
Berada di Negeri Atas Awan, Dieng, Gunung Pangonan menawarkan keindahan berbeda dengan gunung-gunung lainnya. Mudahnya akses transportasi menuju lokasi, jarak tracking yang relatif singkat, dan tentunya sabana indah yang memikat mata, menjadi mantra Gunung Pangonan hingga ramai dikunjungi wisatawan.
Dibuka secara resmi pada tahun 2016, gunung dengan ketinggian 2300 Mdpl ini langsung ramai menjadi incaran. Uniknya, sebagian besar pengunjung datang bukan untuk mendaki hingga puncak, melainkan mengunjungi sabana luas yang berada di badan gunung. Lokasinya yang masih satu komplek dengan wisata Candi Arjuna, Kawah Sikidang, dan Telaga Warna, memudahkan wisatawan untuk mengakses gunung ini.
Tidak hanya terkenal di kalangan warga lokal, Gunung Pangonan telah dikunjungi wisatawan dari berbagai kota. Keindahan sabana gunung ini membuatnya sering digunakan sebagai tempat untuk photoshoot. Bahkan penulis sekaligus penyanyi kondang, Fiersa Besari, mengabadikan momen pre-weddingnya di tempat ini.
Foto: brisik.id/dinarabuu
Sabana yang menjadi primadona Pangonan merupakan hamparan luas rumput hijau. Di bagian kiri sabana, kontur tanahnya relatif datar, sedangkan di bagian kanan berbentuk bukit-bukit landai. Jika musim kemarau, rumput sabana akan berubah menjadi kuning kecoklatan. Sedangkan pada musim penghujan, warna coklat akan berubah menjadi hijau segar. Bonus yang akan wisatawan dapatkan jika berkunjung pada musim hujan adalah danau alami yang terbentuk akibat genangan air hujan pada bagian cekungan bukit.
Seperti gunung pada umumnya, Pangonan memiliki basecamp sebagai tempat registrasi bagi pengunjung yang ingin naik ke puncak maupun hanya mampir di sabana. Sangat mudah untuk menemukan basecamp Gunung Pangonan. Berpatok pada landmark "DIENG-BANJARNEGARA" yang berada di atas kawasan Candi Arjuna, pengunjung hanya perlu melangkah 500 meter ke arah timur. Bangunan bambu dengan papan bertuliskan ‘Basecamp Gunung Pangonan’ akan menyambut wisatawan. Hanya perlu merogoh kocek Rp10.000, pengunjung bisa bebas menikmati indahnya Pangonan.
Foto: brisik.id/dinarabuu
Untuk sampai ke sabana membutuhkan tracking selama 30 menit. Pengunjung akan diarahkan petugas basecamp menuju gerbang pendakian. Di awal perjalanan akan ditemui pipa raksasa gas uap panas milik GeoDipa Energi. Hingga sampai di gerbang pendakian, tanah dengan kontur padat siap untuk dijejaki.
Tidak perlu takut lelah karena gubuk kayu telah disediakan pengelola di sepanjang jalur pendakian. Selter ini bisa difungsikan untuk istirahat maupun berteduh ketika hujan.
Pemandangan memanjakan mata akan tersaji di tengah jalur pendakian. Hamparan ladang milik penduduk lokal terhampar luas. Bahkan pengunjung bisa melihat Kawah Sikidang dari ketinggian dengan jelas. Sedang Gunung Prau yang memanjang berada tepat di depan mata. Jika cuaca sedang cerah, Pegunungan Dieng lain seperti Gunung Arjuno akan nampak.
Jika track perjalanan sudah mulai datar kemudian disusul dengan jalan turunan, artinya sabana sudah hampir di depan mata. Suhu rendah Dieng bercampur angin yang menyusuri lembah membuat tubuh merasa ditusuk dingin. Pada bulan Juli - Agustus, suasana dini hari bisa diselimuti kristal es. Penduduk setempat menyebutnya embun upas. Suhu di Dieng pada bulan tersebut bisa mencapai 0’ C.
Foto: brisik.id/dinarabuu
Jika ingin mengunjungi Pangonan, pastikan memperhatikan musim yang sedang berlangsung. Musim kemarau tidak cocok bagi pengunjung yang tidak kuat dengan suhu dingin. Sedangkan musim penghujan dapat membuat track perjalanan menjadi licin.
Jika tidak membawa kendaraan pribadi, terdapat ojek lokal yang siap mengantarkan menuju Basecamp Pangonan. Mobil bak terbuka milik petani yang sedang mengangkut sayur mayur juga bisa ditumpangi secara gratis.
Oleh-oleh khas Dieng seperti olahan carica, opak, dan kentang Dieng bisa didapatkan dengan mudah di sekitar Basecamp Gunung Pangonan. Persiapkan cadangan air yang cukup, perbekalan makanan , dan jas hujan agar dapat menikmati pesona Sabana Gunung Pangonan dengan aman dan nyaman.
Foto: brisik.id/dinarabuu
Sementara itu, ada banyak sekali penginapan di sekitar Gunung Pangonan. Salah satunya adalah Homestay Dieng Cool.
Beralamat di Jalan Dieng, RT. 1/ RW. 4, Krajan, Dieng Kulon, Batur, Kabupaten Wonosobo, penginapan ini hanya berjarak 1 menit berkendara menuju Basecamp Pendakian Gunung Pangonan.
Penginapan ini menawarkan akomodasi dengan lounge bersama serta Wi-Fi gratis. Setiap unit memiliki teras, TV satelit layar datar, dapur kecil, serta kamar mandi pribadi dengan shower. Terdapat layanan rental mobil juga tersedia di homestay ini.
Biaya sewa per malam mulai dari Rp250.000. Informasi lebih lanjut hubungi 0852-9214-9041 atau 0822-2733-9434.
Berita Terkait
Goa Buni Ayu, Mengintip Keindahan Perut Bumi
Food & Travel 15 Januari 2021Singgah di Kampung Promasan yang Damai
Food & Travel 14 Januari 2021Pesanggrahan Menumbing Muntok
Food & Travel 13 Januari 2021

Voucher Rekomendasi
Terbaru
Hidangan Nasi Kebuli Khas Ampel yang Aromatik
Food & Travel 15 Januari 2021Serunya Berenang Dan Berkemah Di Curug Cijalu
Food & Travel 15 Januari 2021Marina Batavia, Restoran Mewah Bernuansa Kolonial
Food & Travel 15 Januari 2021Waduk Pacal, Indah Saat Musim Hujan
Food & Travel 15 Januari 2021Goa Buni Ayu, Mengintip Keindahan Perut Bumi
Food & Travel 15 Januari 2021Kue Lupis, Jajanan Manis Pembangkit Semangat
Food & Travel 15 Januari 2021
Berita Video
Popular Tags
Trending
Berburu Mainan di Jakarta Toys & Comics Fair 2020
News 29 Februari 2020Youtuber Masak Jenglot Goreng Tepung, Apa Rasanya?
News 19 November 2019Seperti Apa sih Fasilitas Hotel Untuk Isolasi
News 28 April 2020Nongkrong Asyik di Sumur Moo Nyoo
Food & Travel 07 Oktober 2020Pesona Bukit Bintang Tiga Rasa di Lombok
Food & Travel 12 Oktober 2019Nasi Bakar Isi Kepompong Ulat Jati
Food & Travel 04 Oktober 2019Mahasiswa Tuntut DPR Menunda RUU KUHP
News 20 September 2019