Pura Penataran Luhur Medang Kamulan, Eksistensi Hindu di Kota Pudak

Budaya & Gaya Hidup 02 Januari 2022

Foto: Gomaps/Made Wk

Indonesia lahir dengan keanekaragaman, suku, ras dan agama. Meski begitu, semua hidup berdampingan, sebagaimana semboyan Negara Indonesia ‘Bhinneka Tunggal Ika’ yang artinya: berbeda tapi tetap satu. Kota Pudak, begitulah Gresik dikenal masyarakat luas, dihuni oleh mayoritas umat Islam. Meski begitu, eksistensi agama lain masih lestari. Salah-satu bentuknya adalah adanya Pura Penataran Luhur Mendang Kamulan. Tempat ibadah umat Hindu. 

Pura ini termasuk situs bersejarah bagi umat Hindu di Gresik, sebab telah berdiri sejak tahun 1970 an. Berada di atas tanah seluas 2 ha dan telah mengalami beberapa kali perluasan. Semula luas pura hanya 600 m. Pura yang terletak di pelosok desa  Mondoluku, Kecamatan Wringinanom, Gresik ini memiliki keunikan dari pura-pura lain, yakni adanya sentuhan corak Jawa. 

Foto: Gomaps/De Villa Cetho

Hal tersebut akan tampak saat Teman Brisik memasuki pura. Kalian akan menemukan ruang kecil berpintu kayu yang di dalamnya terdapat patung Kia Semar atau biasa disebut Sang Hyang Ismoyo, leluhur orang Jawa. Sebelum memasuki pura, umat yang akan beribadah disarankan untuk memohon izin pada sang leluhur. Juga ada batu berbentuk lingga yoni, yang merupakan simbol dari Dewa Siwa. Salah-satu Dewa Trimurti dalam agama Hindu. 

Selain itu, gapura pura juga menyerupai desain gapura Kerajaan Majapahit, yang terbuat dari susunan batu bata merah. Tidak berhenti di situ, pada setiap pelataran di Pura Penataran Medang Kamulan juga terdapat sentuhan corak Jawa yang menjadi ciri khas pura ini. Terdapat tiga pelataran. Di pelataran pertama, kamu harus melewati gapura yang dijaga oleh dua patung dwarapala. Nama dwarapala sendiri diambil dari bahasa sansekerta yang artinya penjaga gerbang. 

Foto: Gomaps/Rob

Bagi mereka yang tengah memiliki hadas atau niat tidak suci, hanya boleh masuk sampai pelataran pertama pura. Selanjutnya, memasuki pelataran kedua, Teman Brisik juga akan menjumpai patung dwarapala. Di sini, corak Jawa makin terasa dengan adanya seperangkat gamelan dan tiga buah arca resi Hindu yang dipercaya sebagai tokoh penyebar agama Hindu di tanah Majapahit. 

Foto: Gomaps/Komang Dewi

Selanjutnya, Teman Brisik akan memasuki tempat tertinggi pura, yakni: tempat Sang Hyang bersemayam. Pada area ini, terdapat padusan (tempat air) dan padmasana (tempat Tuhan bersemayam). Di sinilah umat Hindu Mondoluku melakukan sembahyang dan meletakkan sesajinya. Di bawah padmasana, terdapat rangkaian kalimat yang ditulis dengan menggunakan aksara Jawa, yang membuat kesan Jawa makin kental. Di area ini juga, terdapat banyak pohon beringin, yang menurut ajaran Jawa, bermakna ‘mampu jadi diri sendiri dan kuat’. 

Tetap Eksis, Meski Menyusut

Saat ini, umat Hindu di desa Mondoloku hanya tersisa 14 kepala keluarga. Angka tersebut menyusut, dari sebelumnya yang berjumlah sebanyak 75 kepala keluarga. Meski umat Hindu di sini sangat minoritas, namun kekeluargaan antar umat lintas agama sangat erat. Pada setiap acara besar yang diadakan oleh umat Hindu di desa Mondoluko, tak jarang umat lain seperti umat Islam ikut serta memeriahkan dan membantu keberlangsungan acara. 

Dalam setahun ada dua perayaan besar yang diadakan di Pura Penataran Luhur Medang Kamulan, yakni Karya Pujawali dan Natajagat. Pujawali diadakan setia purnamaning kaula dalam rangka pemujaan kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa dan juga kepada leluhur Nusantara. Sementara, Nata Jagat bertujuan untuk menjaga keharmonisan antara manusia dan alam yang diadakan setiap tanggal 30 Juni. 

