
Travel 15 November 2021

Foto: brisik.id/ Yudi Rahmatullah
Tanjung Lesung menjadi salah satu 10 Bali baru yang dikembangkan oleh pemerintah Indonesia. Pemilihan Tanjung Lesung bukan tanpa alasan, ia dilihat dari potensi pariwisata yang sangat besar dengan keindahan alam dan budayanya. Tanjung Lesung diharapkan dapat mengikuti kesuksesan kawasan Nusa Dua Bali.
Pengembangan Tanjung Lesung diajukan dengan skema kawasan ekonomi khusus (KEK) oleh pemerintah dengan tujuan agar dapat meningkatkan pendapatan asli daerah dan terutama menjadi penyumbang devisa bagi negara. Dan, memang benar pesona Tanjung Lesung seperti tidak ada habisnya sehingga terus dapat menarik wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara.
Lalu, bagaimana perkembangan Pantai Tanjung Lesung setelah sempat ditutup karena Pandemi Corona dan PPKM Jawa - Bali?
Foto: brisik.id/Yudi Rahmatullah
Saya pun penasaran bagaimana keadaan Pantai Tanjung Lesung sekarang. Dengan menaiki motor, saya menyusuri Jalan Raya Panimbang menuju lokasi Pantai Tanjung Lesung yang berada di Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten 42281.
Jalan menuju pantai ini sudah sangat bagus. Hanya saja, ada beberapa perbaikan di beberapa ruas jalan yang menurut saya tidak terlalu mengganggu lalu-lintas. Karena saya juga datang ketika weekdays jadi jalanan sangat lancar dan tidak terjadi kemacetan di beberapa titik yang biasanya sangat ramai dengan kendaraan, seperti di pasar Panimbang, Pelelangan Ikan Citeureup, dan pada saat menuju Pantai Tanjung Lesung itu sendiri.
Memasuki gerbang kawasan Tanjung Lesung, suasana terasa sangat teduh dan hijau. Pohon-pohon Tanjung dan pohon-pohon berdaun lebat lainnya yang ditanam di sepanjang jalan masuk pantai membuat kita merasa seperti tidak berada di area pantai, malah seperti di alam perbukitan dan pedesaan. Mereka menaungi jalanan sehingga suasana menjadi lebih rimbun dan hijau.
Foto: brisik.id/Yudi Rahmatullah
Di loket pembayaran, saya harus membayar tiket masuk sebesar Rp30.000 untuk satu orang. Karcis tiketnya nanti bisa ditukar dengan satu botol minuman ringan di restoran Candini yang ada di dalam. Lumayan kan untuk sedikit menghilangkan rasa haus ketika baru tiba? Dan, sepertinya di sini tidak dikenakan biaya parkir kendaraan, hanya dihitung tiket per orang untuk setiap penumpang motor ataupun mobil. Lalu, saya hanya ditunjukkan ke mana arah tempat parkir dan langsung memarkirkan motor saya di kumpulan kendaraan pengunjung lain yang sudah berjajar dengan rapi.
Saya kemudian masuk dengan menyusuri jalan setapak yang terbuat dari semen. Jadi, kita tidak boleh sembarang berjalan dan berlarian di area rerumputan taman, tapi diharuskan berjalan sesuai dengan arah jalan. Di area taman disediakan beberapa papan penunjuk agar kita tidak kebingungan mencari tempat-tempat yang mungkin nanti kita butuhkan, seperti toilet, musala, restoran, penyewaan watersports, dan lainnya.
Sekarang, di area taman juga disediakan banyak bangku, jadi kita tidak perlu bingung untuk mencari tempat beristirahat. Dan, yang lebih seru, di sini terdapat banyak spot foto dan dekorasi yang menarik dan berwarna-warni. Jadi, siapa pun yang tidak berencana untuk berenang, masih bisa menikmati keindahan taman dan tidak akan merasa bosan dengan mengeksplorasi beberapa spot foto, seperti spot foto sayap kupu-kupu, ayunan di taman dan pantai, bajaj yang dihiasi warna cerah, beberapa motor ATV, dan landmark "Tanjung Lesung" itu sendiri.
Foto: brisik.id/Yudi Rahmatullah
Di pantai, air lautnya masih terlihat jernih dan bersih. Tapi, area pasirnya tidak seluas dulu. Mungkin karena saat itu air lautnya sedang pasang dan sekarang banyak tumbuhan laut tumbuh dengan subur. Berbeda dengan sebelum Pandemi Corona dan PPKM, rumput laut tidak begitu banyak dan ketinggian air lautnya lebih rendah sehingga area pasir lebih luas.
