Berwisata di Kampung Tenun Kembang Kerang Daya

Budaya & Gaya Hidup 01 Januari 2022

Foto: brisik.id/Ahmad Hadi Ramdhani

Kain tenun adalah salah satu produk hand made masyarakat Indonesia. Setiap daerah memiliki produk kain tenun dengan motif khas tersendiri. Biasanya, motif kain tenun di adopsi dari khazanah lokal suatu daerah, baik berupa khazanah sosial, geografis maupun budaya masyarakat setempat.

Salah satu desa di pulau Lombok yang hingga kini masih konsisten memproduksi kain tenun adalah Desa Kembang Kerang Daya, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Aktivitas menenun atau yang dalam bahasa Sasak dikenal dengan istilah nyesek itu, diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi hingga hari ini.

Foto : brisik.id/Ahmad Hadi Ramdhani

Sejarah Kembang Kerang Daya

Kembang Kerang Daya merupakan desa yang mayoritas penduduknya merupakan keturunan etnis Samawa di pulau Sumbawa. Konon, mereka mendiami desa tersebut sejak abad ke 18 ketika terjadi hubungan diplomatik antara kerajaan Selaparang dengan salah satu kerajaan di pulau Sumbawa.

Ketika itu, kerajaan Selaparang yang berada tidak jauh dari Desa Kembang Kerang Daya, sedang menghadapi invansi kerajaan Karang Asem Bali yang pusat kerajaannya di Cakranegara. Untuk menghadapi invansi tersebut, kerajaan Selaparang membutuhkan bala bantuan tentara, sehingga mereka meminta bantuan ke kerajaan tetangga yang kebetulan memeluk agama Islam sebagaimana kerajaan Selaparang.

Sejak saat itulah, etnis Samawa mendiami pulau lombok di beberapa daerah, salah satunya adalah yang sekarang kita kenal dengan nama Kembang Kerang Daya. Menurut Muhammad Said salah satu akademisi kelahiran Kembang Kerang Daya, etnis Samawa yang mendiami Kembang Kerang daya saat ini memiliki hubungan darah dengan etnis Samawa di Taliwang, Sumbawa.

Motif Kain Tenun Kembang Kerang Daya

Sehingga, kain tenun Kembang Kerang daya, memiliki motif dan kekhasan tersendiri jika dibandingkan dengan motif tenun di beberapa desa dipulau Lombok seperti kain tenun Pringgasela, Desa Sade dan beberapa tempat lainnya. Motif kain tenun Kembang Kerang daya merupakan percampuran antara motif etnis Samawa dan Sasak. Hal itulah yang membedakannya dengan motif-motif desa lainnya di pulau Lombok.

Foto : brisik.id/Ahmad Hadi Ramdhani

Dalam bahasa Kembang Kerang, motif disebut sebagai ragi. Terdapat beberapa ragi yang sering dibuat oleh pengerajin kain tenun Kembang Kerang daya dan mempunyai makna tersendiri, diantaranya : ragi apit udang, pucuk rebong, sri menanti, ompal-ompal, kepes kembung, ragi dasan  dan londong abang.

Ragi pucuk robong misalnya menunjukkan makna sebuah proses kelahiran. Sementara sri menanti menggambarkan suasana seorang perempuan Kembang Kerang Daya yang menanti kepulangan suaminya dari aktivitas jualan gulan gending, dan ragi dasan menunjukkan identitas Desa Kembang Kerang Daya.

Makna Nyesek dan Kain Tenun Kembang Kerang Daya

Kain tenun bagi masyarakat kembang kerang daya memiliki makna tersendiri, bukan sekedar sebagai medium merawat ingatan tetapi juga cara bertahan hidup masyarakat. Karena mereka merupakan pendatang, dan tidak memiliki lahan sawah dan ladang untuk digarap, maka nyesek merupakan cara warga Kembang Kerang daya bertahan hidup.

Foto : brisik.id/Ahmad Hadi Ramdhani

Bukan hanya itu, lebih jauh nyesek bagi masyarakat Kembang Kerang daya juga merupakan standar kedewasaan perempuannya. Seorang perempuan Kembang Kerang daya akan dianggap dewasa ketika ia mampu melakukan aktivitas nyesek.

Selain aktivitas nyesek, kain tenunnya juga memiliki makna yang mendalam salah duanya adalah pertama, kain sesek atau tenun mengandung simbol siklus kehidupan, dari kelahiran, menikah hingga kematian yang dilalui masyarakat Kembang Kerang Daya. Semisal anak yang baru lahir untuk pertama kali akan diselimuti oleh sehelai kain tenun dengan motif pucuk rebong yang melambangkan kelahiran. Begitu pun ketika menikah dan kematian, kain tenun akan hadir sebagai simbol siklus tersebut.

Foto : brisik.id/Ahmad Hadi Ramdhani

Kain tenun Kembang Kerang Daya, selain menggambarkan siklus hidup, ia juga melambangkan keabadian cinta. Seorang perempuan Kembang Kerang Daya, ketika menikah akan membawakan sehelai kain untuk sang suami yang dalam bahasa kembang kerang disebut sebagai kereng ganti. Kain itu, akan digunakan atau pun disimpan hingga ajal menjemput sang suami.

