Gunung Penanggungan, Trek Pendek dengan Medan Aduhai

Food & Travel 01 Maret 2021

Foto: brisik.id/Indah Rahmasari

Teman Brisik yang ada di Surabaya dan sekitarnya yang gemar mendaki, tentu sudah tak asing lagi dengan Gunung Penanggungan. Gunung yang secara administrasi masuk wilayah Mojokerto dan Pasuruan ini memang ramai pendaki, apalagi ketika musim libur tiba.

Ada beberapa jalur pendakian Gunung Penanggungan. Umumnya pendakian dilakukan lewat jalur Tamiajeng yang sudah dikelola oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sumber Lestari. Jalur ini menjadi favorit karena dinilai aman dan cepat untuk mencapai puncak. Waktu pendakian tergolong singkat, hanya sekitar 5 jam perjalanan untuk sampai di puncak yang biasa disebut Puncak Pawitra.

Foto : brisik.id/Indah Rahmasari

Gunung Penanggungan kerap disebut sebagai miniatur Gunung Semeru. Hal ini lantaran kondisi puncaknya tandus yang mirip dengan Puncak Semeru. Ada empat pos pendakian:

Pos 1 berada di Desa Tamiajeng yang berada pada ketinggian 650 mdpl yang merupakan tempat registrasi pendakian. Tiketnya sangat terjangkau, hanya Rp10.000 per orang. Biaya tersebut sudah termasuk asuransi dan peta. Di pos 1 terdapat banyak warung makanan. Dalam warung juga terdapat toilet dan tempat lesehan yang bisa digunakan untuk istirahat setelah lelah mendaki atau menunggu pendakian.

Pendakian dimulai dari pos 1 menuju pos 2 dengan medan yang datar dan sedikit menanjak. Jalurnya sudah rapi, ada hamparan ladang penduduk dan beberapa gerombolan tanaman bambu. Sekitar 1 jam perjalanan akan sampai di pos 2 yang berada pada ketinggian 700 mdpl. Di pos 2 juga terdapat warung yang menjual makanan ringan dan minuman.

Dari pos 2 perjalanan menanjak dengan tanah padat dan vegetasi beragam. Jarak menuju pos 3 tak begitu jauh, namun lumayan membuat kaki pegal dan napas tersengal-sengal. Pos 3 berada pada ketinggian 750 mdpl berupa shelter kecil di tepi jalur pendakian.

Dari pos 3 menuju pos 4 perjalanan akan semakin mendaki. Butuh tenaga ekstra untuk dapat melintasinya apalagi ketika musim hujan. Jalurnya yang licin dibutuhkan konsentrasi ekstra agar tak terpeleset. Pos 4 berada pada ketinggian 850 mdpl dengan shelter kecil dari kayu.

Selepas pos 4 pendakian akan semakin berat dengan medan semakin menanjak dan berliku. Jalur dari pos 4 menuju puncak sangat berdebu ketika musim kemarau dan akan sangat licin ketika musim hujan. Jalur ini akan terasa panjang dan melelahkan.

Foto : brisik.id/Indah Rahmasari

Puncak Bayangan berada pada ketinggian 1.200 mdpl. Di sinilah biasanya para pendaki akan mendirikan tenda. Tempat ini adalah satu-satunya tempat yang cocok untuk kamping. Dataran yang lumayan luas dengan ilalang di sekelilingnya. Jika musim liburan akan banyak tenda berjejer memenuhinya. Kadang juga terdapat tenda yang menjajakan dagangan berupa minuman dan makanan ringan.

Kebanyakan para pendaki akan beristirahat di Puncak Bayangan sembari menunggu waktu melanjutkan perjalanan menuju Puncak Pawitra. Estimasi waktu yang diperlukan dari Puncak Bayangan menuju Puncak Pawitra sekitar 2 jam lamanya.

Medannya sangat curam, dengan kemiringan lereng sekitar 45 derajat. Jalurnya berupa pasir dan bebatuan. Di sinilah para pendaki diuji. Tak jarang para pendaki akan merangkak ketika naik dan ngesot ketika turun, agar tak terperosot. Jalur ini juga sangat rawan longsor batuan.

Perjalanan melelahkan dengan medan yang berat akan terobati dengan keindahan pemandangan puncak yang ditawarkan. Dari puncak akan nampak deretan Gunung Arjuna, Welirang, Butak, Kawi dan Semeru.

Selain itu, Teman Brisik juga bisa melihat lautan lumpur Lapindo dari Puncak Pawitra. Menyaksikan matahari terbit juga sangat mengasyikkan. Semburat jingga nampak dari kejauhan yang kemudian mewarnai langit yang gelap selepas malam.

