
Budaya & Gaya Hidup 08 Februari 2022

Foto: Instagram.com/eventsuroboyo
Sebagai salah satu kota Metropolitan dengan segala hingar bingar modernitas khas kota besar, kota Surabaya tentunya tumbuh menjadi sebuah kota yang maju yang bertumpu pada sektor perekonomian. Kota yang berada di kawasan pesisir pulau Jawa bagian timur tersebut memang menempati urutan kedua sebagai kota terbesar dan tersibuk di Indonesia setelah Jakarta.
Mungkin bagi Teman Brisik yang terbiasa hidup di kota-kota besar akan sangat susah untuk menemukan tradisi-tradisi leluhur yang masih terjaga hingga kini. Namun di kota Surabaya ada beberapa tradisi kuno yang masih dilestarikan bahkan diwariskan secara turun-temurun. Salah satu tradisi kuno yang masih eksis di kota ini adalah budaya Sedekah Bumi.
Dapat Ditemui di Wilayah Barat Kota
Bagi sebagian masyarakat kota Surabaya, khususnya yang tinggal di daerah barat kota yang memiliki julukan sebagai "Kota Pahlawan" tersebut sangat mengenal tradisi Sedekah Bumi. Tradisi lama yang masih dilakukan hingga kini tersebut memang sudah menjadi salah satu kebiasaan masyarakat di Surabaya Barat yang lokasinya berbatasan dengan Kabupaten Gresik. Masyarakat daerah Made, Wiyung, Sambikerep dan sekitarnya memang terkenal masih melestarikan dan mewariskan tradisi kuno yang ada di kota Surabaya, salah satunya tentu Sedekah Bumi ini.
Foto: Instagram.com/pada.dunianya
Acara yang selalu dilakukan setiap tahun ini merupakan salah satu bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rezeki dan hasil panen yang melimpah yang dilakukan oleh masyarakat sekitar. Dalam Perayaan Sedekah Bumi ini hampir setiap kampung yang berada di kawasan Sambikerep, Made dan sekitarnya melakukan pawai atau "Arak-arakan" gunungan yang berisi berbagai hasil panen dan bahan pangan lainnya yang merupakan perlambang kemakmuran pasca musim panen. Selain itu Sedekah Bumi ini sendiri juga sebagai bentuk pengharapan ketenteraman dan doa agar panen berikutnya lebih melimpah.
Foto: Instagram.com/eventsuroboyo
Diiringi Beragam Kegiatan
Dalam acara Sedekah Bumi yang dilakukan setahun sekali ini, masyarakat sekitar akan melakukan serangkaian acara yang umumnya dilakukan selama 5 hari atau seminggu. Umumnya dalam rentetan acara tersebut akan ada pementasan wayang kulit yang dilaksanakan di alun-alun kampung. Selain itu ada juga tradisi gulat okol yakni tradisi gulat kuno yang dilakukan warga di atas sebuah tumpukan jerami dan memakai sebuah selendang sebagai atribut gulat.
Selain itu akan ada acara doa bersama yang umumnya dilakukan di sebuah Punden yang berada di sekitar kawasan Sambikerep. Selain itu akan dipentaskan acara gamelan dan tarian kuno di kawasan punden tersebut. Setelah itu gunungan yang berisi beragam hasil panen, Nasi Tumpeng dan beragam bahan pangan lainnya akan dibawa keliling kampung sebelum dibagikan kepada masyarakat.
Foto: Instagram.com/eventsuroboyo
Menurut kepercayaan masyarakat hasil panen dan bahan pangan yang terdapat di gunungan tersebut dipercaya memiliki berkah tersendiri. Tidak heran hasil panen dan bahan pangan tersebut selalu menjadi rebutan oleh warga ketika saatnya pembagian hasil sedekah bumi. Rentetan acara Sedekah Bumi ini umumnya akan ditutup dengan pagelaran ludruk yang menceritakan kisah-kisah yang identik dengan sejarah kota Surabaya yang diselenggarakan di balai desa yang juga merupakan tradisi kuno bagi masyarakat kota Surabaya.
Bagi Teman Brisik yang ingin menyaksikan acara Sedekah Bumi tersebut, biasanya tradisi ini dilakukan antara akhir bulan September hingga pertengahan November. Acara ini tentunya selalu menarik minat wisatawan yang ingin menikmati suasana pariwisata bercorak budaya kuno yang ada di kota Surabaya. Selain itu acara ini selalu masuk agenda tahunan dalam pagelaran budaya kota Surabaya.
Tags : budaya brisik.id sedekah bumi surabaya sambikerep tradisi
Artikel ini ditulis oleh :
Ranking Level
| Badge | Name | Keterangan |
|---|---|---|
| Bronze 1 | 1-14 artikel | |
| Bronze 2 | 15-30 artikel | |
| Bronze 3 | 31-45 artikel | |
| Bronze 4 | 45-60 artikel | |
| Bronze 5 | 61-75 artikel | |
| Silver 1 | 76-125 artikel | |
| Silver 2 | 126-175 artikel | |
| Silver 3 | 176-225 artikel | |
| Silver 4 | 226-275 artikel | |
| Silver 5 | 276-325 artikel | |
| Gold 1 | 326-400 artikel | |
| Gold 2 | 401-475 artikel | |
| Gold 3 | 476-550 artikel | |
| Gold 4 | 551-625 artikel | |
| Gold 5 | 626-700 artikel | |
| Platinum 1 | 701-800 artikel | |
| Platinum 2 | 801-900 artikel | |
| Platinum 3 | 901-1000 artikel | |
| Platinum 4 | 1001-1100 artikel | |
| Platinum 5 | 1101-1200 artikel | |
| Diamond 1 | 1201-1350 artikel | |
| Diamond 2 | 1351-1500 artikel | |
| Diamond 3 | 1501-1650 artikel | |
| Diamond 4 | 1651-1800 artikel | |
| Diamond 5 | > 1800 |
Youth Historian
Surabaya {[{followers}]} Followers

Merasakan nikmatnya Nasi Krawu dengan kikil dan bumbunya yang khas.
16 Feb 2022

Konon kawasan ini merupakan tempat pembuangan mayat atau bangkai di masa perang.
15 Feb 2022

Mengenal kesenian musik tradisional khas Sasak.
15 Feb 2022

Menilik sejarah pulau yang sempat jadi rebutan dua provinsi.
05 Juli 2021

Menu kopi paling laris adalah Iced Coffee Glory dan Silk Coffee.
03 Agustus 2020


Menyimpan catatan penting perjuangan arek-arek Surabaya.
31 Agustus 2020

Bisakah dipakai di semua resolusi?
20 Februari 2020

Hadirkan konsep tropical dan art yang dikemas menjadi cantik.
16 Februari 2022

Suguhkan pilihan soto betawi dan soto ayam surabaya bercita rasa mantap.
16 Februari 2022

Situs ini berupa umpak batu sebanyak 36 buah yang diletakkan bersusun dari depan ke belakang.
16 Februari 2022

Walaupun berada di dekat sawah, bangunannya tak kalah mewah.
16 Februari 2022

Tugu untuk mengenang para pejuang Garut mengadang rombongan pasukan militer Jepang.
16 Februari 2022