Kini, aktivitas nyesek dilakukan oleh perempuan-perempuan Kembang Kerang Daya di setiap rumah. Bahkan, dalam industri pariwisata yang kian menggeliat tak jarang aktivitas nyesek tersebut menjadi salah satu tujuan wisatawan untuk sekedar melihat proses kreatif pembuatan kain tenun ataupun untuk belajar.

Rute dan Akomodasi

Untuk sampai ke sana, teman brisik hanya membutuhkan waktu satu hingga dua jam dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid, Lombok. Sementara, bagi yang ingin menginap, tidak jauh dari sana terdapat penginapan yang siap disinggahi sebagai tempat teman brisik melepas penat. Balelangga adalah salah satunya, hanya dengan membayar Rp131.000 saja, teman brisik sudah bisa menikmati fasilitas berupa satu kamar dengan bed besar, sarapan gratis dan wifi gratis. Bagi yang berminat, bisa langsung menghubungi pihak pengelola di 0813-8703-7463.

Tags : wisata liburan kain tenun lombok kembang kerang

Artikel ini ditulis oleh :

Inspiramdhany
  

Ranking Level

BadgeNameKeterangan
Bronze 11-14 artikel
Bronze 215-30 artikel
Bronze 331-45 artikel
Bronze 445-60 artikel
Bronze 561-75 artikel
Silver 176-125 artikel
Silver 2126-175 artikel
Silver 3176-225 artikel
Silver 4226-275 artikel
Silver 5276-325 artikel
Gold 1326-400 artikel
Gold 2401-475 artikel
Gold 3476-550 artikel
Gold 4551-625 artikel
Gold 5626-700 artikel
Platinum 1701-800 artikel
Platinum 2801-900 artikel
Platinum 3901-1000 artikel
Platinum 41001-1100 artikel
Platinum 51101-1200 artikel
Diamond 11201-1350 artikel
Diamond 21351-1500 artikel
Diamond 31501-1650 artikel
Diamond 41651-1800 artikel
Diamond 5> 1800

Seorang pengelana | Penikmat Ketinggian | Penyuka Kopi dan Dinginnya Malam

Selong {[{followers}]} Followers



Berita Terkait

Travel

Taman PUPR, Wisata Baru di Surabaya

Taman sejuk dengan fasilitas playground.

19 Jan 2022

Travel

Liburan Gratis di Bendung Gerak Sembayat Gresik

Menyajikan keindahan alam pedesaan asri dengan aliran Bengawan Solo serta hamparan rumput hijau cocok buat piknik.

19 Jan 2022

Travel

Menggapai Langit dari Sorga Bukit Angkasa

Wisata petualangan langit di Kabupaten Banyumas

17 Jan 2022

Kamu Mungkin Tertarik

Budaya & Gaya Hidup

Pesona Wisata Kopi Lereng Gunung Merapi yang Mengedukasi

Wisata ini terletak di sebelah barat Gunung Merapi.

25 Mei 2021

News

Festival UMKM dan Pariwisata Digital Pesona Bumi Tambun Bungai Kalimantan Tengah

Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan untuk memperkenalkan budaya Kalimantan Tengah kepada masyarakat luas.

22 Juli 2021

Travel

Serunya Berenang dan Bermain Air di Air Terjun Alam Kandung

Memiliki tiga tingkatan air terjun beserta cekungan di setiap tingkatannya.

30 April 2021

Kuliner

Gelatoku di Gedung Djoeang 45 Solo

Menyantap gelato sambil belajar edukasi cuma bisa disini!

20 Mei 2021

Kuliner

Mides Bu Yanti, Sajian Kuliner Mie Khas Pundong Bantul

Mides Pundong terbuat dari singkong, Aroma khas asam pati basah singkong akan tercium saat melintas di dekatnya.

13 Agustus 2021

Terbaru

more

Kuliner

Waroenk Kebon, Tempat Makan Ayu di Tepi Sungai Serayu

A'la pedesaan dengan suasana tempat makan yang adem.

19 Januari 2022

Travel

Bugis Waterpark, Taman Rekreasi Air Bernuansa Lokal

Nuansa budaya Bugis terasa kental meski dibalut kesan modern.

19 Januari 2022

Kuliner

Kyokai, Tempat Makan Sepuasnya dengan Harga Paling Murah

Semua menunya memiliki harga terjangkau dan bikin kantong aman.

19 Januari 2022

Travel

Berinteraksi Dengan Monyet Ekor Panjang di Karang Gantungan

Konon katanya, monyet-monyet di sini selalu berjumlah 40 ekor.

19 Januari 2022

Travel

Warna-Warni Keceriaan Kolam Renang Anak di Waterboom Sambi Pondok

Wisata air dengan keindahan payung warna-warni.

19 Januari 2022

Berita Video

more