
Foto: perpus.jatengprov.go.id
Namanya mungkin tidak setenar Sego Liwet, Sego Gudeg, Sego Kucing, dan lainnya. Namun makanan nusantara satu ini tak kalah menggugah selera. Yup, inilah Sego Gudang yang menjadi salah satu kuliner warisan masyarakat Klaten, Jawa Tengah.
Bagi yang masih asing dengan makanan satu ini, mari mengenalnya lebih jauh!
Racikan Sego Gudang tak akan sulit dicari di Klaten. Hampir sepanjang jalan di berbagai sudut Kota berslogan Klaten Bersinar ini ditemukan penjual Sego Gudang.
Kuliner ini terdiri dari aneka sayuran yang direbus setengah matang dan diberi bumbu parutan kelapa serta taburan bubuk kedelai goreng. Aneka sayuran yang dimaksud terdiri dari daun pepaya, daun bayung, daun bentis, kemangi, wortel, kobis, tauge, kacang panjang, atau bisa juga ditambah nangka muda.
Foto: Instagram/@chrisnawaresti
Rasa bawang putih, sedikit kencur, dan gula mendominasi bumbu di makanan ini. Menjadi semakin nikmat ketika seporsi Sego Gudang disajikan dengan cara dibungkus daun pisang atau daun jati. Anda juga bisa menambahkan lauk pauk seperti kerupuk nasi dan tempe kemul.
Untuk mendapatkan seporsi Sego Gudang, hanya perlu merogoh kocek sekitar Rp3.000. Harga yang sangat murah untuk menu kuliner tak tertandingi kelezatannya.
Anda bisa pesan makanan ini untuk dibawa pulang atau makan di tempat sambil menikmati kesejukan udara Klaten, dimana di beberapa sudut kota langsung memandang kemegahan Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.
Foto: Instagram/@marthaalvita
Sepintas Sego Gudang nampak seperti uraban, trancam, atau makanan sejenisnya. Meski terlihat serupa, tapi ketiganya memiliki perbedaan cukup signifikan.
Uraban atau urap terdiri dari berbagai sayuran rebus seperti daun ketela pohon, kacang panjang, kobis, dan campuran tauge. Rebusan sayuran tersebut lantas diberi bumbu kelapa parut yang telah dikukus bersama bumbu halus bawang putih, sedikit cabai, asam jawa, kencur, garam, dan gula jawa.
Pada olahan trancam, sayuran yang disajikan dengan parutan kelapa tidak perlu direbus sama sekali. Sementara pada menu Sego Gudang, pilihan sayuran yang direbus lebih bervariasi dibandingkan dengan urap atau trancam. Bisa dijamin, menu sederhana ini dapat mengenyangkan perut dan memanjakan lidah karena rasanya khas.

Foto: Twitter/@oebikadjoe
Selain menjadi simbol kesederhanaan masyarakat Jawa, Sego Gudang memiliki cita rasa khas yang diwariskan secara turun-temurun. Tak hanya dijajakan untuk santapan sehari-hari, Sego Gudang disuguhkan dalam acara-acara bersifat tradisi, seperti tradisi bancakan weton (hari lahir), brokohan (setelah melahirkan), munggah kap (menaikkan atap saat membangun rumah), atau berbagai acara syukuran lainnya.
Saat acara syukuran, Sego Gudang biasanya disajikan dalam sebuah wadah besar lengkap dengan lauk pauk dan pelengkapnya. Semua tertata sedemikian rupa.
Tradisi yang terjaga dengan baik menjadikan Sego Gudang sebagai menu yang ikut bertahan dalam kearifan lokal masyarakat setempat. Sebuah simbol kesederhaan menu jaman dulu yang tak tergerus jaman. Bahkan Sego Gudang menjadi salah satu menu nusantara pilihan berbagai kalangan.
Buat yang penasaran, mari berwisata ke Kota Klaten.
Bagi yang masih asing dengan makanan satu ini, mari mengenalnya lebih jauh!
Racikan Sego Gudang tak akan sulit dicari di Klaten. Hampir sepanjang jalan di berbagai sudut Kota berslogan Klaten Bersinar ini ditemukan penjual Sego Gudang.
Kuliner ini terdiri dari aneka sayuran yang direbus setengah matang dan diberi bumbu parutan kelapa serta taburan bubuk kedelai goreng. Aneka sayuran yang dimaksud terdiri dari daun pepaya, daun bayung, daun bentis, kemangi, wortel, kobis, tauge, kacang panjang, atau bisa juga ditambah nangka muda.
Foto: Instagram/@chrisnawaresti
Rasa bawang putih, sedikit kencur, dan gula mendominasi bumbu di makanan ini. Menjadi semakin nikmat ketika seporsi Sego Gudang disajikan dengan cara dibungkus daun pisang atau daun jati. Anda juga bisa menambahkan lauk pauk seperti kerupuk nasi dan tempe kemul.
