Lifestyle 22 Juli 2021

Foto: Brisik.id/Herdita Dyah Nuraini
Pada masa pandemi Covid – 19 ini, memunculkan ide inovatif dan kreatif. Business is unusual, bisnis bukan lagi konvensional, semua beralih dan memerlukan inovasi juga ide kreatif. Dua wanita muda lulusan sarjana teknik lingkungan di salah satu universitas di Yogyakarta, concern pada fashion dan isu lingkungan, berkreasi dengan eco fashion, yaitu bentuk industri fashion yang ramah lingkungan dengan menggunakan bahan baku organik, baik dalam proses produksi maupun dalam proses pewarnaan.
Natural dye (pewarnaan alami) merupakan salah satu dari sekian banyak cara yang potensial untuk mengembangkan eco fashion. Keduanya mendirikan "Kastuba" dengan tagline "Specialist Natural Dye". Pemikiran ini muncul setelah tulisan pada skripsi mereka tentang analisis limbah polutan yang ditimbulkan akibat proses pengolahan batik dengan pewarna kimiawi. Penggunaan zat warna alam sebagai upaya mengurangi pencemaran lingkungan akibat penggunaan pewarna sintetis.
Teknik Reka Latar Eco Print
Teknik natural dye merupakan teknik pewarnaan yang menggunakan bahan dasar pewarna alami, warna yang terserap akan menyatu dengan serat yang ada pada kain, sehingga dapat menahan gesekan dan pencucian. Pengembangan teknik natural dye salah satunya adalah teknik eco print. Teknik eco print menggunakan bahan alam tumbuhan berupa daun, batang, bunga atau pun buah sehingga tercipta motif dengan bentuk-bentuk dari alam. Bagian-bagian dari tumbuhan bisa digunakan sebagai bahan print dengan melakukan eksplorasi lebih lanjut. Teknik reka latar eco print merupakan proses untuk mentransfer warna dan bentuk ke kain melalui kontak langsung dengan proses pounding (pukul) atau steaming (kukus).
Foto: Brisik.id/Herdita Dyah Nuraini
Teknik pounding dilakukan dengan cara meletakkan daun atau bunga di atas kain, lalu memukulnya dengan menggunakan palu. Teknik ini sebagai salah satu teknik sederhana dalam eco print. Teknik steaming dilakukan dengan cara menempelkan tanaman yang memiliki pigmen warna pada kain, kemudian merebusnya di dalam panci besar. Tanaman yang digunakan merupakan tanaman yang memiliki tannin warna, karena hal ini menjadi faktor penting dalam mengekstraksi pigmen warna.
Pendirian "Kastuba" dan Produknya
Kastuba bermula dari Rama Craft yang didirikan salah satu pemilik Kastuba sejak tahun 2018 di Sewon, Bantul. Bisnis ini beranjak dari bisnis sampingan yaitu membuat batik di atas tas tote bag yang juga memperhatikan lingkungan, karena mendukung seruan untuk plasticless. Bisnis sampingan ini dilakukan salah satu pemilik Kastuba setelah pulang kerja, dibantu dengan adiknya yang masih SMA. Tas produk Rama Craft ini laku di pasaran, bahkan digunakan hingga di Australia oleh mahasiswa pertukaran pelajar.
Foto: Brisik.id/Herdita Dyah Nuraini
Pada tahun 2020, saat masa sulit pandemi Covid - 19 melanda hingga di Indonesia, pemilik Rama Craft ini dirumahkan. Ia mulai fokus untuk menjalankan usahanya secara serius dengan mempelajari teknik pewarna alam, jumputan (shibori) dan eco print di Sanggar Wani Migunani. Sementara fokus pada pengerjaan produk, ia pun mengajak teman kuliahnya untuk bergabung sebagai marketing dan funding. Keduanya membentuk Kastuba dan fokus pada usaha eco print. Produk Kastuba pertama kali adalah masker "tutuk", yang menggunakan teknik pounding, memukul daun di atas kain yang sudah dipotong ukuran masker. Produk lainnya adalah kain dengan teknik steaming, yang kemudian dibuat mukena, baju, kerudung persegi, pashmina dan dompet kain/pouch serta mug eco print. Masker shibori pewarna alam daun jati dan mangga sampai ke Papua yang digunakan untuk choir traditional dari Tambraw yaitu The sound of Tambraw.
Kastuba belum memiliki tempat produksi tersendiri, masih ikut di sanggar Wani Migunani. Untuk mendapatkan tempat produksi yang cukup luas, dilakukan kerja sama yang cukup unik. Kastuba dan Sanggar Wani Migunani bekerjasama dengan Eduwisata Krandan Ciblon Papringan di Salaman, Magelang. Mereka memberikan pelatihan teknik eco print secara gratis untuk warga setempat. Kompensasi dari kerja sama ini, mereka mendapat ratusan bibit pohon kelengkeng yang akan ditanam di suatu lahan di daerah Godean, Cebongan dan Sidokarto, Sleman. Lahan seluas 3 Ha di Sidokarto tersebut merupakan lahan yang akan menjadi tempat produksi, hasil kerja sama dengan pemilik lahan yang ingin bercocoktanam kelengkeng.
Promosi "Kastuba"
Kastuba terdaftar di Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Kabupaten Bantul. Upaya menawarkan produk Kastuba melalui pameran, media daring, dan workshop. Kastuba melakukan workshop teknik eco print di beberapa kota, antara lain Bogor, Yogyakarta dan Magelang. Di workshop ini, peserta praktik membuat eco print pada kain seukuran selendang, dan membawa pulang hasil karyanya.
Foto: Brisik.id/Herdita Dyah Nuraini
Bila teman Brisik ingin menjajal workshop teknik ecoprint dengan Kastuba bisa menghubungi pemilik usaha ini yaitu Herdina Rizki Damayanti dengan nomor Hp 085747397967 atau Faridis Ing Nirwana 085811803000 dengan IG @Kastuba_ ; @mayaapurwoko ; dan @ingnirwana.
Tags : kastuba batik ecoprint natural dye brisik.id
Artikel ini ditulis oleh :
Ranking Level
| Badge | Name | Keterangan |
|---|---|---|
| Bronze 1 | 1-14 artikel | |
| Bronze 2 | 15-30 artikel | |
| Bronze 3 | 31-45 artikel | |
| Bronze 4 | 45-60 artikel | |
| Bronze 5 | 61-75 artikel | |
| Silver 1 | 76-125 artikel | |
| Silver 2 | 126-175 artikel | |
| Silver 3 | 176-225 artikel | |
| Silver 4 | 226-275 artikel | |
| Silver 5 | 276-325 artikel | |
| Gold 1 | 326-400 artikel | |
| Gold 2 | 401-475 artikel | |
| Gold 3 | 476-550 artikel | |
| Gold 4 | 551-625 artikel | |
| Gold 5 | 626-700 artikel | |
| Platinum 1 | 701-800 artikel | |
| Platinum 2 | 801-900 artikel | |
| Platinum 3 | 901-1000 artikel | |
| Platinum 4 | 1001-1100 artikel | |
| Platinum 5 | 1101-1200 artikel | |
| Diamond 1 | 1201-1350 artikel | |
| Diamond 2 | 1351-1500 artikel | |
| Diamond 3 | 1501-1650 artikel | |
| Diamond 4 | 1651-1800 artikel | |
| Diamond 5 | > 1800 |
Bantul {[{followers}]} Followers

