
Foto: Instagram/@badabee_n_badaboo
Siapa tak kenal dengan kuliner bernuansa dingin yang mampu menghilangkan dahaga dan menyegarkan. Ya, inilah ice cream. Kuliner yang sangat cocok dikonsumsi saat siang hari. Kuliner ini sudah ada sejak zaman dahulu dengan cita rasa dan kemasan yang berbeda-beda sesuai dengan resep rahasia sang penjual.
Namun kuliner satu ini tetap memiliki cita rasa tradisional meski hadir di zaman milenial. Anda dapat menemukannya di Kota Medan tepatnya di Jl. Jendral. Ahmad Yani No.92 A-B Kesawan, Kecamatan Medan Barat.
Foto: Instagram/@calvinbudianto
Sebelum Indonesia merdeka, restoran ini sudah berdiri yakni sekitar tahun 1929. Mereka menempati lokasi di Jalan pandu Medan, Sumatera Utara dengan nama Jang Kie, sesuai dengan nama pemiliknya. Jang Kie kemudian pindah ke Jl. Jendral. Ahmad Yani dan berganti nama menjadi Tip Top Restaurant. Restoran ice cream ini menggunakan bangunan bekas kantor kongsi dagang Tiongkok dan hingga kini masih meninggalkan nilai sejarah yang kental.
Didrikus Kelana menjadi pemilik berikutnya, pengelola generasi ketiga Tip Top Restaurant. Beliau tetap mempertahankan cara-cara tradisional baik itu proses dalam memasak makanan sampai menyediakan makanan. Ini semua dilakukan agar ciri khas restaurant tetap bertahan dan tak akan hilang dimakan zaman.
Foto: Instagram/@heruyulton
Menu spesial yang ditawarkan adalah empat jenis es cream dengan nama Moorkop, Carmen, Ystaart, dan Tip Top Sorbet, serta kelezatan kuenya seperti taartjes mocca, moorkop, horen, soes, dan saucyse brood. Adapun menu yang lain yang tak kalah enak di antaranya bistik lidah sapi dan nasi goreng spesial.
Menjaga Resep Tradisional
Tip Top Restaurant masih sangat menjaga nilai tradisional pada menu makanan yang mereka sajikan. Bahkan pemilik restoran tak ingin membuat cabang karena tak ingin nilai tradisional dan turun- temurun dari pemilik generasi pertama menghilang.

Foto: Instagram/@rhicamakanmakan
Alat masak yang digunakan pun masih terbilang jadul, seperti alat yang digunakan oleh generasi pertama sejak tahun 1934 sampai saat ini. Alat tersebut dinamakan Slagroom yang merupakan pembuatan ice cream dengan bahan utama whipped cream, sejenis susu murni tanpa pengawet. Dengan alat ini akan menghasilkan ice cream dengan tekstur yang padat, rasa manisnya pas, dan tentunya tidak membuat Anda merasa haus.
Adapun alat masak tradisional kedua yaitu mesin tungku yang terbuat dari batu. Bahan pembakarannya masih menggunakan kayu mahoni yang juga berasal dari perkebunan pemilik Tip Top Restaurant. Mesin tungku tersebut akan menghasilkan berbagai jenis kue jadul yang memiliki cita rasa yang khas, tekstur kue yang lebih keras, dan masih tercium aroma kayu bakar.
Harganya Beragam
Untuk harga kuliner di Tip Top Restaurant cukup beragam dengan rasanya yang terbilang sangat mewah. Harga bistik berkisar Rp78.000 - Rp95.000. Untuk nasi goreng sekitar Rp31.000 – Rp52.000. Sementara untuk mini cake khas Tip Top mulai dari Rp8.500 hingga Rp10.000. Dengan harga-harga tersebut, Anda akan mendapatkan porsi yang cukup besar dan rasa yang membuat lidah ketagihan.
Foto: instagram/@alfansurikadri
Restaurant bergaya Belanda ini memiliki tempat yang cukup menarik dengan hiasan berupa foto-foto penuh akan sejarah. Sembari menikmati kuliner ala Tip Top Restaurant, Anda akan ditemani alunan musik merdu.
Bagi Anda pencinta ice cream, wajib datang ke Tip Top Restaurant untuk berburu makanan jadul dan spot foto ala restaurant Belanda. Tempat ini buka setiap hari pada pukul 08.00-22.30 WIB. Tak kalah menarik, pengunjung yang datang ke sini bukan hanya orang lokal tapi juga orang berkewarganegaraan asing.
Namun kuliner satu ini tetap memiliki cita rasa tradisional meski hadir di zaman milenial. Anda dapat menemukannya di Kota Medan tepatnya di Jl. Jendral. Ahmad Yani No.92 A-B Kesawan, Kecamatan Medan Barat.
Foto: Instagram/@calvinbudianto
Sebelum Indonesia merdeka, restoran ini sudah berdiri yakni sekitar tahun 1929. Mereka menempati lokasi di Jalan pandu Medan, Sumatera Utara dengan nama Jang Kie, sesuai dengan nama pemiliknya. Jang Kie kemudian pindah ke Jl. Jendral. Ahmad Yani dan berganti nama menjadi Tip Top Restaurant. Restoran ice cream ini menggunakan bangunan bekas kantor kongsi dagang Tiongkok dan hingga kini masih meninggalkan nilai sejarah yang kental.