Foto: brisik.id/Indah Rahmasari

Akses Menuju Penanggungan via Tamiajeng
Jalur Tamiajeng dapat dijangkau melalui kota Malang dan Surabaya menggunakan bus. Jika berangkat dari Surabaya, bisa naik bus jurusan Malang di Terminal Bungurasih dan turun di Terminal Pandaan. Tarifnya sekitar Rp30.000 untuk jarak tempuh sekitar 40 KM.

Dari Pandaan bisa menumpang Elf L300 dengan jurusan Terminal Pandaan – Trawas dan turun di Pasar Kesiman. Tarifnya Rp15.000 dengan jam operasional mulai pukul 06.00 - 16.00. Selanjutnya menggunakan ojek menuju pos pendakian.

Jika tiba di Terminal Pandaan pada malam hari, alternatif transportasi yang bisa digunakan adalah Elf L300 arah Tretes dan turun di Pertigaan Prigen, tarifnya Rp7.000. Kemudian bisa dilanjutkan dengan ojek menuju pos pendakian dengan tarif berdasarkan negosiasi.

Jika teman brisik ingin menginap untuk melepas lelah setelah mendaki bisa mencoba Gunung Bale Resort Trawas. Lokasinya berada di jalur pendakian dan tak jauh dari pos perizinan, tepatnya di Desa Tamiajeng Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto. Tarifnya mulai Rp600.000. Cottage dengan fasilitas bintang 3 ini menyajikan pemandangan indah dan dilengkapi dengan kolam renang.
 

Tags : travel pendakian gunung penanggungan puncak pawitra pendaki indonesia gunung indonesia surabaya mojokerto

Artikel ini ditulis oleh : Indah


Berita Terkait

Food & Travel

Kedai TAPI, Kedai Kopi dengan Hidangan Daging Sapi Asap yang Lezat

Dagingnya memiliki tekstur lembut dan juice yang dihasilkan dari proses pengasapan selama 5-8 jam.

17 Apr 2021

Food & Travel

Nikmati Kelezatan Mentai Sendoki di Tiap Sendoknya

Tak hanya mentai bowl, ada pula tart mentai yang anti mainstream.

16 Apr 2021

Kamu Mungkin Tertarik

Food & Travel

Dinner Romantis di Pirate Dinner Cruise

Pengalaman berbeda dengan makan malam sekaligus berlayar di atas kapal Phinisi.

09 Maret 2021

Food & Travel

Pantai Wates Yeh Malet Jadi Tempat Istirahat Sambil Melihat Laut

Pantai ini biasanya menjadi tempat persinggahan bagi pemudik ataupun wisatawan yang ingin menuju ke Kabupaten Karangasem.

02 Desember 2020

Food & Travel

Menantang Diri di Tebing Citatah

Penikmat olahraga ekstrem dan memacu adrenalin wajib memanjat tebing ini.

17 Maret 2020

Food & Travel

Menyatu dengan Alam di Kawasan Air Terjun Girimanik

Ada tiga air terjun dengan keindahan yang luar biasa.

16 Juni 2020

Food & Travel

Berinteraksi dengan Satwa Liar di Taman Safari

Saat ini Taman Safari Indonesia memiliki sekitar 2500 koleksi satwa yang berasal dari seluruh duina.

15 Februari 2020

Terbaru

more

Lifestyle

Sitimang, Pusatnya Berburu Bermacam Rupa Keramik

Harganya ditentukan berdasarkan motif dan kualitas, bukan tinggi atau kecilnya barang tersebut.

17 April 2021

Food & Travel

Memandang Keindahan dari Cafe Pasir Angin Puncak

Mata dibuat terpikat oleh hamparan bukit dan pegunungan yang mengelilingi cafe.

17 April 2021

Food & Travel

Kedai TAPI, Kedai Kopi dengan Hidangan Daging Sapi Asap yang Lezat

Dagingnya memiliki tekstur lembut dan juice yang dihasilkan dari proses pengasapan selama 5-8 jam.

17 April 2021

Food & Travel

Berburu Kuliner di Purbalingga Food Center

Banyak berdiri tenda penjual makanan dan minuman yang berbaris rapih mengelilingi area ini.

17 April 2021

Food & Travel

Bipang Jangkar, Makanan Legendaris Yang Penuh Filosofi

Dari beras jadi berondong kemudian disatukan dengan adonan gula.

17 April 2021

Berita Video

more