
Bagi kalangan masyarakat, beras adalah bahan makanan pokok untuk memenuhi kebutuhan energi. Selain diolah menjadi nasi, beras juga bisa diolah menjadi aneka masakan lezat seperti lontong isi.
Di Indramayu, lontong yang dibungkus daun pisang ini diberi nama Buras. Seperti apa keunikannya?
Bagi masyarakat Indramayu, buras merupakan singkatan dari bubur beras. Meski namanya bubur, namun buras versi ini tidak bertekstur encer dan disajikan dalam mangkuk, melainkan berbentuk mirip lontong.
Buras punaya bentuk lonjong dan bertekstur padat. Yang membedakan dengan lontong adalah aneka isian yang melimpah, yaitu wortel, kentang, ayam suwir, tempe atau oncom dan sedikit bumbu pedas.
Foto: brisik.id
Anda bisa mencoba membuatnya sendiri. Bahan dan alat yang digunakan cukup sederhana. Cara membuatnya pun tidak memakan waktu lama.
Pertama adalah menyiapkan bungkusan daun pisang. Jemur terlebih dahulu daun pisang hingga mendapatkan tekstur lunak dan dapat dilipat.
Selanjutnya adalah memasak beras hingga menjadi bubur. Jangan lupa tambahkan daun salam untuk menimbulkan aroma wangi.
Sambil menunggu bubur matang, Anda bisa membuat isian buras, yakni dimulai dari menghaluskan bumbu seperti lada, bawang putih, sedikit cabai, bawang merah, kemiri, dan penyedap rasa. Kemudian potong wortel, kentang, tempe/oncom berbentuk dadu kecil, iris halus daun bawang dan seledri, serta suwiran ayam yang sudah dimasak terlebih dahulu.
Lalu masak semua bumbu dan campurkan bahan (wortel, kentang, tempe ayam suwir). Masak bersamaan hingga matang dan tiriskan.
Selanjutnya adalah meletakkan bubur di atas daun pisang, kemudian diberi isian 1-2 sendok. Bungkus bubur dengan menggulung daun pisang hingga membentuk persegi panjang. Lipat daun pisang ke atas dan ke bawah hingga rapi.
Setelah itu kukus buras selama 20-30 menit hingga matang. Angkat buras dan tiriskan.
Foto: brisik.id
Cara menyajikan buras cukup sederhana yakni cukup disajikan di atas piring. Buras lebih enak disantap bersama opor ayam. Sebagai pelengkap, tambahkan kerupuk udang atau kerupuk jengkol.
Di Indramayu, buras tergolong makanan tradisional yang masih lestari hingga kini. Buras mudah ditemukan di warung atau pedagang keliling. Harga 1 biji buras hanya Rp1.000 saja.
Buras bisa dijadikan menu sarapan simpel dan praktis. Setiap pagi, pedagang jajanan akan berkeliling mendatangi komplek rumah sambil menawarkan buras bersama jajanan lain seperti dadar gulung, bika ambon, aneka gorengan, bubur kacang, onde-onde, ketan, kue cincin, dan masih banyak lagi.
Bagaimana, tertarik mencicipinya?
Berita Terkait
Di Indramayu, Bubur Diracik Mirip Lontong
Food & Travel 20 April 2020Rumah Makan Ekstrim di Kaki Gunung Lawu
Food & Travel 17 April 2020
Terbaru
Destinasi Wisata Air Keren di Cirebon
Food & Travel 21 April 2020Di Pantai Sanglen Serasa Pantai Pribadi
Food & Travel 21 April 2020Misteri Paku Tanah Jawa di Magelang
Food & Travel 21 April 2020Mageli, Kudapan Familiar Balikpapan
Food & Travel 20 April 2020Di Indramayu, Bubur Diracik Mirip Lontong
Food & Travel 20 April 2020
Berita Video
Popular Tags
Trending
Berburu Mainan di Jakarta Toys & Comics Fair 2020
News 29 Februari 2020Youtuber Masak Jenglot Goreng Tepung, Apa Rasanya?
News 19 November 2019Empat Hal Tentang Vaping Ini Harus Kamu Ketahui
Health 23 September 2019Wali Kota Dikritik, Datang ke Acara Publik Cuma Pakai Foto
News 13 Oktober 2019649 Orang Diamankan Polisi Usai Demo DPR
News 01 Oktober 2019Pesona Bukit Bintang Tiga Rasa di Lombok
Food & Travel 12 Oktober 2019Nasi Bakar Isi Kepompong Ulat Jati
Food & Travel 04 Oktober 2019Habis Demo Terbitlah Sampah
News 01 Oktober 2019