Wabah Virus Corona Makin Masif, Google Tutup Kantornya di China

News 01 Februari 2020

kantor china corona virus google

Foto: sbs.com.au


Google saat ini tengah menutup sementara seluruh kantor yang berada di China sebagai akibat mewabahnya virus Corona (2019-nCoV), sebagaimana dikonfirmasi oleh Google. Penutupan ini meliputi seluruh kantor yang berada di China daratan termasuk kantor yang berada di Hong Kong dan Taiwan.

Juru bicara Google mengatakan bahwa Google berencana untuk menutup kantor mereka sesuai kebijakan perusahaan. Tidak hanya itu, Google juga melarang para karyawannya untuk melakukan perjalanan bisnis ke China dan Hong Kong. Karyawan Google yang saat ini bertugas di China juga diminta untuk segera meninggalkan China dan diberikan dispensasi untuk bekerja dari rumah, setidaknya 14 hari sejak tanggal keberangkatan mereka.

Upaya yang dilakukan Google memang cukup terlihat ekstrem. Namun begitu, langkah tersebut merupakan keputusan terbaik yang harus diambil oleh mereka guna mengurangi risiko yang lebih besar terkait virus Corona. Sebagaimana dikonfirmasi oleh departemen kesehatan China di Wuhan, hingga saat ini virus Corona telah menyebabkan korban meninggal hingga 132 jiwa dan lebih dari 6000 kasus yang dikonfirmasi.

Sebagai negara dengan industri teknologi dan pasar Internet terbesar di dunia, tidak ayal banyak perusahaan teknologi dunia yang menjalin kerjasama dengan China. Bahkan membangun cabang perusahaannya di China, sehingga otomatis banyak karyawan mereka yang melakukan perjalanan rutin ke negara ini.

Meskipun Google tidak mengoperasikan banyak layanan web paling populer di China karena ketegangan bersejarah dengan pemerintah China, Google tetap mempertahankan empat kantor resmi di China. Google juga mempertahankan kehadiran yang kuat di China sehubungan dengan bisnis perangkat kerasnya, karena banyak tim produk Google yang bertanggung jawab untuk perangkat seperti Pixel Phones dan pengeras suara Google Home bekerja dengan pemasok dan pabrik China untuk proses produksi.



Senada dengan Google, Apple dan Facebook keduanya juga mulai membatasi perjalanan karyawannya minggu ini, sebagaimana dikonfirmasi oleh CEO Apple, Tim Cook saat melakukan panggilan dengan para investor. Dibandingkan dengan Google, langkah yang ditempuh Apple mungkin jauh lebih ekstrem. Apple telah menutup setidaknya satu toko retail mereka di China dan mengukur suhu karyawannya secara teratur, dan secara agresif membersihkan ruang ritel dan kantor.

Sejumlah perusahaan lain di industri elektronik, hiburan, manufaktur mobil, dan transportasi juga telah mulai membatasi perjalanan karyawan dan menghentikan operasi, termasuk studio film dan bahkan taman hiburan seperti Disney. United Airlines dan American Airlines mulai membatalkan penerbangan mendatang dari AS ke China karena tajamnya penurunan permintaan konsumen. British Airways dan Lufthansa juga telah menangguhkan semua penerbangan ke China.

Wabah coronavirus juga dikhawatirkan semakin memperburuk kondisi ekonomi global yang tengah diselimuti ketidakpastian. Hingga saat ini, belum ada vaksin untuk menanggulangi wabah ini.
Artikel ini ditulis oleh Dias

kantor china corona virus google

Berita Terkait

Berita Video