Wisata Pemukiman Lawas di Kampung Lawang Seketeng
Food & Travel 11 Januari 2021sejarah surabaya langgar dukur heritage kampung lawang seketeng

Foto: Brisik.id/Zahir
Surabaya terkenal sebagai salah satu kota yang memiliki beragam wisata, khususnya dalam wisata yang bertemakan sejarah. Hal ini tidak mengherankan karena kota yang memiliki julukan sebagai kota pahlawan ini sudah sejak zaman dahulu menjadi salah satu pusat aktivitas perekonomian dan pemerintahan. Pada zaman kolonial kota Surabaya juga dijadikan sebagai salah satu kota penting karena posisinya yang cukup strategis di daerah pesisir dan dilewati aliran sungai besar yang mempermudah proses perdagangan
Beragam peninggalan bersejarah tersebar di kota ini dan beberapa di antara dijadikan objek wisata guna mengenalkan sejarah bangsa Indonesia. Kali ini teman brisik akan diajak untuk mengenal sebuah kawasan perkampungan kuno di kota Surabaya yang sudah ada sejak zaman dahulu, bahkan diyakini sebagai kampung tertua di kota Surabaya. Perkampungan tersebut dikenal dengan nama Kampung Lawang Seketeng.
Foto: Brisik.id/Zahir
Sejarah Kampung
Kampung Lawang Seketeng sendiri diyakini sudah ada sejak akhir abad ke-19 di kawasan yang kini masuk ke wilayah Peneleh yang juga sebagai kawasan tua di Surabaya. Perkampungan ini dulunya merupakan tempat tumbuhnya Soekarno muda di Surabaya. Selain itu perkampungan ini pada masa revolusi digunakan oleh para pejuang kemerdekaan sebagai tempat diskusi dan mengatur strategi dalam melawan tentara Inggris dan sekutu yang ingin kembali merebut kota Surabaya.
Hal ini diketahui dari beberapa sudut bangunan dan tembok-tembok di kawasan kampung ini yang terdapat bekas lubang tembakan peluru. Selain itu beberapa tokoh masyarakat seperti mbah pitono yakni guru ngaji Soekarno waktu muda juga tinggal dan dimakamkan di kawasan ini.
Hal ini diketahui dari beberapa sudut bangunan dan tembok-tembok di kawasan kampung ini yang terdapat bekas lubang tembakan peluru. Selain itu beberapa tokoh masyarakat seperti mbah pitono yakni guru ngaji Soekarno waktu muda juga tinggal dan dimakamkan di kawasan ini.
Foto: Brisik.id/Zahir
Kampung Lawang Seketeng sendiri berada di kawasan Peneleh yang merupakan salah satu wisata perkampungan kuno yang terdapat di kota Surabaya. Lokasi tepatnya berada di Jalan Lawang Seketeng gang 1, Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya. Untuk menuju ke lokasi Kampung Lawang Seketeng cukup mudah. Dari arah Jalan Semut Kali, cukup mengambil jalur lurus saja menuju ke perempatan antara Jalan Pasar Besar Wetan dan Jalan Jagalan. Setelah itu, lurus saja menuju ke Jalan Peneleh, kemudian setelah sekitar 1 km akan menemukan gang kecil yang bertuliskan Lawang Seketeng gang I yang lokasinya berada di pinggir jalan berseberangan dengan aliran sungai Kali Mas. Apabila teman brisik memilih untuk berjalan kaki, dapat mengambil rute melalui Jalan Kramat Gantung lalu melewati Jembatan Peneleh.
Foto: Brisik.id/Zahir
Langgar Dukur yang Ikonik.
