
Foto: instagram/@kopiramen
Di Payakumbuh ada satu kafe baru yang cocok dikunjungi. Dibilang baru lantaran dibuka pada pertengahan tahun 2020. Tempatnya sangat ramai, terlebih di sore hari. Sejak pertama buka, sudah menyandang cafe hits.
Bagi kalangan anak muda di Payakumbuh, kafe ini menjadi favorit tempat singgah. Entah untuk quality time bersama pacar, nongkrong bareng sahabat, atau bahkan tempat 'berperang' mengerjakan skripsi bagi kalangan mahasiswa.
Kopi Ramen sejatinya adalah kolaborasi antara Warunk Kopi Jonni dan Koteji Ramen. Bagi yang menginginkan menyeruput kopi sekaligus menyantap ramen, maka Kopi Ramen adalah pilihannya.
Warunk Kopi Jonni merupakan brand kopi yang terfokus pada Kopi Susu dan Boba. Diberi nama Kopi Joni karena barista utamanya bernama Joni. Sedangkan Koeji Ramen adalah brand ramen yang sebelumnya sudah cukup populer di Payakumbuh, bahkan sebelum Kopi Ramen berdiri.
Foto: instagram/@kopiramen
Berada di tepi jalan raya utama kota Payakumbuh, tepatnya di Jalan Soekarno Hatta No.37, Padang Tinggi Piliang, Kec. Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh. Jika datang dari arah Ngalau, cafe ini berada di sebalah kiri jalan. Sedangkan jika berangkat dari arah tugu Adipura, berada di sebelah kanan dan perlu berputar arah.
Kopi Ramen buka hari Senin - Kamis mulai pukul 11.00 - 22.00 WIB, sedangkan untuk Jum'at - Minggu buka dari 11.00 - 23.00 WIB. Waktu paling nyaman berkunjung adalah sore hari.
Mengusung konsep kolaborasi antara ramen dan kopi, sehingga interior dan ornamen yang ada di dalam cafe sangat kental hubungannya antara Jepang dan Kopi. Cafe ini tidak kalah estetik dengan cafe lainnya. Bagi pengguna instagram, desain yang disajikan oleh cafe ini mampu menghiasi foto cantik kalian.
Foto: instagram/@kopiramen
Kopi Ramen terbagi menjadi dua area, yakni indoor dan outdoor. Keduanya dipisahkan kaca yang tersusun seperti grid. Untuk pemesanan makanan, pengolahan menu, dan pembayaran berada di bagian indoor. Area indoor juga cocok dipilih bagi pengunjung yang menyukai suasana tenang. Bagian indoor tidak seluas outdoor, setidaknya hanya tersedia 4 meja untuk pengunjung.
Sedangkan bagi yang menyukai keramaian, outdoor adalah pilihan terbaik. Area ini memang lebih nyaman dijadikan tempat bercengkrama dengan sahabat. Ruangan outdoor juga merupakan kawasan merokok. Jadi bagi yang terusik dengan asap rokok, sebaiknya memilih indoor saja.
Spot foto terbaik adalah berlatar jendela kaca kotak-kotak. Di sore hari, hasil jepretan akan terlihat sempurna dengan dukungan golden hour. Untuk di indoor, spot fotonya mengandung sedikit sentuhan Jepang.
Foto: instagram/@warunkjonni
Untuk menu ramen dibandrol dari harga Rp18.000 hingga Rp40.000. Menu best seller adalah chicken katsu ramen. Sedangkan untuk minuman dibandrol dari harga Rp15.000 - Rp25.000. Salah satu yang menjadi favorit adalah milo oreo untuk non kopi, dan menu kopi susu aren untuk varian kopinya.
Disini juga disedikan paket bundling. Salah satunya adalah menu origan ramen dengan kopi susu aren dan air mineral. Harganya Rp35.000 saja. Murah kan?
Sayangnya area parkir cukup terbatas dan hanya dapat menampung kendaraan roda dua. Bagi pengunjung yang membawa kendaraan roda empat, bisa memarkirnya di pinggir jalan.
Bagi kalangan anak muda di Payakumbuh, kafe ini menjadi favorit tempat singgah. Entah untuk quality time bersama pacar, nongkrong bareng sahabat, atau bahkan tempat 'berperang' mengerjakan skripsi bagi kalangan mahasiswa.
Kopi Ramen sejatinya adalah kolaborasi antara Warunk Kopi Jonni dan Koteji Ramen. Bagi yang menginginkan menyeruput kopi sekaligus menyantap ramen, maka Kopi Ramen adalah pilihannya.
