Berjalan-jalan Sembari Menelusuri Jejak Sejarah Di Jalan Dukuh

Travel 26 Agustus 2021

Foto: Brisik.id/Zahir

Berbicara mengenai kota Surabaya mungkin tidak akan ada habisnya, terutama jika membahas mengenai rekam jejak kota yang memiliki julukan kota pahlawan ini. Kota Surabaya memang terkenal dengan salah satu kota yang memiliki beragam peninggalan sejarah khususnya pada masa kolonial dan masa revolusi kemerdekaan. Semua peninggalan sejarah tersebut ada yang tersimpan rapi di museum-museum dan ada pula yang tersebar di berbagai sudut kota.

Selain itu jika Teman Brisik berbicara tentang wisata dengan tema sejarah kota Surabaya pasti tidak akan melewatkan wisata kota tua di kota ini. Banyak sudut-sudut kota tua di Surabaya yang cukup menjadi primadona bagi kalangan penikmat sejarah, hal ini memiliki beragam alasan mulai dari peninggalannya yang cukup unik maupun rekam jejak sejarah wilayah tersebut.

Salah satu sudut kota tua di Surabaya yang dapat menjadi salah satu destinasi tujuan jelajah sejarah jika sedang mengunjungi kota Surabaya adalah kawasan pecinan di Jalan Dukuh. Penasaran bukan ? yuk simak penjelasannya berikut.

Foto : Brisik.id/Zahir

Tumbuh Menjadi Wilayah Pemukiman Tionghoa

Sejarah jalan Dukuh Surabaya memang tidak bisa dilepaskan dari kebijakan kolonialisme Belanda yang mengelompokkan pemukiman-pemukiman penduduk di masa lalu sesuai etnis. Kawasan yang berlokasi di samping kali pegirian ini memang diperuntukkan untuk bermukmin etnis Tionghoa sejak abad ke-19.

Foto : Brisik.id/Zahir

Hal inilah yang membuat kawasan di sepanjang kali pegirian yang kini dikenal sebagai salah satu kawasan pecinan ini tumbuh menjadi salah satu pemukiman dan kawasan niaga etnis Tionghoa bahkan hingga kini berbagai pertokoan yang dikelola oleh keluarga keturunan Tionghoa masih berdiri dan uniknya kebanyakan masih mempertahankan arsitektur klasik khas perpaduan Tionghoa dan kolonialisme.

Foto : Brisik.id/Zahir

Ada Gardu Listrik Kuno Peninggalan Masa Kolonial

Selain memiliki berbagai bangunan dengan nuansa perpaduan Eropa dan Tionghoa ternyata di salah satu sudut Jalan Dukuh juga terdapat sebuah bangunan kuno yang memiliki nilai sejarah yang cukup penting. Bangunan ini adalah gardu listrik ANIEM atau yang memiliki kepanjangan Algemene Nederlandsch Indische Electrisch Maatscapij. Perusahaan listrik inilah yang memiliki kewenangan untuk mengatur suplai listrik di kawasan Hindia-Belanda pada masa lalu.

Foto : Brisik.id/Zahir

Gardu ini sendiri kemungkinan didirikan pada periode awal abad ke-20, desain arsitektur gardu ini cukup unik karena berbentuk seperti rumah. Hal ini juga karena fungsinya sebagai rumah trafo yang digunakan untuk mengatur tegangan listrik pada saat itu. Meski kini sudah tidak beroperasi namun bangunan gardu ini masih kokoh berdiri.

Berdiri Salah Satu Klenteng Tertua di Surabaya.

Sebagai salah satu kawasan pecinan tentu saja di sepanjang Jalan Dukuh memiliki sebuah rumah ibadah yang digunakan untuk peribadatan etnis Tionghoa yang umumnya beragama Konghucu. uniknya rumah peribadatan atau yang biasa dikenal Klenteng ini memiliki sejarah yang cukup panjang karena merupakan bangunan yang diyakini sudah ada sebelum bangsa Eropa mendarat di Surabaya. 

Foto : Brisik.id/Zahir

Klenteng ini dikenal sebagai Klenteng Hong Tiek Hian diyakini dibangun pada abad ke-13 ketika wilayah Surabaya diserang oleh pasukan Tar-tar, namun ada pula yang meyakini jika klenteng ini dibangun pada periode antara abad ke-15 ataupun abad ke-16. Uniknya klenteng ini juga dibangun untuk memfasilitasi tiga agama yakni Tao, Konghucu dan Buddha.

