Rumah Adat Cikondang, Mempertahankan Nilai Luhur Meski Zaman Kian Melaju

Budaya & Gaya Hidup 04 Januari 2022

Foto: brisik.id/Nurul Aisyah Dien Rachmani Putri

Bandung selalu menjadi surga bari para pelancong. Selain menyuguhkan destinasi wisata, kulinernya puntak boleh terlewatkan. Setidaknya inilah alasan bagi kalangan ibukota untuk berbondong-bondong memenuhi kota ini di akhir pekan. Tak heran, puncak kemacetan di Bandung terjadi pada hari Sabtu dan Minggu. Dimana orang-orang yang bekerja memenuhi imunnya dengan berlibur di akhir pekan, sehingga fresh untuk menjalani beberapa hari ke depan.

Rumah Adat Cikondang bisa menjadi salah satu destinasi wisata. Berlokasi di Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat tentunya cukup dekat dengan wilayah kota. Meski begitu, Teman Brisik perlu mengecek hari, karena tidak sembarang untuk berkunjung kesana. Di hari-hari tertentu, seperti Selasa, Jumat, dan Sabtu merupakan hari pantangan untuk tamu datang. Bagi perempuan yang sedang mengalami menstruasi pun tidak diperbolehkan untuk masuk ke rumah adat ini.

Foto : Brisik.id/NurulAisyah Dien Rachmani Putri

Lisung dan Alu

Sebelum menuju rumah adat, Teman Brisik akan menemui lisung dan alu yang memiliki ukuran cukup besar. Lisung berbentuk persegi panjang dengan ceruk di bagian tengah yang dalam. Sedangkan alu adalah tongkat kayu yang dipakai sebagai alat penumbuk. Terdapat filosofi kebersamaan pada setiap nasi yang kita makan. Karena dalam prosesnya, orang cenderung menumbuk padi bersama-sama. Disanalah terjadi proses bersosialisasi dan bercengkerama antara satu dengan lainnya. 

Foto : Brisik.id/NurulAisyah Dien Rachmani Putri

Histori Rumah Adat Cikondang

Menurut Anom Juhana, rumah adat ini memiliki luas sekitar 60 tumbak. Jika dikalkulasikan ke dalam satuan meter, luasnya ialah 840 meter persegi. Rumah ini telah ada sejak berpuluh tahun lamanya. Terbuat dari bambu, kayu, dan ijuk. Bahan kayunya pun tidak sembarangan, menggunakan kayu gaharu yang kini sangat langka. Meskipun zaman selalu maju, tidak  banyak yang berubah dari rumah ini. Sejak pembangunan awal, rumah ini baru direnovasi sebanyak dua kali. Kali pertama renovasi dilakukan oleh leluhur, yakni Anom Ruhiyat.

Dikisahkan bahwa pada tahun ’42 terjadi kebakaran hebat yang membuat rumah-rumah di daerah ini habis dilahap api. Ajaibnya, hanya ada satu rumah yang tetap tegap berdiri. Lantas kemudian menjadi warisan budaya yang terus dilestarikan hingga saat ini.

Anom menjelaskan, bahwa amanat dari sepuh (orang tua) kepadanya ialah "upami panjang teu kengeng di potong, upami pendek teu kengeng disambung". Memiliki arti bahwa jika panjang tidak boleh di potong, jika pendek tidak boleh disambung. Maknanya yakni isi, bentuk, dan ukuran tidak boleh diubah sedikitpun karena rumah adat mengandung arti yang mendalam. Tidak serta merta dibuat, tetapi di setiap sisi dan wujudnya terdapat filosofi tersendiri. 

Foto : Brisik.id/NurulAisyah Dien Rachmani Putri

Rumah ini berukuran 8 X12 meter, angka 8 mengacu pada tahun sementara 12 berarti jumlah bulan dalam islam. Bulan dan tahun tersebut digunakan untuk mencari tanggal Hijriyah. Rumah tidak boleh menghadap ke kidul, karena di sana terdapat makam Uyut Pameget dan Uyut Istri. Mereka adalah leluhur yang menyiarkan agama islam.

Untuk kacanya sendiri berbahan kayu, jumlahnya terdapat lima. Artinya, bahwa dalam islam tidak boleh jauh dari angka 5 yakni shalat lima waktu untuk menyempurnakan agamanya. Sementara jumlah pintu hanya satu, mengandung arti bahwa hanya ada satu Tuhan yang patut disembah yakni Allah SWT.