Sayangnya lagi, dermaga yang menjadi daya tarik utama untuk melihat terumbu karang dan ikan-ikan laut belum dibangun kembali. Dermaga ini dulu menjadi tempat favorit para wisatawan untuk berswafoto. Jadi, saya hanya berkeliling-keliling saja di pinggir dermaga. Beberapa wisatawan juga terlihat duduk-duduk di sekitar bekas dermaga yang dihiasi bendera-bendera berwarna biru dan merah. Mereka lalu menyewa kapal boat untuk melihat terumbu karang dan ikan yang lokasinya sedikit lebih jauh dari area dermaga.
Sekitar dua jam saya berada di Pantai Tanjung Lesung untuk berenang, bermain di pasir pantai, berkeliling di area dermaga, dan jalan-jalan di taman. Lingkungannya sudah jauh lebih bagus dan cantik. Tempatnya sudah lebih teratur dan terawat dengan baik. Tidak banyak wisatawan yang berkumpul di satu titik tapi tersebar di bangku-bangku taman dan duduk-duduk di rerumputan. Pokoknya Pantai Tanjung Lesung masih pantas disebut sebagai pantai terbaik walaupun sempat hancur oleh Tsunami sekitar 3 tahun yang lalu.
Foto: brisik.id/ Yudi Rahmatullah
Oh ya, untuk mencicipi beraneka ragam masakan seafood, di sini ada restoran Candini dengan view pantai dan furnitur yang terbuat dari kayu. Suasananya tenang dan nyaman. Restoran ini menyajikan minuman dan seafood segar yang dimasak langsung oleh koki yang sudah berpengalaman, seperti masakan berbahan dasar udang, cumi-cumi, kepiting, ikan, dan scallop. Harganya dimulai dari Rp25.000 untuk satu porsi.
Untuk akomodasi, kita bisa memilih Ladda Bay Village yang tidak jauh dari gerbang masuk Pantai Tanjung Lesung tadi. Desainnya modern-minimalis dan mempunyai 2 tipe villa, yaitu tipe VIRIYA dengan 1 kamar tidur dan 2 kamar tidur dengan harga dimulai dari Rp750.000.
Ladda Bay Village juga menyediakan fasilitas yang cukup mewah, seperti villa dengan view taman, kolam renang yang menghadap ke pantai, disediakan pembuat teh dan kopi, sofa, dan meja makan. Sekedar rekomendasi, lebih baik cek promo menginap di website Tanjung Lesung-nya langsung di alamat tanjunglesung.com, karena ada banyak pilihan paket menginap dengan free pass dan voucher yang menggiurkan.
Tags : brisik.id tanjung lesung travel pantai tanjung lesung banten ladda bay village
Artikel ini ditulis oleh :
Ranking Level
| Badge | Name | Keterangan |
|---|---|---|
| Bronze 1 | 1-14 artikel | |
| Bronze 2 | 15-30 artikel | |
| Bronze 3 | 31-45 artikel | |
| Bronze 4 | 45-60 artikel | |
| Bronze 5 | 61-75 artikel | |
| Silver 1 | 76-125 artikel | |
| Silver 2 | 126-175 artikel | |
| Silver 3 | 176-225 artikel | |
| Silver 4 | 226-275 artikel | |
| Silver 5 | 276-325 artikel | |
| Gold 1 | 326-400 artikel | |
| Gold 2 | 401-475 artikel | |
| Gold 3 | 476-550 artikel | |
| Gold 4 | 551-625 artikel | |
| Gold 5 | 626-700 artikel | |
| Platinum 1 | 701-800 artikel | |
| Platinum 2 | 801-900 artikel | |
| Platinum 3 | 901-1000 artikel | |
| Platinum 4 | 1001-1100 artikel | |
| Platinum 5 | 1101-1200 artikel | |
| Diamond 1 | 1201-1350 artikel | |
| Diamond 2 | 1351-1500 artikel | |
| Diamond 3 | 1501-1650 artikel | |
| Diamond 4 | 1651-1800 artikel | |
| Diamond 5 | > 1800 |
Banten {[{followers}]} Followers

Kembali ke Tanjung Lesung setelah level PPKM diturunkan.
15 Nov 2021

Bermain ke pantai dan melihat nelayan mengumpulkan kerang.
13 Nov 2021

Keindahan pantai dengan deretan pohon kelapa.
06 Nov 2021

Peninggalan Kerajaan Majapahit sekitar abad ke-15.
10 Agustus 2021

Terdapat batu besar dengan bekas tapak kaki, yang dipercaya konon milik Bima.
08 Mei 2021

Mencicipi kuliner tempe khas CIlacap yang enak.
09 Oktober 2021

Mengunjungi salah satu situs candi peninggalan sejarah zaman kejayaan Majapahit.
04 Agustus 2021

Di sini selain bisa bermain air, kendaraan juga bisa di mandikan
17 Februari 2021

Kuliner asyik dengan pemandangan sawah.
16 November 2021

Makan sambil menikmati panorama Puncak.
16 November 2021

Menjelajah kampung dengan aktivitas river tubing .
16 November 2021

Nongkrong asyik menikmati sunset di Beach Club.
16 November 2021

Bisa jadi tempat piknik dan mancing.
15 November 2021




