Mengenal Tradisi Nyongkolan Suku Sasak Lombok

Budaya & Gaya Hidup 05 Januari 2022

Foto: Brisik.id/Gani Islahudin

Pernikahan adalah sebuah proses di mana kedua mempelai pengantin telah sah menjadi sepasang suami istri baik secara agama maupun hukum Negara. Namun, di Indonesia sendiri setiap pernikahan mempunyai rangkaian proses yang amat panjang, selain sudah sah secara agama dan Negara namun tak bisa di kesampingkan proses secara adat istiadat.

Masing-masing suku di Indonesia mempunyai tradisi atau adat istiadat yang berbeda-beda dalam perayaan pernikahan. Tak terkecuali suku sasak, yang berada di Lombok. Nusa Tenggara Barat. 

Suku sasak sendiri memiliki rangkaian proses pernikahan yang lumayan panjang dalam menyatukan pasangan yang hendak ingin menikah; dari mulai menculik pengantin wanita, proses tawar menawar mahar untuk pengantin wanita dan uang seserahan untuk wali pengantin wanita, begawe (syukuran) hingga proses akhir yaitu Nyongolan.

Proses Terakhir Pernikahan Adat Suku Sasak 

Beberapa ritual adat istiadat yang ada di Lombok memang kerap kali mengundang perhatian para wisatawan yang datang, salah satunya tradisi Nyongkolan ini. Tradisi Nyongkolan merupakan rangkaian terakhir dari prosesi pernikahan adat suku Sasak. Tradisi ini bisa dikatakan potret zaman kerajaan dulu, di mana ratusan orang bahkan bisa ribuan tumpah ruah dengan pakaian adat khas suku Sasak mengarak kedua pengantin dari rumah pengantin laki-laki ke rumah pengantin wanita. 

Arak-arakan yang memadati jalan raya hingga barisan puluhan meter bisa membuat macet, tetapi hal itulah yang menjadi perhatian banyak wisatawan yang datang, terutama wisatawan mancanegara. Mereka akan dengan antusias menonton tradisi nyongkolan ini, bahkan tak jarang mereka ikut larut dalam barisan mengarak dua pengantin ini sampai ke rumah pengantin wanita.

Foto: Brisik.id/Gani Islahudin

Terlebih lagi proses arakan ini di iringi dengan gendang beleq (alat musik tradisional yang dimainkan secara berkelompok) di sertai dengan tarian-tarian suku sasak dengan elok dan lincah. Para pemain gendang beleq ini dengan lihai memainkan alat musik yang mereka pegang hingga bisa memekakkan telinga begitu juga bisa larut dalam tarian mereka.

Kedua pengantin ini berdandan menggunakan pakaian khas suku sasak. Di payungi oleh dua orang yang dijadikan pengawal. Di belakang mereka, para pemuda dan pemudi mengeringi lengkap dengan pakaian tradisional setempat. 

Pakaian yang di Gunakan dalam Nyongkolan

Untuk pakaian laki-laki di sebut Pegon. Pegon menggunakan kain biasa berwarna gelap sedangkan untuk bawahannya menggunakan wiron. Sebagaimana lazimnya, pemuda-pemuda suku sasak yang menggunakan pegon dalam acara adat termasuk nyongkolan menggunakan cappuq sebagai hiasan di kepala di mana ujung cappuq menenggadah ke atas. 

dan pakaian wanita di sebut Lambung terdiri dari dress hitam tanpa lengan dengan kerah berbentuk V dan ada beberapa hiasan yang menghiasinya. Pakaian ini menggunakan kain pelung dengan selendang menjuntai di bahu kanan. Biasanya pakaian ini dipakai oleh khusus oleh para gadis suku sasak yang menyambut tamu dari kedua pengantin yang di arak dan juga dipakai oleh gadis suku sasak yang membawa buah-buahan saat mengiringi kedua pengantin.

Foto: Brisik.id/Gani Islahudin

Tradisi Nyongkolan ini memang menjadikan kedua pengantin bak raja dan ratu sehari di mana mereka di arak serta diiringi ribuan orang di belakangnya lengkap pernak pernik yang di bawa ke rumah pengantin wanita. 