Warunk Kopi Jonni merupakan brand kopi yang terfokus pada Kopi Susu dan Boba. Diberi nama Kopi Joni karena barista utamanya bernama Joni. Sedangkan Koeji Ramen adalah brand ramen yang sebelumnya sudah cukup populer di Payakumbuh, bahkan sebelum Kopi Ramen berdiri.
Foto: instagram/@kopiramen
Berada di tepi jalan raya utama kota Payakumbuh, tepatnya di Jalan Soekarno Hatta No.37, Padang Tinggi Piliang, Kec. Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh. Jika datang dari arah Ngalau, cafe ini berada di sebalah kiri jalan. Sedangkan jika berangkat dari arah tugu Adipura, berada di sebelah kanan dan perlu berputar arah.
Kopi Ramen buka hari Senin - Kamis mulai pukul 11.00 - 22.00 WIB, sedangkan untuk Jum'at - Minggu buka dari 11.00 - 23.00 WIB. Waktu paling nyaman berkunjung adalah sore hari.
Mengusung konsep kolaborasi antara ramen dan kopi, sehingga interior dan ornamen yang ada di dalam cafe sangat kental hubungannya antara Jepang dan Kopi. Cafe ini tidak kalah estetik dengan cafe lainnya. Bagi pengguna instagram, desain yang disajikan oleh cafe ini mampu menghiasi foto cantik kalian.
Foto: instagram/@kopiramen
Kopi Ramen terbagi menjadi dua area, yakni indoor dan outdoor. Keduanya dipisahkan kaca yang tersusun seperti grid. Untuk pemesanan makanan, pengolahan menu, dan pembayaran berada di bagian indoor. Area indoor juga cocok dipilih bagi pengunjung yang menyukai suasana tenang. Bagian indoor tidak seluas outdoor, setidaknya hanya tersedia 4 meja untuk pengunjung.
Sedangkan bagi yang menyukai keramaian, outdoor adalah pilihan terbaik. Area ini memang lebih nyaman dijadikan tempat bercengkrama dengan sahabat. Ruangan outdoor juga merupakan kawasan merokok. Jadi bagi yang terusik dengan asap rokok, sebaiknya memilih indoor saja.
Spot foto terbaik adalah berlatar jendela kaca kotak-kotak. Di sore hari, hasil jepretan akan terlihat sempurna dengan dukungan golden hour. Untuk di indoor, spot fotonya mengandung sedikit sentuhan Jepang.
Foto: instagram/@warunkjonni
Untuk menu ramen dibandrol dari harga Rp18.000 hingga Rp40.000. Menu best seller adalah chicken katsu ramen. Sedangkan untuk minuman dibandrol dari harga Rp15.000 - Rp25.000. Salah satu yang menjadi favorit adalah milo oreo untuk non kopi, dan menu kopi susu aren untuk varian kopinya.
Disini juga disedikan paket bundling. Salah satunya adalah menu origan ramen dengan kopi susu aren dan air mineral. Harganya Rp35.000 saja. Murah kan?
Sayangnya area parkir cukup terbatas dan hanya dapat menampung kendaraan roda dua. Bagi pengunjung yang membawa kendaraan roda empat, bisa memarkirnya di pinggir jalan.
Artikel ini ditulis oleh WerymaS
Berita Terkait
Pisang Geluk, Manisnya Tak Terlupakan
Food & Travel 04 Januari 2021Rujak Yusah, Rujak Cingur yang Merakyat di Jember
Food & Travel 04 Januari 2021Fruits Coconut, Segarnya Anti-Mainstream
Food & Travel 02 Januari 2021
Terbaru
Tahu Petis Bagoestira Gurihnya Maksimal
Food & Travel 04 Januari 2021Pisang Geluk, Manisnya Tak Terlupakan
Food & Travel 04 Januari 2021Rujak Yusah, Rujak Cingur yang Merakyat di Jember
Food & Travel 04 Januari 2021Cara Menghindari Biaya Data Roaming Ketika di Luar Negeri
Techno 03 Januari 2021
Berita Video
Popular Tags
Trending
Berburu Mainan di Jakarta Toys & Comics Fair 2020
News 29 Februari 2020Youtuber Masak Jenglot Goreng Tepung, Apa Rasanya?
News 19 November 2019Seperti Apa sih Fasilitas Hotel Untuk Isolasi
News 28 April 2020Pesona Bukit Bintang Tiga Rasa di Lombok
Food & Travel 12 Oktober 2019Nongkrong Asyik di Sumur Moo Nyoo
Food & Travel 07 Oktober 2020Nasi Bakar Isi Kepompong Ulat Jati
Food & Travel 04 Oktober 2019Mahasiswa Tuntut DPR Menunda RUU KUHP
News 20 September 2019