
Foto: Instagram/@putuk_kembar
Mojokerto merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang kerap jadi perbincangan karena menawarkan banyak wisata alam. Salah satu wisata alam yang tak surut akan pengunjung sejak pertama kali dibuka adalah Puncak Puthuk Kembar.
Destinasi wisata yang terletak di Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto ini, buka setiap hari selama 24 jam. Waktu tempuh dari pusat Kota Mojokerto menuju Puncak Puthuk Kembar kurang lebih satu jam perjalanan. Dengan kondisi jalan cukup ekstrim, curam, dan berbatu, Anda harus berhati-hati apalagi jika berkunjung saat malam hari.
Untuk menuju ke Puncak Puthuk Kembar, Anda dapat menggunakan kendaraan pribadi baik motor maupun mobil. Namun jika menggunakan mobil, Anda harus memarkirnya di bawah kemudian berjalan sekitar 500 meter menuju puncak. Sedangkan jika menggunakan motor, Anda bisa langsung naik ke puncak dengan mengendarainya.
Foto: Instagram/@putuk_kembar
Terkenal dengan keindahannya saat malam hari, tak membuat Puncak Puthuk Kembar diabaikan pada pagi hari. Pasalnya keindahan alam yang ditawarkan sedikit berbeda. Di pagi hari, Anda akan mendapati lautan awan serta hijaunya perbukitan yang menyegarkan mata. Sedangkan saat malam hari, Anda akan disuguhi pemandangan dengan gemerlap lampu yang indah seperti bintang bertaburan.
Puncak Puthuk Kembar merupakan tempat yang cocok untuk berburu spot foto keren bagi kaum milenial. Berbagai spot foto telah disediakan di sini, mulai dari gardu cinta, rumah pohon, dan beberapa gardu lainnya. Karena terbuat dari bambu, spot foto tersebut terkesan menyatu dengan alam. Untuk berfoto di tiap spot, Anda tidak akan dikenakan biaya tambahan.
Jika khawatir tak bisa membidik gambar dengan baik, Anda dapat meminta bantuan dari fotografer di sini. Untuk jasa tersebut, Anda akan dikenakan tarif sebesar Rp10.000 dengan hasil tiga jepretan foto.
Tak hanya itu, di sini Anda juga dapat mendirikan tenda. Anda dapat menyewanya dengan membayar sebesar Rp30.000, sudah termasuk biaya menginap. Namun, jika membawa tenda sendiri, Anda hanya dikenakan biaya menginap sebesar Rp10.000 saja.
Foto: Instagram/@putuk_kembar
Saat berkunjung ke sini, Anda akan merasakan hawa sejuk pegunungan yang membuat tubuh terasa lebih segar. Hal ini menjadi nilai tambah dari Puncak Puthuk Kembar karena Anda akan lebih nyaman untuk berlama-lama di sini. Untuk menikmati suasana dan keindahan obyek wisata ini, Anda harus membeli tiket sebesar Rp20.000 jika mengendarai mobil atau Rp10.000 jika mengendarai motor.
Menariknya, Puncak Puthuk Kembar juga dilengkapi area wifi sehingga Anda tak perlu khawatir kesulitan mengakses internet. Dengan adanya wifi ini pula, Anda dapat bersantai sekaligus berselancar di dunia maya. Tak hanya itu, untuk menambah kenyamanan, di sini juga ada beberapa warung. Hawa dingin yang menyapa kulit dapat dihangatkan dengan membeli kopi panas maupun teh hangat.
Puncak Puthuk Kembar memang lebih sering dikunjungi saat malam hari karena para wisatawan ingin mendapatkan foto terbaik dengan background gemerlap lampu. Namun, kapan pun Anda datang, keindahannya tak akan berkurang. Bahkan saat siang hari, Puncak Puthuk Kembar tetap bisa dinikmati dengan hawa yang tidak terlalu panas.
Destinasi wisata yang terletak di Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto ini, buka setiap hari selama 24 jam. Waktu tempuh dari pusat Kota Mojokerto menuju Puncak Puthuk Kembar kurang lebih satu jam perjalanan. Dengan kondisi jalan cukup ekstrim, curam, dan berbatu, Anda harus berhati-hati apalagi jika berkunjung saat malam hari.
Untuk menuju ke Puncak Puthuk Kembar, Anda dapat menggunakan kendaraan pribadi baik motor maupun mobil. Namun jika menggunakan mobil, Anda harus memarkirnya di bawah kemudian berjalan sekitar 500 meter menuju puncak. Sedangkan jika menggunakan motor, Anda bisa langsung naik ke puncak dengan mengendarainya.
