
Foto: brisik.id/Teguh Iman Perdana
Bicara soal kuliner yang kini tengah naik daun di Kota Banjar memang tidak pas rasanya apabila tidak menyebut penganan yang satu ini. Tutug oncom merupakan makanan yang berasal dari kota tetangga yaitu Tasikmalaya. Namun karena masih satu rumpun suku dan budaya, akhirnya penganan ini menyebar ke beberapa kota khususnya Kota Banjar dengan kreasi-kreasi baru yang hadir.
Tutug sendiri jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia memiliki arti menumbuk dan oncom adalah makanan asal Jawa Barat yang terbuat dari hasil fermentasi ampas tahu atau bungkil kacang tanah.
Cara membuatnya pun cukup mudah. Hanya perlu mencampurkan seluruh bumbu seperti bawang merah, bawang putih, kencur, garam serta oncom yang telah dihaluskan ke dalam satu wadah dan kemudian goreng selama satu jam.
Namun, apabila merasa malas membuat sendiri, Teman Brisik bisa membelinya di warung-warung tutug oncom yang ada. Salah satunya adalah di Ladiid Cafe yang berada di Jalan Dr. Husein Kartasasmita, Kelurahan Banjar, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat.
Foto:brisik.id/Teguh Iman Perdana
Istilah Ladiid diambil dari bahasa Arab yang memiliki arti enak. Konsep kafenya bernuansa Sunda, berdinding bambu dengan ornamen ijuk pada atapnya.
Kafe ini menawarkan berbagai macam menu tutug oncom mulai dari nasi tutug oncom ayam, nasi tutug oncom telur, nasi tutug oncom mie rebus, nasi tutug oncom mi goreng, nasi tutug oncom batagor, hingga nasi tutug oncom kentang goreng. Ragam menu tersebut juga memiliki rasa yang cukup menggoyang lidah. Paduan rasa gurih, manis, pedas, serta bumbu rempahnya yang meresap dijamin bakal membuat ketagihan.
Foto:brisik.id/Teguh Iman Perdana
Tidak hanya dimakan di tempat, nasi tutug oncom ini juga dapat dibawa sebagai buah tangan ketika menyambangi Kota Banjar karena telah tersedia dalam bentuk kemasan instan. Tidak perlu takut basi, karena tutug oncom instan tersebut akan tahan selama 1,5 bulan jika disimpan di suhu ruangan dan sekitar 3 bulan jika disimpan dalam freezer.
Mengolah tutug oncom instan ini pun tidak sulit, hanya cukup menyediakan nasi hangat secukupnya lalu mencampurkannya dengan tutug oncom. Agar lebih nikmat bisa ditambahkan topping di atasnya seperti ayam goreng, ikan asin, tempe, maupun tahu goreng.
Untuk urusan harga, tidak perlu khawatir karena harga yang ditawarkan sangat ramah di kantong. Untuk menu nasi tutug oncom telur dadar hanya dipatok Rp10.000. Sedangkan untuk macam menu tutug oncom lainya dibandrol dari harga Rp12.000 - 15.000. Serta untuk tutug oncom kemasan instan 200 gr harganya Rp25.000.
Untuk dapat mencicipi tutug oncom di Ladiid, bisa datang mulai pukul 08.00 pagi - 21.00 WIB.
Tutug sendiri jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia memiliki arti menumbuk dan oncom adalah makanan asal Jawa Barat yang terbuat dari hasil fermentasi ampas tahu atau bungkil kacang tanah.
Cara membuatnya pun cukup mudah. Hanya perlu mencampurkan seluruh bumbu seperti bawang merah, bawang putih, kencur, garam serta oncom yang telah dihaluskan ke dalam satu wadah dan kemudian goreng selama satu jam.
Namun, apabila merasa malas membuat sendiri, Teman Brisik bisa membelinya di warung-warung tutug oncom yang ada. Salah satunya adalah di Ladiid Cafe yang berada di Jalan Dr. Husein Kartasasmita, Kelurahan Banjar, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat.
