Melihat menara suar atau mercusuar tertua di Indonesia bisa menjadi salah satu cara untuk menambah wawasan tentang sejarah yang ada di Indonesia, khususnya di Provinsi Banten. Berlokasi di Desa Cikoneng, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, mercusuar ini dibangun pada tahun 1806.
Hanya saja, mercusuar yang dikenal dengan sebutan Mercusuar Cikoneng ini hancur oleh tsunami pada tahun 1883 silam. Besarnya gelombang tsunami yang diakibatkan oleh letusan Gunung Krakatau tersebut hanya menyisakan puing-puing dan pondasi mercusuarnya saja.
Sekarang, sisa-sisa pondasinya dijadikan monumen yang ditempatkan di dekat pantai. Bentuknya sendiri berupa bongkahan-bongkahan semen dan batu bata. Monumen ini juga dibuat untuk mengenang dahsyatnya letusan Gunung Krakatau.
Dua tahun berselang, mercusuar baru pun dibangun sekitar 30 meter dari lokasi pertama. Pembangunan mercusuar yang baru ini merupakan hadiah dari Raja Belanda Z.M Willem III.
Bangunan setinggi 58 meter ini akhirnya dijadikan objek wisata andalan Banten hingga saat ini. Di dalam mercusuar, terdapat papan-papan “kilas sejarah” tentang informasi pembangunan mercusuar ini dan beberapa mercusuar lain di Indonesia.
Sayangnya, kini pengunjung sudah tidak bisa naik sampai ke puncak menara. Kunjungannya dibatasi hanya sampai lantai tiga. Pembatasan ini bukannya tanpa alasan, hal ini dilakukan untuk menjaga fungsi dan bangunan mercusuar agar tetap dalam kondisi baik dan tidak disalahgunakan.
Tak hanya itu, waktu atau jadwal kunjungan wisata ke mercusuar ini pun turut dibatasi. Mercusuar ini hanya dibuka untuk umum pada saat akhir pekan saja.
Masih di area mercusuar, terdapat monumen lain, yaitu Monumen Titik Nol Kilometer Anyer- Panarukan. Pada zaman Belanda dulu dibangun Jalan Pos Raya atau De Grote Postweg dari Anyer sampai ke Panarukan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Daendels.

Tujuannya adalah untuk memudahkan pengiriman surat-surat ke berbagai daerah di pulau Jawa. Titik awal pembuatan Jalan Pos Raya ini diyakini berada di sekitar area mercusuar.
Makanya, monumen ini dibangun di dekat mercusuar sebagai titik awal dimulainya pembuatan jalan. Bentuk monumennya berupa sepasang tangan yang sedang menyangga bola dunia.
Di monumen ini juga terdapat peta jalan dan kota-kota mana saja yang dilalui oleh Jalan Pos Raya. Selain melihat mercusuar, banyak wisatawan yang berwisata di pantainya juga. Sayangnya, pantainya berkarang dan hanya sebagian kecil yang berpasir.

Kendati demikian, air lautnya cukup bersih dengan pemandangan di sekitar pantainya juga tak kalah menawan. Apa lagi jika berjalan-jalan di sekitar dermaganya yang menyajikan bentang lautan lepas dan sebagian garis Pantai Anyer.

Menyambangi mercusuar tertua di Indonesia ini bisa dibilang merupakan aktivitas wisata dengan paket komplet. Karena, tempat wisata, pusat kuliner dan oleh-oleh, serta akomodasinya saling berdekatan.
Bagi wisatawan yang berada di luar daerah Banten, bisa menuju Anyer dengan keluar melalui Pintu Tol Cilegon Barat mengikuti jalur menuju Kecamatan Anyer. Setelah melewati Pasar Anyer, mercusuar ini akan tampak dari kejauhan.
Kemudian, pengunjung bisa masuk melalui Pantai Bojong Suar dengan tiket masuk motor hanya Rp10 ribu dan Rp25 ribu untuk mobil. Di lokasi sudah tersedia lahan parkir yang cukup luas dan ada area taman.
AkomodasiSetelah melihat mercusuar dan bermain di pantainya, pengunjung bisa mencicipi seafood di Pondok Ikan Bakar (PIB). Dengan kisaran harga menu mulai dari Rp25 ribu, lokasi restoran ini berada tepat di depan gerbang masuk pantai.
PIB sendiri merupakan restoran bergaya tradisional yang tempatnya identik dengan kursi-kursi kayu. Selain menu seafood, mereka juga menyediakan berbagai menu lain, seperti aneka hidangan sate dan sop.
Untuk akomodasi penginapan, Hotel Mambruk Anyer bisa menjadi salah satu pilihan. Selain karena konsepnya yang family & kids-friendly, hotel ini hanya berada sekitar 250 m dari Mercusuar Cikoneng.
Menawarkan tarif menginap mulai dari Rp700 ribu/malam, hotel ini dilengkapi dengan sejumlah fasilitas seperti area bermain anak, kolam renang hingga jogging tracks. Nuansanya pun teduh dengan lingkungan yang dikelilingi rindangnya pepohonan.