Monumen Kresek, Saksi Bisu Kebiadaban PKI di Madiun

Food & Travel 21 November 2020

madiun kresek monumen pki

Foto: instagram/@monumen.kresek


PKI menyisakan rasa pilu dan geram di hati rakyat Indonesia. Ratusan kyai, ulama’, santri, tokoh agama, TNI, sampai rakyat jelata gugur dalam peristiwa ini. Madiun merupakan salah satu kota yang menjadi saksi kekejaman PKI tahun 1948 dan 1965. 

Memperingati tragedi tersebut, pemerintah setempat membangun Monumen dengan nama Monumen Kresek. Dinamakan Kresek karena berada di Desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Lokasinya dekat dengan wisata alam Grape yang khas akan sungai dengan batu-batu besarnya.

Monumen ini dibangun pada tahun 1987 dan diresmikan pada tahun 1991 oleh Soelarso, Gubernur Jawa Timur kala itu.  Dibangun diatas lahan dengan luas 2 hektare.

Foto : instagram/@monumen.kresek

Monumen berjarak sekitar 8 km dari Kota Madiun dengan lama perjalanan sekitar 20 menit berkendara. Dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi. Rute termudah untuk mencapainya dari Kota Madiun yaitu Kota Madiun – Jl.Raya Dungus – Jl.Raya Kresek. 

Sepanjang perjalanan menu monumen, pengunjung akan disuguhkan panorama persawahan, pepohonan hijau, tak ketinggalan sungai dengan air sangat jernih dan jalanan naik turun khas lereng Gunung Wilis. Bagi pengunjung pecinta fotografi, pastikan untuk membawa kamera karena banyak pemandangan indah yang menanti untuk dipotret. 

Monumen berada di pinggir jalan raya dengan patokan setelah Jembatan Kresek. Bangunan utama di dalam kompleks monumen adalah patung Muso yang menghunuskan pedang kepada korban. Muso adalah gembong PKI yang terkenal kejam dan bengis, tak segan menghabisi korbannya. Terdapat juga relief dan prasasti yang tertulis nama-nama pejuang yang gugur. 

Foto : instagram/@monumen.kresek

Monumen ini sangat cocok untuk mengenalkan sejarah kepada anak-anak, agar  tidak hilang tergerus zaman. Sekedar tips jika berkunjung di siang hari, gunakan topi atau payung karena area patung Muso cukup panas di siang hari. Namun, di sisi lain monumen ini sangatlah rindang.



Ada juga taman dengan payung warna-warni yang menambah keindahan monumen dan tentunya instagramable untuk pengunjung yang gemar selfie.

Selain itu, kini ada fasilitas mainan untuk anak-anak seperti perosotan dan jungkat-jungkit sehingga bagi orangtua yang membawa anak tak perlu khawatir.

Foto: instagram/@monumen.kresek

Monumen dibuka setiap hari mulai pukul 05.00 – 21.00 WIB. Pengunjung dikenakan biaya masuk untuk dewasa sebesar Rp3.000 dan anak-anak sebesar Rp2.000. Untuk pengunjung yang membawa kendaraan pribadi, tersedia area parkir cukup luas. Selain itu, fasilitas umum di dalam kompleks monumen sudah tersedia kamar mandi, taman, pendopo, lapangan yang luas.

Selain digunakan untuk wisata sejarah, Monumen Kresek juga seringkali digunakan untuk kemah anak-anak sekolah dan lokasi upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Tak jarang sejumlah pasangan memilih tempat ini sebagai lokasi foto prewedding. 

Untuk urusan perut, pengunjung dapat mampir ke Pondok Catur di Jl. Raya Monumen Kresek, Kec.Wungu, Kab.Madiun, Jawa Timur. Menu yang tersedia diantaranya ayam panggang, ayam ladha, ikan bakar, ikan kali, gurame, dll. Harga yang ditawarkan pun sangat bersahabat dengan kantong, mulai Rp10.000 saja. Hawa sejuk pegunungan semakin menambah selera bersantap. 

Sementara itu, untuk penginapan terdapat Kali Catur Resort Hotel berjarak sekitar 15 km dari monumen. Berlokasi di Jl.Karanganyar, Desa Kaibon, Kec.Geger, Kab.Madiun, Jawa Timur. Penginapan dengan pemandangan alam sejuk ini mematok harga mulai Rp.00.000 per malam.

Artikel ini ditulis oleh Anna

madiun kresek monumen pki

Berita Terkait

Berita Video