Foto:brisik.id/Teguh Iman Perdana
Istilah Ladiid diambil dari bahasa Arab yang memiliki arti enak. Konsep kafenya bernuansa Sunda, berdinding bambu dengan ornamen ijuk pada atapnya.
Kafe ini menawarkan berbagai macam menu tutug oncom mulai dari nasi tutug oncom ayam, nasi tutug oncom telur, nasi tutug oncom mie rebus, nasi tutug oncom mi goreng, nasi tutug oncom batagor, hingga nasi tutug oncom kentang goreng. Ragam menu tersebut juga memiliki rasa yang cukup menggoyang lidah. Paduan rasa gurih, manis, pedas, serta bumbu rempahnya yang meresap dijamin bakal membuat ketagihan.
Foto:brisik.id/Teguh Iman Perdana
Tidak hanya dimakan di tempat, nasi tutug oncom ini juga dapat dibawa sebagai buah tangan ketika menyambangi Kota Banjar karena telah tersedia dalam bentuk kemasan instan. Tidak perlu takut basi, karena tutug oncom instan tersebut akan tahan selama 1,5 bulan jika disimpan di suhu ruangan dan sekitar 3 bulan jika disimpan dalam freezer.
Mengolah tutug oncom instan ini pun tidak sulit, hanya cukup menyediakan nasi hangat secukupnya lalu mencampurkannya dengan tutug oncom. Agar lebih nikmat bisa ditambahkan topping di atasnya seperti ayam goreng, ikan asin, tempe, maupun tahu goreng.
Untuk urusan harga, tidak perlu khawatir karena harga yang ditawarkan sangat ramah di kantong. Untuk menu nasi tutug oncom telur dadar hanya dipatok Rp10.000. Sedangkan untuk macam menu tutug oncom lainya dibandrol dari harga Rp12.000 - 15.000. Serta untuk tutug oncom kemasan instan 200 gr harganya Rp25.000.
Untuk dapat mencicipi tutug oncom di Ladiid, bisa datang mulai pukul 08.00 pagi - 21.00 WIB.
Artikel ini ditulis oleh Teguh Iman Perdana
Berita Terkait
Sarah Sehan, Sarana Selfie di Persawahan
Food & Travel 29 Desember 2020Makan Puas Sampai Kenyang di Nasgor Kulakan
Food & Travel 24 Desember 2020Minang inWrap, Nikmati Nasi Padang dengan Cara Berbeda
Food & Travel 24 Desember 2020Nasi Sek, Makanan Khas di Pantai Gandoria Pariaman
Food & Travel 23 Desember 2020
Terbaru
Menyaksikan Laut Terbelah di Gili Sunut
Food & Travel 21 Januari 2021Menikmati Suasana Tenang Air Terjun Blahmantung
Food & Travel 21 Januari 2021Surga Dimsum Ada di Dimsuming
Food & Travel 21 Januari 2021Manisnya Bubur Jagung di Bubur Sehat Jambi
Food & Travel 20 Januari 2021Pantai Way Jambu yang Bikin Rindu
Food & Travel 20 Januari 2021
Berita Video
Popular Tags
Trending
Berburu Mainan di Jakarta Toys & Comics Fair 2020
News 29 Februari 2020Youtuber Masak Jenglot Goreng Tepung, Apa Rasanya?
News 19 November 2019Seperti Apa sih Fasilitas Hotel Untuk Isolasi
News 28 April 2020Nongkrong Asyik di Sumur Moo Nyoo
Food & Travel 07 Oktober 2020Pesona Bukit Bintang Tiga Rasa di Lombok
Food & Travel 12 Oktober 2019Nasi Bakar Isi Kepompong Ulat Jati
Food & Travel 04 Oktober 2019Mahasiswa Tuntut DPR Menunda RUU KUHP
News 20 September 2019