Untuk mendapatkan seporsi Sego Gudang, hanya perlu merogoh kocek sekitar Rp3.000. Harga yang sangat murah untuk menu kuliner tak tertandingi kelezatannya.
Anda bisa pesan makanan ini untuk dibawa pulang atau makan di tempat sambil menikmati kesejukan udara Klaten, dimana di beberapa sudut kota langsung memandang kemegahan Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.
Foto: Instagram/@marthaalvita
Sepintas Sego Gudang nampak seperti uraban, trancam, atau makanan sejenisnya. Meski terlihat serupa, tapi ketiganya memiliki perbedaan cukup signifikan.
Uraban atau urap terdiri dari berbagai sayuran rebus seperti daun ketela pohon, kacang panjang, kobis, dan campuran tauge. Rebusan sayuran tersebut lantas diberi bumbu kelapa parut yang telah dikukus bersama bumbu halus bawang putih, sedikit cabai, asam jawa, kencur, garam, dan gula jawa.
Pada olahan trancam, sayuran yang disajikan dengan parutan kelapa tidak perlu direbus sama sekali. Sementara pada menu Sego Gudang, pilihan sayuran yang direbus lebih bervariasi dibandingkan dengan urap atau trancam. Bisa dijamin, menu sederhana ini dapat mengenyangkan perut dan memanjakan lidah karena rasanya khas.

Foto: Twitter/@oebikadjoe
Selain menjadi simbol kesederhanaan masyarakat Jawa, Sego Gudang memiliki cita rasa khas yang diwariskan secara turun-temurun. Tak hanya dijajakan untuk santapan sehari-hari, Sego Gudang disuguhkan dalam acara-acara bersifat tradisi, seperti tradisi bancakan weton (hari lahir), brokohan (setelah melahirkan), munggah kap (menaikkan atap saat membangun rumah), atau berbagai acara syukuran lainnya.
Saat acara syukuran, Sego Gudang biasanya disajikan dalam sebuah wadah besar lengkap dengan lauk pauk dan pelengkapnya. Semua tertata sedemikian rupa.
Tradisi yang terjaga dengan baik menjadikan Sego Gudang sebagai menu yang ikut bertahan dalam kearifan lokal masyarakat setempat. Sebuah simbol kesederhaan menu jaman dulu yang tak tergerus jaman. Bahkan Sego Gudang menjadi salah satu menu nusantara pilihan berbagai kalangan.
Buat yang penasaran, mari berwisata ke Kota Klaten.
Artikel ini ditulis oleh Miranti
Berita Terkait
Warung Kata Pusur Sajikan Nasi Biru Hingga Teh Biru
Food & Travel 13 Agustus 2020Jenang Nona, Super Lengkap dan Jadi Favorit
Food & Travel 13 Agustus 2020Nasi Bakar Hilap, Harumnya Membuat Khilaf
Food & Travel 13 Agustus 2020Yamie Panda, Kental Nuansa Orientalnya
Food & Travel 12 Agustus 2020Bulung, Kudapan Unik Khas Tanah Dewata
Food & Travel 12 Agustus 2020Rujak Cingur BBM, Legendaris di Surabaya
Food & Travel 12 Agustus 2020
Terbaru
Monas, Monumen yang Paling Dikenal Orang Indonesia
Food & Travel 13 Agustus 2020Sajian Memuaskan Bagi Pecinta Burger
Food & Travel 13 Agustus 2020Ote-ote Porong Sebagai Jajanan Asli Kota Lumpur
Food & Travel 13 Agustus 2020Jejak Keturunan Sunan Gunung Jati di Rampal Celaket
Food & Travel 13 Agustus 2020Pantai Gemah, Destinasi Bahari Hits di Tulungagung
Food & Travel 13 Agustus 2020Menikmati Kopi Khas Menoreh di Kedai Kopi Pari
Food & Travel 13 Agustus 2020Warung Kata Pusur Sajikan Nasi Biru Hingga Teh Biru
Food & Travel 13 Agustus 2020Belajar Sejarah Maritim Indonesia di Museum Bahari
Food & Travel 13 Agustus 2020Jenang Nona, Super Lengkap dan Jadi Favorit
Food & Travel 13 Agustus 2020
Berita Video
Popular Tags
Trending
Berburu Mainan di Jakarta Toys & Comics Fair 2020
News 29 Februari 2020Youtuber Masak Jenglot Goreng Tepung, Apa Rasanya?
News 19 November 2019Empat Hal Tentang Vaping Ini Harus Kamu Ketahui
Health 23 September 2019Wali Kota Dikritik, Datang ke Acara Publik Cuma Pakai Foto
News 13 Oktober 2019649 Orang Diamankan Polisi Usai Demo DPR
News 01 Oktober 2019Seperti Apa sih Fasilitas Hotel Untuk Isolasi
News 28 April 2020Pesona Bukit Bintang Tiga Rasa di Lombok
Food & Travel 12 Oktober 2019