Salah satu ikon yang cukup direkomendasikan untuk dikunjungi di daerah Kampung Lawang Seketeng adalah Langgar Dukur. Langgar ini sendiri merupakan salah satu bangunan tertua yang ada di kawasan Kampung Lawang Seketeng, usianya sendiri diyakini sudah lebih dari 120 tahun. Bangunan Langgar ini sendiri masih terbuat dari kayu jati yang awet hingga kini bahkan masih digunakan sebagai tempat ibadah dan aktivitas warga lainnya. Arsitektur bangunan ini terbilang cukup lawas dan sederhana namun penuh dengan kearifan lokal seperti pola dindingnya yang mirip dengan sisik ikan, hal ini yang menjadi daya tarik utama bangunan ini. Selain itu di dalam bangunan juga terdapat sebuah kentungan tua dan tombak kuno, di dalam bangunan langgar juga terdapat beberapa benda kuno lainnya seperti Al-Quran yang masih ditulis tangan dan peninggalan lembaran Jadwal sholat yang diyakini sudah berusia 100 tahun.
Foto: Brisik.id/Zahir
Di kawasan Kampung Lawang Seketeng sendiri cukup nyaman dan sejuk bila anda menelusurinya dengan berjalan kaki karena terdapat banyak sekali pepohonan di sepanjang jalanan kampung. Selain itu banyak pula beberapa rumah-rumah dengan gaya khas jawa kuno yang masih berdiri di perkampungan ini.
Bagi teman brisik yang mencari tempat bersantap makan di kawasan Kampung Lawang Seketeng terdapat beberapa warung yang menjual beragam makanan seperti Nasi Goreng, Batagor, Bakso dan beragam makanan lainnya. Selain itu terdapat beberapa penginapan yang lokasinya cukup dekat dengan Kampung Lawang Seketeng. Salah satunya adalah Hotel Singaraja Indah yang berada di Jalan Peneleh 60-62, Surabaya. Tarif menginap per malamnya mulai dari Rp 135.000, anda dapat menghubungi pihak hotel di nomor (031) 5354752.
Artikel ini ditulis oleh Zahir
sejarah surabaya langgar dukur heritage kampung lawang seketeng
Berita Terkait
Menikmati Arung Jeram di Sungai Kromong Pacet
Food & Travel 26 Februari 2021Wisata Kuliner hingga Sejarah di Alun-alun Pengging
Food & Travel 25 Februari 2021Aku Halu Bikin Pengunjung Makin Halu
Food & Travel 25 Februari 2021Kebun Bibit Wonorejo, Wisata Hijau Tengah Kota Surabaya
Food & Travel 25 Februari 2021Candi Badut, yang Tersisa dari Kerajaan Kanjuruhan
Food & Travel 24 Februari 2021
Terbaru
Manjakan Mata di Bukit Teletubbies Bromo
Food & Travel 28 Februari 2021Luasnya Kolam Renang Kahuripan Tirta Wanayasa
Food & Travel 28 Februari 2021Peluncuran Beli Kreatif Danau Toba 2021
News 28 Februari 2021Nasi Kuning Golkar, Teman Begadang yang Lezat
Food & Travel 28 Februari 2021Kumbu Kacang Merah, Si Merah Dari Kota Palembang
Lifestyle 28 Februari 2021Keajaiban Sumber Air Tiga Rasa Rejenu Muria
Food & Travel 28 Februari 2021Gemerlap Malam di Alun-Alun Kidul Jogjakarta
Food & Travel 28 Februari 2021Bali de Java, Pantai Tirta Samudra
Food & Travel 28 Februari 2021
Berita Video
Popular Tags
Trending
Berburu Mainan di Jakarta Toys & Comics Fair 2020
News 29 Februari 2020Nongkrong Asyik di Sumur Moo Nyoo
Food & Travel 07 Oktober 2020Youtuber Masak Jenglot Goreng Tepung, Apa Rasanya?
News 19 November 2019Seperti Apa sih Fasilitas Hotel Untuk Isolasi
News 28 April 2020Pesona Bukit Bintang Tiga Rasa di Lombok
Food & Travel 12 Oktober 2019Nasi Bakar Isi Kepompong Ulat Jati
Food & Travel 04 Oktober 2019Mahasiswa Tuntut DPR Menunda RUU KUHP
News 20 September 2019