasiswa Tuntut DPR Menunda RUU KUHP
News 20 September 2019