
Foto: instagram/@ollygaspar
Jika di kawasan Lombok Utara terdapat gugusan Gili Air, Meno dan Trawangan, di Lombok Barat juga ada gugusan tiga gili yakni Gili Nanggu, Sudak dan Kedis. Di antara tiga gili di Lombok Barat ini, salah satunya memiliki bentuk yang sangat unik yakni berbentuk hati. Gili tersebut adalah Gili Kedis yang berlokasi di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong Barat, Lombok Barat.
Gili Kedis merupakan pulau kecil tak berpenghuni yang dikelilingi lautan. Pulau ini terbilang kecil dengan luas kurang dari 10.000 meter persegi atau seluas lapangan sepak bola. Dibutuhkan waktu 10 menit saja untuk dapat mengelilingi pulau ini dengan berjalan kaki. Pulau ini begitu menawan, jika dilihat dari atas saat air sedang surut lekukan tebing pulaunya sangat mirip dengan bentuk hati.
Foto: instagram/@fabiankiby
Gili Kedis memiliki pasir pantai berwarna putih halus dan dikelilingi hamparan laut luas berwarna biru toska bergradasi. Ombaknya sangat tenang, apalagi warna lautnya yang bening membuat mata leluasa melihat kedalaman laut dengan jelas hingga ke dasar. Sehingga pulau ini kerap dijadikan sebagai spot senorkeling atau diving.
Bagi pencari ketenangan, berlibur ke Gili Kedis adalah pilihan yang tepat. Belum terlalu banyak yang mengetahui gili ini, sehingga masih sepi dan sangat asri. Di atas pulau juga tidak ada bangunan permanen, seperti terdapat beberapa gazebo dari kayu sebagai tempat peristirahatan. Walaupun udara di pulau ini terbilang panas, pengunjung masih bisa berteduh di bawah pepohonan yang tumbuh di atasnya.
Foto: instagram/@steven_rdd
Foto: instagram/@steven_rdd
Saat matahari terbenam adalah waktu yang sangat tepat berada di pulau ini. Karena di sekitar pulau tidak terdapat bukit atau batu karang yang tinggi sehingga pemandangan sunset terlihat jelas tanpa penghalang apapun. Bulatan matahari terbenam akan terlihat sempurna seolah tenggelam ke dasar laut dibarengi rona kemerahan di langit. Akan membuat siapapun takjub menyaksikannya.
Beberapa pengunjung pulau sengaja mendirikan tenda untuk berkemah, namun karena bukan pulau berpenghuni, semua perlengkapan harus disiapkan semua dari rumah. Untuk berkemah, perlu melapor terlebih dahulu kepada warga setempat, biasanya penduduk atau pemilik perahu akan membantu dan menemani kegiatan berkemah. Atau juga dapat meminta kepada pemilik perahu untuk dijemput keesokan harinya.
Foto: instagram/@wardaniayu
Bagi yang ingin berlibur ke Gili Kedis jangan lupa untuk membawa peralatan dan bekal, apalagi jika ingin berlama-lama. Tetapi, jangan membawa barang terlalu banyak agar tidak kerepotan saat menyeberang. Jangan lupa juga untuk mengunjungi gili lainnya seperti Gili Naggu dan Gili Sudak, jarak antargili tersebut bisa ditempuh dalam waktu 10 menit saja.
Gili Kedis dibuka setiap hari selama 24 jam dan tidak ada biaya masuk ke lokasi wisata alias gratis. Di Gili Kedis, telah tersedia fasilitas berupa berugak/gazebo, tempat solat sederhana, kamar mandi air tawar, spot ayunan dan penjual kopi atau warung sederhana.
Untuk menuju ke Gili Kedis, bisa menyeberang dari Dermaga Desa Tawun/Tawun Harbour di Sekotong Barat. Dermaga ini berjarak sekitar 43 kilometer dari Kota Mataram dengan waktu tempuh 1,5 jam perjalanan. Belum terdapat angkutan umum sampai ke dermaga ini. Namun pengunjung bisa menyewa motor atau mobil dan jasa travel dengan tarif Rp85.000-Rp350.000/hari.
Akses jalan menuju dermaga juga sudah baik, menggunakan hotmix dan tidak berbahaya. Sehingga bisa dilalui motor atau mobil. Adapun rute terdekat menuju Gili Kedis: Kota Mataram - Banyumulek - Lembar - Jakem - Eyat Mayang - Cendimanik - Sekotong - Sekotong Barat - Dermaga Desa Tawun - Gili Kedis.
Untuk menyeberang ke Gili Kedis bisa menyewa perahu dengan tarif Rp200.000-Rp300.000 per perahu dan waktu menyeberang sekitar 10 menit. Satu perahu berisi delapan sampai sepuluh orang. Sehingga satu orang cukup membayar sekitar Rp20.000-30.000 saja. Semakin banyak penumpang akan semakin murah tarif menyeberangnya.
Penginapan terdekat dari Gili Kedis adalah Nirvana Gili Sudak. Penginapan ini terletak di Gili Sudak, Sekotong Barat, sekitar 600 meter atau 10 menit dari Gili Kedis. Fasilitas yang disediakan: resepsionis 24 jam, layanan kamar, akses pantai, restoran, bar, akses Wi-Fi dan sarapan. Tarifnya sekitar Rp195.600 untuk sekali menginap.
Artikel ini ditulis oleh Baiq
Berita Terkait
Bale Lombok, Membawa Bali ke Jakarta
Food & Travel 08 Desember 2020Pesona Gili Trawangan yang Mendunia
Food & Travel 04 Desember 2020Pantai Impos, Memukau di Pulau Lombok
Food & Travel 04 Desember 2020Aura Natural Dari Gili Air
Food & Travel 03 Desember 2020Menunggu Datangnya Petang di Pantai Bintang
Food & Travel 03 Desember 2020
Terbaru
Menyeruput Kopi di Tengah Kebun ala Kopi Sontoloyo
Food & Travel 10 Desember 2020Gili Kedis, Pulau Kecil Berbentuk Hati
Food & Travel 10 Desember 2020Kopi Lokal Rumahan ala Kopi Gok
Food & Travel 10 Desember 2020Gili Petelu, Pulau Kecil dengan Tiga Bukit
Food & Travel 09 Desember 2020Awali Hari di Sedari Kopi dan Teh
Food & Travel 09 Desember 2020Ice Corner, Cara Seru Nikmati Es Krim
Food & Travel 09 Desember 2020Es Dewa-Dewi, Kafe yang Tak Hanya Menjual Es Saja
Food & Travel 09 Desember 2020Ame Coffee, Kedai Kopi Bernuansa Tradisional Jepang
Food & Travel 09 Desember 2020
Berita Video
Popular Tags
Trending
Berburu Mainan di Jakarta Toys & Comics Fair 2020
News 29 Februari 2020Youtuber Masak Jenglot Goreng Tepung, Apa Rasanya?
News 19 November 2019Seperti Apa sih Fasilitas Hotel Untuk Isolasi
News 28 April 2020Pesona Bukit Bintang Tiga Rasa di Lombok
Food & Travel 12 Oktober 2019Nasi Bakar Isi Kepompong Ulat Jati
Food & Travel 04 Oktober 2019Dituduh Memprovokasi, Dandhy Laksono Jadi Tersangka Ujaran Kebencian
News 27 September 2019Mahasiswa Tuntut DPR Menunda RUU KUHP
News 20 September 2019