
Foto: Brisik.id/Irmariati
Bobor yuyu atau kepiting sawah adalah makanan khas Jawa Timur, khususnya Kota Jombang. Berwarna kuning matang yang terbuat dari kepiting sawah atau yuyu dan nasi jagung atau ampok sebagai bahan utamanya. Yuyu adalah sebutan dari masyarakat sekitar untuk kepiting sawah. Sedangkan ampok adalah sebutan untuk jagung yang telah ditumbuk sampai halus sebagai campuran nasi atau sebagai masakan lainnya. Ampok atau nasi jagung kini telah populer sebagai campuran masakan dan juga sebagai menu utama. Ampok atau nasi jagung dapat ditemukan di toko-toko terdekat, pasar dan juga tukang sayur serta dikemas dalam kemasan plastik.
Bobor Yuyu atau kepiting sawah kini bukan lagi hanya dikonsumsi sendiri oleh masyarakat sekitar, tetapi juga diperjualbelikan. Bobor Yuyu atau kepiting sawah biasanya dimasak oleh salah satu warga, kemudian dibagikan kepada warga di sekitarnya kemudian diberi upah. Tetapi, biasanya Bobor Yuyu juga dijajakan berkeliling ke desa-desa di Kota Jombang. Biasanya dihargai Rp10.000 per porsinya. Meski harganya murah namun dengan proses memasaknya memakan waktu lumayan lama.
Foto : Brisik.id/Irmariati
Yuyu atau Kepiting Sawah di cuaca yang seperti ini sudah mulai sulit ditemukan. Di sawah-sawah para petani menggunakan yuyu sebagai umpan untuk membunuh hama tanamannya, salah satu hama tersebut yang menjengkelkan adalah Tikus Sawah, ukurannya lebih besar dari tikus di rumah-rumah dan lebih hitam. Di saat banjir atau musim penghujan tiba, tikus-tikus tersebut bisa sampai ke jalan-jalan raya, terlindas mobil atau motor dan bisa sampai ke rumah-rumah warga. Tikus-tikus tersebut biasanya bersembunyi di rumah-rumah kepiting sawah yang berbentuk terowongan berukuran kecil dan ada di sudut-sudut sawah. Dengan terowongan dari rumah kepiting sawah tersebut, para tikus dapat melewati tanaman-tanaman Pak Tani sampai merusaknya. Tidak heran, jika para petani meletakkan yuyu atau kepiting sawah tersebut sebagai umpan untuk hama di sawahnya.
Yuyu atau Kepiting Sawah dipakai sebagai bahan utama untuk membuat Bobor. Setelah dibersihkan dan dipisahkan dari cangkangnya, Yuyu atau Kepiting Sawah tersebut diberi air dan diperas. Dicampurkan dengan bumbu yang telah masuk ke penggorengan terlebih dahulu. Bagian yang paling enak dan ditunggu-tunggu ketika dimasak dengan waktu yang cukup lama adalah bagian capitnya. Rasanya gurih dengan bumbu bobor yang melimpah.
Daerah Jombang, Jawa Timur termasuk daerah yang beriklim tropis. Pematang sawah bisa sampai kering kerontang karena cuaca yang sedang panas-panasnya. Rumah Yuyu atau Kepiting Sawah juga bisa kering dan Yuyu yang berada di dalamnya juga bisa mati, mengering karena kekurangan air. Para Petani biasanya mengairi sawahnya menggunakan air dari waduk yang digunakan sebagai tempat cadangan air ketika hujan tiba.
Di Kota Jombang, sawah-sawah masih banyak ditemukan, meskipun di pinggir-pinggir jalan raya atau jalan besar telah mulai dibangun pabrik-pabrik dan sudah mulai beroperasi. Bahkan di tengah sawah, juga mulai ada bangunan-bangunan besar.
Bumbu yang digunakan untuk membuat Bobor Yuyu atau Kepiting Sawah seperti bumbu sayur lodeh tetapi tidak memakai kunir. Bumbu-bumbu dapur yang digunakan adalah bawang merah, bawang putih, jahe, kunir, jinten, kelapa parut, laos, ketumbar, dan daun jeruk purut, kemudian dihaluskan kecuali daun jeruk purut dan kelapa parut. Bahan-bahan yang digunakan sebagai bahan utama adalah Ampok atau nasi jagung dan kepiting sawah atau yuyu. Cara memakai bahan tersebut adalah ampok atau nasi jagung diberi air panas atau dikaru dan disisihkan. Kepiting sawah atau yuyu dibersihkan, dipisahkan dari cangkangnya, membuang bagian yang tidak perlu, dihaluskan, diberi air secukupnya dan diperas.
Cara membuat Bobor Yuyu atau Kepiting Sawah adalah bumbu yang telah dihaluskan ditumis ke dalam minyak panas kemudian dimasukkan daun jeruk purut agar lebih wangi, jangan lupa masukkan juga kelapa parut. Tunggu sampai bumbu tercium wangi, kemudian masukkan air perasan kepiting sawah (sari), dan juga capit-capitnya. Tubuh kepiting sawah atau yuyu yang telah dihaluskan dan diperas, tidak dibuang tetapi digunakan sebagai campuran untuk menambah tekstur bobor itu sendiri. Jangan lupa juga masukkan ampok atau nasi jagung yang telah dikaru.
Bobor Yuyu atau Kepiting sawah memiliki rasa yang gurih dan enak. Lebih enak dimakan dengan nasi jagung dan ditemani krupuk sebagai pelengkapnya. Dimakan selagi masih hangat dengan nasi jagung yang masih panas, nikmat.
Artikel ini ditulis oleh Irmariati
Berita Terkait
Simbiosis Coffee Jadi Tempat Eksis Pencinta Kopi
Food & Travel 08 Februari 2021Warung Apung Rahmawati, Sejak Tahun 2003
Food & Travel 01 Februari 2021Rumah Makan dan Lesehan Yusro Lestari
Food & Travel 19 Januari 2021Kuah Segar Soto Daging Cak To
Food & Travel 04 Januari 2021Kuliner Khas dalam Tradisi Adat Menre Bola Baru di Bugis
Lifestyle 22 Desember 2020
Terbaru
Manjakan Mata di Bukit Teletubbies Bromo
Food & Travel 28 Februari 2021Luasnya Kolam Renang Kahuripan Tirta Wanayasa
Food & Travel 28 Februari 2021Peluncuran Beli Kreatif Danau Toba 2021
News 28 Februari 2021Nasi Kuning Golkar, Teman Begadang yang Lezat
Food & Travel 28 Februari 2021Kumbu Kacang Merah, Si Merah Dari Kota Palembang
Lifestyle 28 Februari 2021Keajaiban Sumber Air Tiga Rasa Rejenu Muria
Food & Travel 28 Februari 2021Gemerlap Malam di Alun-Alun Kidul Jogjakarta
Food & Travel 28 Februari 2021
Berita Video
Popular Tags
Trending
Berburu Mainan di Jakarta Toys & Comics Fair 2020
News 29 Februari 2020Nongkrong Asyik di Sumur Moo Nyoo
Food & Travel 07 Oktober 2020Youtuber Masak Jenglot Goreng Tepung, Apa Rasanya?
News 19 November 2019Seperti Apa sih Fasilitas Hotel Untuk Isolasi
News 28 April 2020Pesona Bukit Bintang Tiga Rasa di Lombok
Food & Travel 12 Oktober 2019Nasi Bakar Isi Kepompong Ulat Jati
Food & Travel 04 Oktober 2019Mahasiswa Tuntut DPR Menunda RUU KUHP
News 20 September 2019