Untuk mengunjungi tempat ini, tidak ada persyaratan khusus. Pura Penataran Luhur Medang Kamulan bisa dikunjungi oleh umat beragama manapun, asal tetap menjaga tutur laku selama dalam pura. Karena letaknya yang berada di pelosok desa, maka jika Teman Brisik ingin menginap lebih lama kalian harus pergi ke kota untuk mencari penginapan. Salah-satu hotel yang bisa Teman Brisik jadikan pilihan adalah Hotel Aston Inn GKB, dengan waktu tempuh 50 menit dari pura. Hotel bintang 3 ini terletak di pusat kota Gresik, yakni di Jl. Sumatra GKB. Untuk menginap di sini, tarif per malam dimulai dari harga Rp400.000 an dengan fasilitas lengkap. 

Tags : brisik.id pura medang kamulan gresik umat hindu gresik sejarah wisata islami gresik

Artikel ini ditulis oleh :

Risti
  

Ranking Level

BadgeNameKeterangan
Bronze 11-14 artikel
Bronze 215-30 artikel
Bronze 331-45 artikel
Bronze 445-60 artikel
Bronze 561-75 artikel
Silver 176-125 artikel
Silver 2126-175 artikel
Silver 3176-225 artikel
Silver 4226-275 artikel
Silver 5276-325 artikel
Gold 1326-400 artikel
Gold 2401-475 artikel
Gold 3476-550 artikel
Gold 4551-625 artikel
Gold 5626-700 artikel
Platinum 1701-800 artikel
Platinum 2801-900 artikel
Platinum 3901-1000 artikel
Platinum 41001-1100 artikel
Platinum 51101-1200 artikel
Diamond 11201-1350 artikel
Diamond 21351-1500 artikel
Diamond 31501-1650 artikel
Diamond 41651-1800 artikel
Diamond 5> 1800

Gresik {[{followers}]} Followers



Berita Terkait

Travel

Berziarah Ke Makam Sunan Prapen, Keturunan Dari Sunan Giri

Memiliki andil cukup besar dalam penyebaran Islam di tanah Jawa.

26 Jan 2022

Travel

Menggali Nilai Patriotisme Dari Monumen Perjuangan Mastrip

Monumen untuk mengenang peristiwa sekaligus para pahlawan yang terjadi di daerah Panduman, Jember.

25 Jan 2022

Budaya & Gaya Hidup

Ke Gresik, Jangan Lupa Mencicipi Otak-Otak Bandeng

Mengenal makanan khas Gresik yang enak dan bergizi.

23 Jan 2022

Kamu Mungkin Tertarik

Travel

Bukit Putung, Solusi Liburan di Akhir Pekan

Keindahan alam Bali yang sesungguhnya.

10 Januari 2022

Travel

Pantai Wedi Ireng, Surga Tersembunyi di Banyuwangi

Pantai indah dengan teluk berpasir putih yang diapit bukit hijau serta ombak landai.

21 Agustus 2021

Kuliner

Dinner Romantis di Dalam Gelembung Wr. Bubble, Bali!

Dinner romantis bersama orang terkasih di dalam gelembung sabun berwarna bening.

13 Juli 2021

Kuliner

Warung Amboina Madura, Tawarkan Nasi Petis Tanpa Sambal Petis

Nasi campur yang dipadukan dengan berbagai olahan sapi kemudian dibaluri kuah petis.

06 Oktober 2021

Kuliner

Ngopi Sambil Melihat Kereta Lewat di Rooftop Spoor

Terletak tak jauh dari Stasiun Madiun, hanya sekitar 350 meter.

06 Agustus 2021

Terbaru

more

Kuliner

Kopi Kompleks Ngagel, Ngopi Asyik Dengan Nuansa Cozy dan Cutie

Nongkrong di kafe dengan konsep retro vintage yang unik.

28 Januari 2022

Kuliner

Nongkrong di Malam Minggu Makin Seru di Kafe Jejakmu

Nongkrong asyik di kafe dengan minuman dan menu yang unik .

28 Januari 2022

Travel

Curug Gomblang, Airnya Adem Banget!

Airnya dingin banget tidak disarankan untuk mandi.

27 Januari 2022

Travel

Warna-warni Dam Sewu

Seiring berjalannya waktu, keberadaan dam sekaligus dijadikan sebuah tempat wisata gratis.

27 Januari 2022

Kuliner

Sarapan Di Warung Kongde Dengan Nama Lauk Yang Unik

Mencoba bersantap di warung makan dengan nama dan menu yang unik.

27 Januari 2022

Berita Video

more