Lokasi

Jalan Dukuh sendiri masuk ke kawasan kelurahan Nyamplungan, Kec. Pabean Cantian. Untuk menuju ke lokasinya Teman Brisik dapat mengambil rute dari Jalan Rajawali kemudian lurus saja ke arah Jembatan merah, setelah melintasi Jembatan merah maka akan memasuki kawasan Jalan Kembang Jepun. Kemudian cukup lurus saja ke ujung jalan setelah itu berbelok ke arah kiri menuju ke Jalan Dukuh setelah gapura kya-kya Kembang Jepun.

Bagi yang memerlukan fasilitas menginap dapat menggunakan jasa dari New Grand Park Hotel yang berada di Jl. Samudra No.3-5, Bongkaran, Kec. Pabean Cantian. Tarif menginap di hotel ini mulai dari Rp250.000/malam. Untuk info lebih lanjut dapat menghubungi nomor 031-3531515.

Tags : kota tua brisik.id travel sejarah surabaya pecinan jalan dukuh

Artikel ini ditulis oleh :

Zahir
  

Ranking Level

BadgeNameKeterangan
Bronze 11-14 artikel
Bronze 215-30 artikel
Bronze 331-45 artikel
Bronze 445-60 artikel
Bronze 561-75 artikel
Silver 176-125 artikel
Silver 2126-175 artikel
Silver 3176-225 artikel
Silver 4226-275 artikel
Silver 5276-325 artikel
Gold 1326-400 artikel
Gold 2401-475 artikel
Gold 3476-550 artikel
Gold 4551-625 artikel
Gold 5626-700 artikel
Platinum 1701-800 artikel
Platinum 2801-900 artikel
Platinum 3901-1000 artikel
Platinum 41001-1100 artikel
Platinum 51101-1200 artikel
Diamond 11201-1350 artikel
Diamond 21351-1500 artikel
Diamond 31501-1650 artikel
Diamond 41651-1800 artikel
Diamond 5> 1800

Surabaya {[{followers}]} Followers



Berita Terkait

Travel

Berjalan-jalan Sembari Menelusuri Jejak Sejarah Di Jalan Dukuh

Salah satunya bukti sejarah di tempat ini adanya Klenteng Hong Tiek Hian diyakini dibangun pada abad ke-13 yang masih berfungsi hingga sekarang.

26 Agt 2021

Travel

Ereveld Ancol, Potongan Sejarah Indonesia di Tengah Desiran Ombak

Berada di dalam kawasan Taman Impian Jaya Ancol.

26 Agt 2021

Travel

Menelusuri Benteng Pendem Peninggalan Belanda di Cilacap

Satu kawasan dengan Pantai Teluk Penyu

25 Agt 2021

Kamu Mungkin Tertarik

Travel

Menyambangi Sumber Gadung, Mata Air yang Tidak Pernah Habis

Sumber air ini diyakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit dan sudah ada sejak masa kerajaan Majapahit.

15 Agustus 2021

Kuliner

Secangkir Hangat Kopi Robusta Menemani Suasana Dingin Lembah Colol

Kopi asal Desa Colol memiliki kualitas tidak perlu diragukan lagi.

12 Juni 2021

Kuliner

Shojin Mie Ramen & Udon, Menawarkan Cita Rasa dan Suasana ala Jepang

Menyambangi kedai mie dan ramen di Jogja dengan suasana yang seperti aslinya.

28 April 2021

Travel

Alun-alun Magelang Jadi Tempat Bersenang-senang

Tak hanya dikelilingi pegunungan, letaknya juga strategis.

15 Juni 2021

Kuliner

Esteaja, Pilihan Mudah untuk Nongki Bersama Teman

Perpaduan menu berbahan dasar teh yang menarik untuk di coba ada disini.

09 April 2021

Terbaru

more

Kuliner

Piknik di Hatimu Kopi, Semarang

Coffee shop ini menawarkan tempat nongkrong dengan suasana outdoor yang nyaman ala garden.

28 Agustus 2021

Travel

Air Terjun Benang Stokel yang Masih Terjaga Keasriannya

Satu arah dengan Air Terjun Benang Kelambu.

28 Agustus 2021

Travel

Bebas Bergaya di Taman Wisata Genilangit

Merasakan keindahan alam dengan berbagai kegiatan dan fasilitas di satu area.

28 Agustus 2021

Travel

Nikmati Wahana Kelas Dunia di Hawai Waterpark Malang

Waterpark ini memiliki 12 wahana air yang cocok sebagai tempat liburan bersama keluarga.

28 Agustus 2021

Travel

Liburan Menyenangkan di Pantai Air Cina

Dahulu pantai ini menjadi tempat bersandar banyak kapal dagang dari Cina.

28 Agustus 2021

Berita Video

more