Bagian Dalam Rumah Adat Cikondang

Ruangan di dalamnya, memiliki peruntukan masing-masing seperti pada rumah biasanya. Namun yang membedakan dari rumah modern kini ialah gowah yang digunakan untuk menyimpan beras dan alat-alat dapur, serta kamar larangan yang memiliki fungsi sebagai tempat penyimpanan benda-benda keramat. Dalam setahun, kamar larangan ini dikontrol oleh Anom Juhana sebanyak dua kali. Hal yang menarik, di gowah terdapat sereh, jambe, apu, dan gambir. Menurut  Anom, ketika disatukan akan berubah menjadi warna merah. Filosofinya ialah ketika menjadi bagian suatu masyarakat ataupun disuatu lingkungan, kita mesti sagetih,repeh, rapih, duduluran dalam artian harus mempunyai sikap saling memiliki dan menjaga satu sama lain. 

Foto : Brisik.id/NurulAisyah Dien Rachmani Putri

Leuit

Leuit ialah lumbung padi yang digunakan sebagai tempat penyimpanan hasil panen padi setelah di jemur. Jadi, setelah di tumbuk menggunakan lisung dan alu, padi disimpan di tempat ini. Letaknya terpisah dari rumah utama dan jaraknya tidak terlalu jauh.  

Foto : Brisik.id/NurulAisyah Dien Rachmani Putri

Hutan Larangan

Untuk masuk ke dalam hutan larangan ini, kita diharuskan melangkahkan kaki kanan terlebih dahulu. Luasnya sekitar satu 1 hektar. Dahulu, hutan ini digunakan sebagai tempat persembunyian pada zaman Belanda sampai DI TII juga sebagai tempat penyimpanan benda agar tidak dirampas oleh pihak Belanda.

Bagi orang yang dapat masuk ke hutan larangan pun tidak sembarangan, harus ada izin dari Anom Juhana sebagai juru kunci rumah adat ini. Apalagi untuk mengambil kayu, jelas tidak diperbolehkan.

Foto : Brisik.id/NurulAisyah Dien Rachmani Putri

Ritual Kampung Cikondang

Terdapat empat ritual tahunan di Kampung Cikondang, yakni ritual di rumah adat yang dilangsungkan setiap tanggal 15 Muharram, ritual kampung pada bulan Safar, ritual untuk mensyukuri air mengalir di pedesaan dan air bersih yang dipakai oleh masyarakat di bulan Desember.

Acara Muharraman merupakan kearifan lokal yang memiliki tujuan bersyukur kepada Allah, silaturahmi kepada saudara-saudara. Bahkan, tanpa diundang masyarakat datang dengan sendirinya. Terjalin kebersamaan serta persatuan dengan pakaian yang digunakan yakni celana hitam, atasan putih, serta iket sebagai penutup kepala. Filosofinya bahwa warna hitam dalam bahasa sunda disebut dengan hidengHideng tak berarti mengacu pada warna saja, namun terdapat arti lain yakni tahu apa yang harus dikerjakan tanpa disuruh. Warna putih mengandung arti bersih manah atau bersih hatinya, tidak boleh memiliki maksud yang buruk. Sedangkan iket, mengandung arti persatuan dan kesatuan, gotong royong yang sudah diikat oleh budaya. 

Menjaga Adat Agar Tetap Lestari

Anom Juhana memiliki banyak program, kiatnya untuk tetap melestarikan Rumah Adat Cikondang ini salah satunya dengan cara bersilaturahmi bersama keturunan-keturunan leluhur yang dilakukan satu kali di setiap bulan. Hal ini dilakukan untuk membentengi informasi-informasi yang tidak memiliki referensi yang kuat, karena ditakutkan dapat ngarubuhkeun adat atau menjatuhkan fakta histori di lapangan.

Meski sudah berusia 75 tahun, kiprahnya sebagai juru kunci untuk tetap menjaga budaya tak boleh diragukan. Anom Juhana rela menjadi pembicara di berbagai acara dan berbagai penghargaan mentereng terpampang dibalik Rumah Adat Cikondang ini.

Untuk dapat mengunjungi rumah adat ini sebenarnya tidak ada harga tiket pasti yang tertera, karena sesuai dengan misinya Anom Juhana ingin lebih memperkenalkan sejarah kebudayaan lebih luas kepada khalayak masyarakat. Bahwa inilah warisan yang tak ternilai harganya. 

