Food & Travel 28 Februari 2021
Foto: brisik.id/Abdulloh Salim M
Jogjakarta tidak akan pernah membosankan untuk dikunjungi. Selain berbagai macam jenis wisata, banyak nilai lebih dari sisi historis dan filosofis di Kota Pelajar ini. Salah satu objek wisata tersebut adalah Alun-Alun Selatan Jogja atau lebih sering disebut sebagai Alun-Alun Kidul. Terletak di belakang Keraton Jogja, saat ini digunakan sebagai tempat wisata berbagai kalangan seperti warga lokal, pelajar, hingga wisatawan.
Foto: Brisik.id/Abdulloh Salim M
Dalam arsitektur tradisional Jawa, dikenal istilah Catur Gatra Tunggal yang artinya empat elemen dalam satu kesatuan. Keempat elemen itu adalah Keraton, Masjid, Alun-Alun dan pasar yang melambangkan aspek ketuhanan, pemerintahan, kegiatan rakyat dan ekonomi. Alun-Alun sebagai ruang publik yang dibangun persis di depan pusat pemerintahan yaitu Keraton, dulunya memiliki fungsi sebagai tempat berlatih para prajurit dan persiapan pasukan menjelang upacara Garebeg.
Alun-Alun Kidul dikelilingi pagar setinggi 2 meter dengan lima bukaan sebagai jalan masuk dan keluar. Kelima bukaan tersebut sebagai perlambang dari lima indera manusia. Permukaan Alun-Alun dilapisi dengan pasir untuk melambangkan kelima indera manusia yang masih labil saat memasuki masa akil baligh atau baru beranjak dewasa karena mudah berubah bentuk dan tidak teratur seperti sifat pasir. Di tengah Alun-Alun terdapat dua pohon beringin yang diberi nama supit urang, yang melambangkan pertemuan antara pemuda dan pemudi.
Foto: Brisik.id/Abdulloh Salim M
Terlepas dari sisi historis dan filosofis, Alun-Alun Kidul saat ini lebih dikenal sebagai destinasi wisata malam hari di Jogjakarta. Aktivitas di sini mulai ramai sejak sore hari, biasanya anak-anak akan bermain ditemani orang tua mereka yang juga sekalian berwisata. Para penjaja mainan anak mulai menawarkan dagangan dan penjaja makanan mulai membuka lapak mereka. Saat malam tiba, suasana semakin semarak dengan kehadiran odong-odong dengan berbagai bentuk dan warna lampu hias yang gemerlap.
Alun-Alun Kidul menjadi salah satu tempat wisata semua kalangan, karena terdapat beberapa kegiatan yang bisa dilakukan dan harganya sangat terjangkau. Pengunjung bisa mencoba berkeliling menggunakan odong-odong berhiaskan kerlip lampu meriah. Cukup dengan harga Rp20.000 - Rp25.000 sudah bisa menaikinya.
Kegiatan lainnya yang tidak boleh dilewatkan adalah Masangin (masuk dua beringin), yaitu ritual berjalan dengan mata tertutup melewati dua pohon beringin. Bagi yang berhasil melakukannya, dipercaya bisa menolak bala/kemalangan. Masangin selalu seru dilakukan. Di sana sudah ada yang menawarkan jasa penutup kepala dengan membayar Rp5.000 saja. Atau bila mau sedikit olahraga malam, tersedia permainan tradisional egrang yang dapat disewa alatnya. Ada juga pertunjukan wayang kulit di Sasana Hinggil Dwi Abad yang diselenggarakan semalam suntuk. Namun pagelaran ini hanya digelar di hari Sabtu pekan kedua.
Foto: Brisik.id/Abdulloh Salim M
Lelah sberkeliling dan mencoba berbagai kegiatan, saatnya melepas penat dengan bersantai sambil menikmati berbagai macam kudapan. Ada jagung bakar, wedang ronde, wedang bajigur, roti bakar, bakso bakar, cilok, dan sebagainya yang bisa dinikmati sembari mengamati gemerlap suasana Alun-Alun Kidul. Meski termasuk tempat wisata sederhana, Alun-Alun Kidul sudah banyak membuat pengunjungnya terpesona dan merindukan suasana yang dirasakan saat berada di sana.
Tak perlu khawatir soal akomodasi, karena di sekitar Alun-Alun terdapat berbagai fasilitas umum seperti toilet, tempat parkir, masjid dan penginapan. Beberapa penginapan di sekitar sana diantaranya Rumah Roso Homestay (Rp90.000 per malam) dengan fasilitas wifi dan sarapan gratis, bisa menghubungi nomor 0811-293-034. Atau Gayeng Nagan Homestay Syariah (Rp60.000 per malam) dengan fasilitas parkir dan wifi gratis, bisa langsung menghubungi nomor 0812-1520-3399.
Tags : alun-alun kidul jogja hiburan wisata joga masangin
Artikel ini ditulis oleh : Salim
Merasakan sensasi ngopi sambil menikmati keindahan alam sekitar Gunung Merapi.
17 Apr 2021
Melepas penat dari hiruk pikuk ibukota di tempat ini.
16 Apr 2021
Siapa bilang kurma tidak bisa tumbuh di Indonesia?
13 Apr 2021
Destinasi yang pas mengajak orang terdekat untuk nongkrong atau sekadar cari angin segar.
05 April 2020
Suasana cafe terasa hangat dan nyaman dengan perpaduan unsur unfinished serta kayu di beberapa sudutnya.
12 Oktober 2020
Dari puncak gunung dapat menyaksikan hamparan bunga daisy penuh warna-warni.
13 November 2020
Makanan dan atmosfernya kental dengan nuansa Jawa klasik.
26 September 2020
Sushi dengan budget murah meriah di Kediri.
23 Juni 2020
Mata dibuat terpikat oleh hamparan bukit dan pegunungan yang mengelilingi cafe.
17 April 2021
Dagingnya memiliki tekstur lembut dan juice yang dihasilkan dari proses pengasapan selama 5-8 jam.
17 April 2021
Banyak berdiri tenda penjual makanan dan minuman yang berbaris rapih mengelilingi area ini.
17 April 2021
Dari beras jadi berondong kemudian disatukan dengan adonan gula.
17 April 2021
Menawarkan menu bakso terbaik dengan resep bakso yang khas.
17 April 2021