Diduga Kecanduan Game, Anak Tusuk Ibu Kandung

News   10 Februari 2020
Foto: Antara/Devi Nindy


Bermain game online sah-sah saja. Namun bila tidak dibatasi justru akan menimbulkan 'rasa' candu. Dampak buruk lainnya pun bisa muncul dan merugikan diri.

Seperti dialami seorang ibu di Jakarta Barat. Ibu itu menjadi korban penusukan oleh anaknya sendiri lantaran diduga mengalami kelainan mental akibat kecanduan game online. Anaknya yang remaja itu melaukan penusukan menggunakan gunting.

Dilansir Tribunnews.com, pelaku penusukan adalah seorang pemuda berinsial CCS. Remaja berusia 18 tahun itu merupakan warga Grogol Jakarta Barat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menuturkan, pelaku sudah diamankan untuk dimintai pertanggung jawabannya. Pihak kepolisian juga sudah membawa CCS ke rumah sakit jiwa, setelah melihat gelagat mental kurang sehat yang ada pada diri pelaku.

“Tersangka dibawa ke RS Jiwa. Sejak ditangkap sampai saat ini masih berteriak sehingga perlu diberi obat penenang. Masih didalami motif dari pelaku,” ujar Komber Yusri.

Sementara itu, kondisi sang ibu dilaporkan mengalami luka berat akibat penusukan yang diterimanya. Ibu CCS kini masih dirawat secara intensif di rumah sakit.

“Ada 3 tusukan, di leher, tangan dan perut. Kondisi korban dalam luka berat,” ungkap dia.

kecanduan game
Foto: Wilda Hayatun Nufus/detikcom

Komber Yusri menambahkan, ibu CCS juga mengalami stres sehingga diduga kesehatan mentalnya ikut terganggu.

“Sudah beberapa bulan ini ibunya juga dalam keadaan stress. Mereka tinggal berdua dalam satu rumah,” lanjutnya.

Dari keterangan yang didapat tantenya, CCS memang kerap terlihat sedang asyik bermain game online. Namun polisi hingga kini masih akan memastikan kelainan jiwa tersangka melalui tahapan tes psikologi.

“Nanti merujuk ke tes psikologi. Sekarang ini kita kirim ke RS jiwa agar yang bersangkutan tenang dulu. Mudah-mudahan setelah itu bisa dicek kejiwaannya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyebut salah satu jenis gangguan mental adalah kecanduan game. Penyebab kecanduan online banyak dialami oleh anak-anak adalah karena keadaan otaknya masih fleksibel dan akan terus berkembang hingga usia 17 tahun.

Jika dibiarkan terus, anak akan kesulitan menghadapi tuntutan di dunia nyata dan membuatnya anti sosial. Selain itu, dampak buruk lainnya dari kecanduan game yang dialami anak-anak seperti rasa cemas dan tertekan, mengisolasi diri, merasa harga dirinya rendah, buruknya kemampuan berkomunikasi, daya pikir menurun, hingga depresi.
back to top