Didrikus Kelana menjadi pemilik berikutnya, pengelola generasi ketiga Tip Top Restaurant. Beliau tetap mempertahankan cara-cara tradisional baik itu proses dalam memasak makanan sampai menyediakan makanan. Ini semua dilakukan agar ciri khas restaurant tetap bertahan dan tak akan hilang dimakan zaman.
Foto: Instagram/@heruyulton
Menu spesial yang ditawarkan adalah empat jenis es cream dengan nama Moorkop, Carmen, Ystaart, dan Tip Top Sorbet, serta kelezatan kuenya seperti taartjes mocca, moorkop, horen, soes, dan saucyse brood. Adapun menu yang lain yang tak kalah enak di antaranya bistik lidah sapi dan nasi goreng spesial.
Menjaga Resep Tradisional
Tip Top Restaurant masih sangat menjaga nilai tradisional pada menu makanan yang mereka sajikan. Bahkan pemilik restoran tak ingin membuat cabang karena tak ingin nilai tradisional dan turun- temurun dari pemilik generasi pertama menghilang.

Foto: Instagram/@rhicamakanmakan
Alat masak yang digunakan pun masih terbilang jadul, seperti alat yang digunakan oleh generasi pertama sejak tahun 1934 sampai saat ini. Alat tersebut dinamakan Slagroom yang merupakan pembuatan ice cream dengan bahan utama whipped cream, sejenis susu murni tanpa pengawet. Dengan alat ini akan menghasilkan ice cream dengan tekstur yang padat, rasa manisnya pas, dan tentunya tidak membuat Anda merasa haus.
Adapun alat masak tradisional kedua yaitu mesin tungku yang terbuat dari batu. Bahan pembakarannya masih menggunakan kayu mahoni yang juga berasal dari perkebunan pemilik Tip Top Restaurant. Mesin tungku tersebut akan menghasilkan berbagai jenis kue jadul yang memiliki cita rasa yang khas, tekstur kue yang lebih keras, dan masih tercium aroma kayu bakar.
Harganya Beragam
Untuk harga kuliner di Tip Top Restaurant cukup beragam dengan rasanya yang terbilang sangat mewah. Harga bistik berkisar Rp78.000 - Rp95.000. Untuk nasi goreng sekitar Rp31.000 – Rp52.000. Sementara untuk mini cake khas Tip Top mulai dari Rp8.500 hingga Rp10.000. Dengan harga-harga tersebut, Anda akan mendapatkan porsi yang cukup besar dan rasa yang membuat lidah ketagihan.
Foto: instagram/@alfansurikadri
Restaurant bergaya Belanda ini memiliki tempat yang cukup menarik dengan hiasan berupa foto-foto penuh akan sejarah. Sembari menikmati kuliner ala Tip Top Restaurant, Anda akan ditemani alunan musik merdu.
Bagi Anda pencinta ice cream, wajib datang ke Tip Top Restaurant untuk berburu makanan jadul dan spot foto ala restaurant Belanda. Tempat ini buka setiap hari pada pukul 08.00-22.30 WIB. Tak kalah menarik, pengunjung yang datang ke sini bukan hanya orang lokal tapi juga orang berkewarganegaraan asing.
Artikel ini ditulis oleh Rosalina Siagian
Berita Terkait
Es Campur Kalitanjung Pakai Kelapa Wuluh
Food & Travel 21 September 2020Sego Berkat, Kuliner Tradisional Populer Asal Wonogiri
Food & Travel 21 September 2020Ada Martabak Indomie di Istana Martabak
Food & Travel 20 September 2020Menu Kekinian di My Story Café and Bistro
Food & Travel 20 September 2020
Terbaru
Kue Ape, Jajanan Legendaris Betawi yang Tergerus Zaman
Food & Travel 22 September 2020Mie Pedas Sensasional, Pedasnya Memang Sensasional
Food & Travel 22 September 2020Bakso Iga Super Jumbo Dari Bakso Royal Kalasan
Food & Travel 22 September 2020Napak Tilas Perang Kemerdekaan di Museum Brawijaya
Food & Travel 22 September 2020Kesan Vintage di Temu Rindu
Food & Travel 22 September 2020Warung Apung, Hadirkan Sajian Nusantara dan Korean Food
Food & Travel 22 September 2020Sushi Bushi, 10 Ribu-an Ambil Sendiri
Food & Travel 22 September 2020Sego Banting Cak San, Nasi Bungkus Legenda di Kota Malang
Food & Travel 22 September 2020Mimpi Liburan ke Afrika, Datang Saja ke Blitar
Food & Travel 22 September 2020Cuci Mata di Hijaunya Pepohonan Hutan Tinjomoyo
Food & Travel 22 September 2020
Berita Video
Popular Tags
Trending
Berburu Mainan di Jakarta Toys & Comics Fair 2020
News 29 Februari 2020Youtuber Masak Jenglot Goreng Tepung, Apa Rasanya?
News 19 November 2019Wali Kota Dikritik, Datang ke Acara Publik Cuma Pakai Foto
News 13 Oktober 2019649 Orang Diamankan Polisi Usai Demo DPR
News 01 Oktober 2019Seperti Apa sih Fasilitas Hotel Untuk Isolasi
News 28 April 2020Pesona Bukit Bintang Tiga Rasa di Lombok
Food & Travel 12 Oktober 2019Nasi Bakar Isi Kepompong Ulat Jati
Food & Travel 04 Oktober 2019Habis Demo Terbitlah Sampah
News 01 Oktober 2019