Foto: Instagram/@putuk_kembar
Terkenal dengan keindahannya saat malam hari, tak membuat Puncak Puthuk Kembar diabaikan pada pagi hari. Pasalnya keindahan alam yang ditawarkan sedikit berbeda. Di pagi hari, Anda akan mendapati lautan awan serta hijaunya perbukitan yang menyegarkan mata. Sedangkan saat malam hari, Anda akan disuguhi pemandangan dengan gemerlap lampu yang indah seperti bintang bertaburan.
Puncak Puthuk Kembar merupakan tempat yang cocok untuk berburu spot foto keren bagi kaum milenial. Berbagai spot foto telah disediakan di sini, mulai dari gardu cinta, rumah pohon, dan beberapa gardu lainnya. Karena terbuat dari bambu, spot foto tersebut terkesan menyatu dengan alam. Untuk berfoto di tiap spot, Anda tidak akan dikenakan biaya tambahan.
Jika khawatir tak bisa membidik gambar dengan baik, Anda dapat meminta bantuan dari fotografer di sini. Untuk jasa tersebut, Anda akan dikenakan tarif sebesar Rp10.000 dengan hasil tiga jepretan foto.
Tak hanya itu, di sini Anda juga dapat mendirikan tenda. Anda dapat menyewanya dengan membayar sebesar Rp30.000, sudah termasuk biaya menginap. Namun, jika membawa tenda sendiri, Anda hanya dikenakan biaya menginap sebesar Rp10.000 saja.
Foto: Instagram/@putuk_kembar
Saat berkunjung ke sini, Anda akan merasakan hawa sejuk pegunungan yang membuat tubuh terasa lebih segar. Hal ini menjadi nilai tambah dari Puncak Puthuk Kembar karena Anda akan lebih nyaman untuk berlama-lama di sini. Untuk menikmati suasana dan keindahan obyek wisata ini, Anda harus membeli tiket sebesar Rp20.000 jika mengendarai mobil atau Rp10.000 jika mengendarai motor.
Menariknya, Puncak Puthuk Kembar juga dilengkapi area wifi sehingga Anda tak perlu khawatir kesulitan mengakses internet. Dengan adanya wifi ini pula, Anda dapat bersantai sekaligus berselancar di dunia maya. Tak hanya itu, untuk menambah kenyamanan, di sini juga ada beberapa warung. Hawa dingin yang menyapa kulit dapat dihangatkan dengan membeli kopi panas maupun teh hangat.
Puncak Puthuk Kembar memang lebih sering dikunjungi saat malam hari karena para wisatawan ingin mendapatkan foto terbaik dengan background gemerlap lampu. Namun, kapan pun Anda datang, keindahannya tak akan berkurang. Bahkan saat siang hari, Puncak Puthuk Kembar tetap bisa dinikmati dengan hawa yang tidak terlalu panas.
Artikel ini ditulis oleh Chamalat Nur Azizah
Berita Terkait
Telaga Tanpa Air di Gunung Blego
Food & Travel 14 September 2020Air Terjun Sambabo dan Legenda Unik Burung Raksasa
Food & Travel 12 September 2020Begini Rasanya Mandi di Kolam Renang Tengah Sawah
Food & Travel 12 September 2020Adem Banget, Danau Mas Harun Bastari di Curup
Food & Travel 11 September 2020
Terbaru
Selalu Ada Kenikmatan di Kopi Doeloe
Food & Travel 18 September 2020Bersantap Nyaman di RM Alam Lestari Cirebon,
Food & Travel 18 September 2020Kanto Lampo, Air Terjun Eksotis di Bali
Food & Travel 17 September 2020Nikmatnya Tiram Bakar Lajari
Food & Travel 17 September 2020The Vault, Kafe dengan Banyak Board Game Seru
Food & Travel 17 September 2020Galeri Nasional Indonesia Simpan Karya Maestro Seni Dunia
Food & Travel 17 September 2020Pemandangan Merapi dan Kopi Nikmat di Kopi Kali Petung
Food & Travel 17 September 2020Makan Mi Sambil Nonton Akustikan
Food & Travel 17 September 2020Danau Siombak, Tempat Wisata Tersembunyi di Kota Medan
Food & Travel 17 September 2020Kelezatan Cilok Khas Kampung Kalangan Tulungagung
Food & Travel 17 September 2020
Berita Video
Popular Tags
Trending
Berburu Mainan di Jakarta Toys & Comics Fair 2020
News 29 Februari 2020Empat Hal Tentang Vaping Ini Harus Kamu Ketahui
Health 23 September 2019Youtuber Masak Jenglot Goreng Tepung, Apa Rasanya?
News 19 November 2019Wali Kota Dikritik, Datang ke Acara Publik Cuma Pakai Foto
News 13 Oktober 2019649 Orang Diamankan Polisi Usai Demo DPR
News 01 Oktober 2019Seperti Apa sih Fasilitas Hotel Untuk Isolasi
News 28 April 2020Pesona Bukit Bintang Tiga Rasa di Lombok
Food & Travel 12 Oktober 2019