Dinginnya Kemah di Hutan Pinus Lembanna
Food & Travel 06 November 2020camp kemah wisata malino lembanna hutan pinus sulawesi selatan liburan alam dekat family travel

Foto: brisik.id/Haeril Fajrin
Malino yang terletak di Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan terkenal akan pesona alam dataran tinggnya. Salah satu yang tengah digandrungi oleh wisatawan dan pencinta alam adalah Hutan Pinus Lembanna.
Lembanna sendiri merupakan Desa di Malino dengan potensi alam yang sangat menjanjikan. Hutan pinus ini bisa menjadi pilihan terbaik jika ingin merasakan suasana berkemah dengan diselimuti kabut. Menikmati alam bebas dengan mendirikan tenda, memasang hammock, dan bercanda di depan api unggun akan menjadi pengalaman yang menyenangkan.
Foto: brisik.id/Haeril Fajrin
Kalau tertarik ingin ke sini, Teman Brisik bisa menempuh perjalanan dari Makassar menuju Malino dengan waktu tempuh sekitar 2 jam. Setelah itu langsung menuju Desa Lembanna dalam waktu 20 menit.
Jalan menuju hutan pinus berkelok dan sebagian ada yang masih berbatu. Teman Brisik dapat menempuhnya dengan menggunakan motor ataupun mobil, namun disarankan untuk tidak menggunakan kendaraan dengan transmisi otomatis..
Pemandangan alam yang indah juga udara yang dingin akan membuat Teman Brisik merasakan ketenangan, jauh dari bising kendaraan. Keindahan alam nan eksotis ditambah keramahan warga setempat jadi daya tarik tersendiri.
Foto: brisik.id/Haeril Fajrin
Di lokasi sudah terdapat toilet, warung, serta air bersih yang dapat diambil dengan cuma-cuma untuk keperluan memasak dan lain-lain. Semua fasilitas tersebut merupakan inisiatif pemerintah desa setempat agar pengunjung dapat merasakan kenyamanan berada di lokasi ini.
Untuk yang ingin berlama-lama menikmati alam Lembanna, Teman Brisik bisa membawa peralatan berkemah sendiri karena di sekitar hutan pinus ini Teman Brisik tidak akan menemukan penginapan. Teman Brisik dapat kembali ke kota Malino jika ingin menginap di penginapan.
Jika ingin camping, Teman Brisik bisa menyewa tenda dan peralatannya di tempat penyewaan kurang lebih 100 meter dari lokasi perkemahan. Untuk harganya sendiri relatif murah. Tenda disewakan dengan tarif Rp15.000 per malam. Peralatan camping lainnya juga disewakan dengan tarif dibawah Rp15.000 per malam. Untuk mendirikan tenda tidak dikenakan tarif apapun.
Selain berkemah, Teman Brisik juga bisa mengunjungi air terjun yang letaknya tidak jauh dari bukit perkemahan. Teman Brisik dapat mengaksesnya hanya dengan berjalan kaki sekitar 10 menit. Tapi disarankan untuk berkunjung pada siang hari agar tidak kedinginan. Sebab dara saat malam hari seringkali mencapai 9°c dengan kabut yang menyebabkan jarak pandang hanya 100 meter saja.
Foto: brisik.id/Haeril Fajrin
Untuk penginapan di Malino, Teman Brisik akan sangat mudah menemukannya karena di sepanjang jalan menuju Lembanna sangat banyak sekali penginapan berjejeran. Salah satunya adalah Pondok Nailah yang berada di Jl. Sultan Hasanuddin. Tarifnya sekitar Rp200.000 per malam dengan waktu tempuh sekitar 20 menit dari Lembanna.
Sebelum pulang, sempatkan waktu berkunjung ke Air Terjun Takapala, Kebun The Nittoh, dan Lembah Biru yang merupakan destinasi favorit di Malino. Jangan lupa untuk membeli oleh-oleh khas Malino seperti tenteng kacang di pusat kota.
Lembanna sendiri merupakan Desa di Malino dengan potensi alam yang sangat menjanjikan. Hutan pinus ini bisa menjadi pilihan terbaik jika ingin merasakan suasana berkemah dengan diselimuti kabut. Menikmati alam bebas dengan mendirikan tenda, memasang hammock, dan bercanda di depan api unggun akan menjadi pengalaman yang menyenangkan.
Foto: brisik.id/Haeril Fajrin
Kalau tertarik ingin ke sini, Teman Brisik bisa menempuh perjalanan dari Makassar menuju Malino dengan waktu tempuh sekitar 2 jam. Setelah itu langsung menuju Desa Lembanna dalam waktu 20 menit.
Jalan menuju hutan pinus berkelok dan sebagian ada yang masih berbatu. Teman Brisik dapat menempuhnya dengan menggunakan motor ataupun mobil, namun disarankan untuk tidak menggunakan kendaraan dengan transmisi otomatis..
