
Foto: divinelydelish.wordpress.com
Indonesia kaya dengan ragam budaya, mulai dari adat istiadat, suku, bahasa, hingga makanan khas dari setiap daerah. Mulai dari Sabang sampai Merauke mempunyai keunikan makanan khasnya tersendiri.
Suku Melayu misalnya, memiliki makanan yang tak kalah unik, yakni roti jala. Kuliner ini tersebar di Sumatera Utara hingga daerah, bahkan negara-negara lain yang menjadi tempat penyebaran masyarakat Suku Melayu berada.
Kudapan yang satu ini biasanya disuguhkan pada hari-hari besar seperti hari raya Idul Fitri atau Idul Adha, acara syukuran, atau pernikahan. Bahan-bahan yang digunakan dalam membuat roti ini terbuat dari tepung terigu, santan, garam, dan lainnya dengan tambahan pewarna makanan.
Sajianya tersaji dengan tambahan cocolan berupa kuah kari yang terbuat dari campuran santan, daging, baik daging ayam ataupun kambing; cabai, bawang merah, dan bawang putih. Ditambah lagi dengan menu tambahan berupa acar nanas.

Roti berbentuk jala atau jaring ini memiliki rasa yang cenderung manis. Rasa rotinya berpadu dengan gurih dari kuah karinya, dan pedas dari acar nanasnya. Khusus untuk kuah karinya sendiri, sebenarnya bisa saja diganti dengan gula putih.
Nah, bagi yang ingin mencoba bagaimana sensasi menikmati sajian dari roti dengan bentuk ini, bisa mengunjungi salah satu lokasi penjualnya. Di kawasan Tebet, Jakarta Selatan terdapat salah satu kedai yang menyajikan menu roti jala. Kedai bernama Kedai Mamak ini membanderol menunya mulai dari Rp25-28 ribu/porsi.
Berlokasi di Jalan Tebet Barat 1 No.1Z, Jakarta Selatan, lokasi Kedai Mamak tepat berada di sebelah timur SMAN 26 Jakarta. Selain menjual roti jala, kedai ini juga menjual menu-menu lain, seperti lontong sayur dan nasi campur.

Kehadiran Kedai Mamak dengan menu roti jalanya ini juga kerap disebut-sebut oleh warga Melayu yang merantau di Jakarta sebagai pelepas rindu akan kampung halamannya. Mulai dibuka sejak tahun 2008, Kedai Mamak buka setiap hari mulai pukul 06.00-16.00 WIB.
Di sini, pelanggan bisa memilih makan di tempat atau dibungkus untuk dibawa pulang (take away). Adapun rata-rata pelanggannya kebanyakan dari kalangan anak sekolah dan para pekerja kantoran.
Suku Melayu misalnya, memiliki makanan yang tak kalah unik, yakni roti jala. Kuliner ini tersebar di Sumatera Utara hingga daerah, bahkan negara-negara lain yang menjadi tempat penyebaran masyarakat Suku Melayu berada.
Kudapan yang satu ini biasanya disuguhkan pada hari-hari besar seperti hari raya Idul Fitri atau Idul Adha, acara syukuran, atau pernikahan. Bahan-bahan yang digunakan dalam membuat roti ini terbuat dari tepung terigu, santan, garam, dan lainnya dengan tambahan pewarna makanan.
Sajianya tersaji dengan tambahan cocolan berupa kuah kari yang terbuat dari campuran santan, daging, baik daging ayam ataupun kambing; cabai, bawang merah, dan bawang putih. Ditambah lagi dengan menu tambahan berupa acar nanas.

Sumber foto:azrinaisya.wordpress.com
Roti berbentuk jala atau jaring ini memiliki rasa yang cenderung manis. Rasa rotinya berpadu dengan gurih dari kuah karinya, dan pedas dari acar nanasnya. Khusus untuk kuah karinya sendiri, sebenarnya bisa saja diganti dengan gula putih.
Nah, bagi yang ingin mencoba bagaimana sensasi menikmati sajian dari roti dengan bentuk ini, bisa mengunjungi salah satu lokasi penjualnya. Di kawasan Tebet, Jakarta Selatan terdapat salah satu kedai yang menyajikan menu roti jala. Kedai bernama Kedai Mamak ini membanderol menunya mulai dari Rp25-28 ribu/porsi.
Berlokasi di Jalan Tebet Barat 1 No.1Z, Jakarta Selatan, lokasi Kedai Mamak tepat berada di sebelah timur SMAN 26 Jakarta. Selain menjual roti jala, kedai ini juga menjual menu-menu lain, seperti lontong sayur dan nasi campur.

Sumber foto:instagram.com/kedaimamak_
Kehadiran Kedai Mamak dengan menu roti jalanya ini juga kerap disebut-sebut oleh warga Melayu yang merantau di Jakarta sebagai pelepas rindu akan kampung halamannya. Mulai dibuka sejak tahun 2008, Kedai Mamak buka setiap hari mulai pukul 06.00-16.00 WIB.
Di sini, pelanggan bisa memilih makan di tempat atau dibungkus untuk dibawa pulang (take away). Adapun rata-rata pelanggannya kebanyakan dari kalangan anak sekolah dan para pekerja kantoran.
Artikel ini ditulis oleh Muhammad Yusuf
Berita Terkait
Terbaru
Nikmatnya Bebek Ireng di Warung Mas Adi
Food & Travel 05 Juli 2020
Berita Video
Popular Tags
Trending
Berburu Mainan di Jakarta Toys & Comics Fair 2020
News 29 Februari 2020Youtuber Masak Jenglot Goreng Tepung, Apa Rasanya?
News 19 November 2019Empat Hal Tentang Vaping Ini Harus Kamu Ketahui
Health 23 September 2019Wali Kota Dikritik, Datang ke Acara Publik Cuma Pakai Foto
News 13 Oktober 2019649 Orang Diamankan Polisi Usai Demo DPR
News 01 Oktober 2019Pesona Bukit Bintang Tiga Rasa di Lombok
Food & Travel 12 Oktober 2019Nasi Bakar Isi Kepompong Ulat Jati
Food & Travel 04 Oktober 2019