Sebelum sampai di rumah pengantin wanita, dua kelompok gendang beleq ini akan beradu kelihaian dalam memainkan alat musik mereka. Di mana gendang beleq yang dibawa dari rumah pengantin laki-laki akan disambut oleh gendang beleq yang disiapkan di rumah pengantin wanita. Sehingga akan terdengar bunyi-bunyian yang sangat nyaring disertai dengan memamerkan kelihaian dalam menari. 

Setelah itu, kedua pengantin ini akan di persilahkan duduk di atas singgasana yang sudah di persiapkan di rumah pengantin wanita sehingga dengan dua permaisuri cilik yang mengipasinya sehingga tampak bak raja dan ratu.

 

Tags : tradisi nyongkolan suku sasak lombok ntb travel gaya hidup budaya adat istiadat

Artikel ini ditulis oleh :

Gani/Is
  

Ranking Level

BadgeNameKeterangan
Bronze 11-14 artikel
Bronze 215-30 artikel
Bronze 331-45 artikel
Bronze 445-60 artikel
Bronze 561-75 artikel
Silver 176-125 artikel
Silver 2126-175 artikel
Silver 3176-225 artikel
Silver 4226-275 artikel
Silver 5276-325 artikel
Gold 1326-400 artikel
Gold 2401-475 artikel
Gold 3476-550 artikel
Gold 4551-625 artikel
Gold 5626-700 artikel
Platinum 1701-800 artikel
Platinum 2801-900 artikel
Platinum 3901-1000 artikel
Platinum 41001-1100 artikel
Platinum 51101-1200 artikel
Diamond 11201-1350 artikel
Diamond 21351-1500 artikel
Diamond 31501-1650 artikel
Diamond 41651-1800 artikel
Diamond 5> 1800

Tukang ngopi dan diskusi. Cari duit cuma hobi

Praya {[{followers}]} Followers



Berita Terkait

News

Memaknai Estetika dan Ketidaksempurnaan Karya dalam Pameran Wabi-Sabi

Melihat pameran seni dengan tema ketidaksempurnaan di galeri yang berada di hotel.

26 Jan 2022

News

Pameran Practical Fragment, Upaya Seniman Mengolah Artefak Kebudayaan Yang Termakan Zaman

Mengunjungi pameran seni yang menggunakan media barang tidak terpakai.

26 Jan 2022

News

Sambut Imlek, Mal Ciputra Jakarta Konsisten Melestarikan Wayang Potehi

Melestarikan budaya wayang potehi dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek.

25 Jan 2022

Kamu Mungkin Tertarik

Travel

Uniknya Gili Pasir, Bentuk Pasirnya Mirip Ukiran

Destinasi alam berupa gundukan pasir di tengah laut.

30 November 2020

Budaya & Gaya Hidup

Tunggu Tubang, Warisan Terjaga Nenek Moyang Suku Semende

Tunggu tubang merupakan sebutan untuk pewaris harta turun-temurun Suku Semende.

16 Oktober 2020

Travel

Ada Infinity Pool di Broken Beach Nusa Penida

Pantai ikonik dengan lubang besar di bagian tebingnya.

12 Oktober 2020

Travel

Pontianak Punya Toko Kue yang Jadi Spot Nongkrong

Mengarahkan diri sebagai spot nongkrong yang identik dengan beragam menu kue.

08 Agustus 2020

News

Kasus Gundik Garuda, Siwi Sidi Dicecar 42 Pertanyaan

Dalam pemeriksaan itu Siwi diperiksa sampai 5 jam.

21 Januari 2020

Terbaru

more

Kuliner

Kopi Kompleks Ngagel, Ngopi Asyik Dengan Nuansa Cozy dan Cutie

Nongkrong di kafe dengan konsep retro vintage yang unik.

28 Januari 2022

Kuliner

Nongkrong di Malam Minggu Makin Seru di Kafe Jejakmu

Nongkrong asyik di kafe dengan minuman dan menu yang unik .

28 Januari 2022

Travel

Curug Gomblang, Airnya Adem Banget!

Airnya dingin banget tidak disarankan untuk mandi.

27 Januari 2022

Travel

Warna-warni Dam Sewu

Seiring berjalannya waktu, keberadaan dam sekaligus dijadikan sebuah tempat wisata gratis.

27 Januari 2022

Kuliner

Sarapan Di Warung Kongde Dengan Nama Lauk Yang Unik

Mencoba bersantap di warung makan dengan nama dan menu yang unik.

27 Januari 2022

Berita Video

more