Pemandangan alam yang indah juga udara yang dingin akan membuat Teman Brisik merasakan ketenangan, jauh dari bising kendaraan. Keindahan alam nan eksotis ditambah keramahan warga setempat jadi daya tarik tersendiri.
Foto: brisik.id/Haeril Fajrin
Di lokasi sudah terdapat toilet, warung, serta air bersih yang dapat diambil dengan cuma-cuma untuk keperluan memasak dan lain-lain. Semua fasilitas tersebut merupakan inisiatif pemerintah desa setempat agar pengunjung dapat merasakan kenyamanan berada di lokasi ini.
Untuk yang ingin berlama-lama menikmati alam Lembanna, Teman Brisik bisa membawa peralatan berkemah sendiri karena di sekitar hutan pinus ini Teman Brisik tidak akan menemukan penginapan. Teman Brisik dapat kembali ke kota Malino jika ingin menginap di penginapan.
Jika ingin camping, Teman Brisik bisa menyewa tenda dan peralatannya di tempat penyewaan kurang lebih 100 meter dari lokasi perkemahan. Untuk harganya sendiri relatif murah. Tenda disewakan dengan tarif Rp15.000 per malam. Peralatan camping lainnya juga disewakan dengan tarif dibawah Rp15.000 per malam. Untuk mendirikan tenda tidak dikenakan tarif apapun.
Selain berkemah, Teman Brisik juga bisa mengunjungi air terjun yang letaknya tidak jauh dari bukit perkemahan. Teman Brisik dapat mengaksesnya hanya dengan berjalan kaki sekitar 10 menit. Tapi disarankan untuk berkunjung pada siang hari agar tidak kedinginan. Sebab dara saat malam hari seringkali mencapai 9°c dengan kabut yang menyebabkan jarak pandang hanya 100 meter saja.
Foto: brisik.id/Haeril Fajrin
Untuk penginapan di Malino, Teman Brisik akan sangat mudah menemukannya karena di sepanjang jalan menuju Lembanna sangat banyak sekali penginapan berjejeran. Salah satunya adalah Pondok Nailah yang berada di Jl. Sultan Hasanuddin. Tarifnya sekitar Rp200.000 per malam dengan waktu tempuh sekitar 20 menit dari Lembanna.
Sebelum pulang, sempatkan waktu berkunjung ke Air Terjun Takapala, Kebun The Nittoh, dan Lembah Biru yang merupakan destinasi favorit di Malino. Jangan lupa untuk membeli oleh-oleh khas Malino seperti tenteng kacang di pusat kota.
Artikel ini ditulis oleh Haeril
camp kemah wisata malino lembanna hutan pinus sulawesi selatan liburan alam dekat family travel
Berita Terkait
Curug Trocoh, Tersembunyi Dibalik Dua Bukit
Food & Travel 09 November 2020Kulineran Sambil Mancing di Kali Laris Dewi Puyung
Food & Travel 09 November 2020Penuh Gaya di 3D Photo Museum Depok
Food & Travel 09 November 2020Piknik Cantik di Taman Pancing
Food & Travel 08 November 2020Dinginnya Kemah di Hutan Pinus Lembanna
Food & Travel 06 November 2020
Terbaru
Ramai-ramai ke Pempek Rama
Food & Travel 09 November 2020Gunung Pangonan, Sabana yang Memikat Mata
Food & Travel 09 November 2020Sejuk dan Tenangnya Curug Balokang di Banjar Patroman
Food & Travel 09 November 2020Tempoyak Ikan Patin Khas Jambi
Food & Travel 09 November 2020Curug Trocoh, Tersembunyi Dibalik Dua Bukit
Food & Travel 09 November 2020Kulineran Sambil Mancing di Kali Laris Dewi Puyung
Food & Travel 09 November 2020Penuh Gaya di 3D Photo Museum Depok
Food & Travel 09 November 2020Warna Biru Air Terjun Mangku Sakti yang Menyihir
Food & Travel 09 November 2020Ote–Ote Juga Jadi Favorit Warga Banjarmasin
Food & Travel 09 November 2020
Berita Video
Popular Tags
Trending
Berburu Mainan di Jakarta Toys & Comics Fair 2020
News 29 Februari 2020Youtuber Masak Jenglot Goreng Tepung, Apa Rasanya?
News 19 November 2019Wali Kota Dikritik, Datang ke Acara Publik Cuma Pakai Foto
News 13 Oktober 2019649 Orang Diamankan Polisi Usai Demo DPR
News 01 Oktober 2019Seperti Apa sih Fasilitas Hotel Untuk Isolasi
News 28 April 2020Pesona Bukit Bintang Tiga Rasa di Lombok
Food & Travel 12 Oktober 2019Nasi Bakar Isi Kepompong Ulat Jati
Food & Travel 04 Oktober 2019Habis Demo Terbitlah Sampah
News 01 Oktober 2019