Merayakan kekayaan budaya dan etnis yang terlukis dalam motif pewarnaan natural.
22 Jul 2021

Batik dengan motif unik dan modern dari Magelang.
04 Jul 2021

Museum Batik adalah museum swasta yang dikelola secara pribadi oleh salah satu pembatik pertama di Kraton Yogyakarta.
30 Jun 2021

Tempat untuk bersantai sambil menyeruput kopi bersama camilan kekinian.
29 Januari 2021

Karena minimnya objek wisata di kota katulistiwa.
13 Maret 2020

Makanan Tasikmalaya yang sederhana dan nikmat
11 Januari 2021

Roti atau toastnya terasa gurih dan renyah sedangkan isiannya sangat memanjakan lidah.
12 Juni 2020

Untuk menegaskan identitas Kota Wisata Batu.
23 April 2020

Tempat makan ini memiliki konsep alam, natural, dimana meja dan kursi berbahan dasar kayu jati juga dinding-dinding yang terbuka dari bambu pilihan.
25 Juli 2021

Menyajikan panorama Kabupaten Wonosobo dari kejauhan.
25 Juli 2021

Tarian ini biasa dilakukan untuk menyambut musim panen padi.
25 Juli 2021


Curug setinggi 75 meter ini menawarkan keindahan dan kesejukan alam yang memukau.
25 Juli 2021