Rumah Adat Cikondang mendiami lokasi yang strategis. Jika Teman Brisik beranjak dari daerah perkotaan menggunakan angkutan umum, kalian dapat menaiki mobil elf arah pangalengan dengan harga berkisar Rp15.000 hingga Rp20.000 dan langsung berhenti di plang besar bertuliskan Situs Rumah Adat Cikondang. Untuk kemudian menaiki ojeg demi sampai ke tujuan. Penginapan terdekat yang bisa kalian pilih ketika hendak kesini yakni Sutan Raja Hotel yang beralamat di Jl. Raya Soreang No. 10 Km. 17 Cingcin, Kec. Soreang, Kab. Bandung. Kalian cukup menyiapkan uang mulai dari Rp450.000 untuk mendapatkan kamar inap yang nyaman.

Jadi, siap untuk menyelami sejarah di tempat aslinya?   

Tags : kebudayaan wisata desa wisata lamajang bandung bandungselatan rumahadat

Artikel ini ditulis oleh :

cerang
  

Ranking Level

BadgeNameKeterangan
Bronze 11-14 artikel
Bronze 215-30 artikel
Bronze 331-45 artikel
Bronze 445-60 artikel
Bronze 561-75 artikel
Silver 176-125 artikel
Silver 2126-175 artikel
Silver 3176-225 artikel
Silver 4226-275 artikel
Silver 5276-325 artikel
Gold 1326-400 artikel
Gold 2401-475 artikel
Gold 3476-550 artikel
Gold 4551-625 artikel
Gold 5626-700 artikel
Platinum 1701-800 artikel
Platinum 2801-900 artikel
Platinum 3901-1000 artikel
Platinum 41001-1100 artikel
Platinum 51101-1200 artikel
Diamond 11201-1350 artikel
Diamond 21351-1500 artikel
Diamond 31501-1650 artikel
Diamond 41651-1800 artikel
Diamond 5> 1800

ig : @urilllllllllllllllll

Bandung {[{followers}]} Followers



Berita Terkait

Travel

Curug Gomblang, Airnya Adem Banget!

Airnya dingin banget tidak disarankan untuk mandi.

27 Jan 2022

Travel

Sejuknya Wisata Air Sumber Bening, Telaga Birunya Kediri

Kolam alami dengan pemandangan elok memanjakan mata di pinggiran Sungai Lahar.

27 Jan 2022

Travel

Meniliki Keindahan Curug Kedung Lesung

Curug indah dengan ketinggian sekitar 40 meteran.

27 Jan 2022

Kamu Mungkin Tertarik

Kuliner

Tsamie Noodlebar, Nuansa Jepang Suasana Pedesaan

Hangatnya ramen di tengah pedesaan di dataran tinggi.

30 Desember 2021

Kuliner

Menikmati Ikan Bakar Khas Bali Legian di Kota Yogyakarta

Kerinduan akan laut Bali dan pulau Dewata setidaknya dapat sedikit terobati di resto ini.

25 Februari 2021

Travel

Niwa House, Homestay Elegan Bergaya Minimalis ala Jepang

Memaksimalkan penggunaan ruangan yang minim sehingga terlihat lebih luas.

14 September 2021

Kuliner

Nongkrong Cantik di Barelo Cafe & Resto

Menikmati berbagai hidangan di resto glamour.

01 Desember 2021

Kuliner

Bikin Suasana Romantis Di Jari Manis

Jari Manis menghadirkan tempat nongkrong yang unik, sederhana serta kekinian.

23 September 2021

Terbaru

more

Kuliner

Nongkrong di Malam Minggu Makin Seru di Kafe Jejakmu

Nongkrong asyik di kafe dengan minuman dan menu yang unik .

28 Januari 2022

Travel

Curug Gomblang, Airnya Adem Banget!

Airnya dingin banget tidak disarankan untuk mandi.

27 Januari 2022

Travel

Warna-warni Dam Sewu

Seiring berjalannya waktu, keberadaan dam sekaligus dijadikan sebuah tempat wisata gratis.

27 Januari 2022

Kuliner

Sarapan Di Warung Kongde Dengan Nama Lauk Yang Unik

Mencoba bersantap di warung makan dengan nama dan menu yang unik.

27 Januari 2022

Kuliner

Zeus Coffee, Kafe Bergaya Santorini di Surakarta

Penggunaan warna putih dan biru yang dominan seperti konsep di Santorini.

27 Januari 2022

Berita Video

more