Tidak Hanya Tentang Cita Rasa, Telisik Sisi Pahit Kopi di Indonesia

Budaya & Gaya Hidup 03 Oktober 2021

Foto: canva.com/design

Teman Brisik, hari ini budaya mengonsumsi segelas kopi bukan fenomena baru bahkan beberapa orang menjadikan minuman berwarna hitam kecokelatan dengan rasa pahit sebuah keharusan untuk dikonsumsi sebelum memulai hari. Namun, dari mana sebenarnya budaya 'ngopi' ini dimulai ya?

Foto: sabani.com

Cerita Hadirnya Biji Kopi di Indonesia

Jauh sebelum Indonesia menjadi negara eksportir kopi terbesar setelah Vietnam dan Brazil, cerita bermula dari ditemukannya pohon sejenis beri di Ethiopia dan saat buahnya di ekstrak akan menghasilkan cairan yang jika dikonsumsi manusia bermanfaat untuk menambah stamina. Pada abad 15, pedagang Yemen yang tinggal lama di Afrika Selatan mulai tertarik dengan minuman yang biasa dikonsumsi warga setempat dan mulai membawa komoditi tersebut ke negara Arab, diperkenalkan dengan nama qahwah diartikan sebagai pemberi kekuatan.

Tidak lama hingga minuman ini dikenal oleh negara-negara Eropa, salah satunya Belanda yang menyebutnya dengan koffie. Sempat menjadi minuman untuk kelas menengah ke atas membuat Belanda memanfaatkan daerah-daerah di bawah kuasanya untuk membudidayakan tanaman biji kopi, salah satunya daerah di Jawa Barat yaitu Priangan/Parahyangan dan segera menjadi insiden preangerstelsel atau tanam paksa biji kopi pada tahun 1720.

Sekilas Tentang Preangerstelsel

Kongsi dagang belanda (VOC) pertama kali membawa tanaman biji kopi dari Malabar, India masuk ke Indonesia pada tahun 1696. Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Bali hingga Timor dengan cepat diubah menjadi perkebunan biji kopi untuk memenuhi permintaan negara Eropa yang tidak iklimnya tidak sesuai untuk membudidayakan komoditi ini. Insiden yang terjadi antara lain dugaan pembunuhan terhadap salah satu Gubernur pemilik perkebunan biji kopi terbesar di Jawa bagian barat, dan penolakan rakyat yang dipaksa menanam komoditi berharga murah dan tidak bisa dikonsumsi untuk pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.

Belanda sempat kesulitan menghadapi situasi alot perlawanan rakyat terhadap preangerstelsel, walaupun rakyat tetap menjalankan perintah namun kuantitas biji kopi terus menurun karena sengaja dirusak oleh petani yang pada saat itu sudah sangat muak dan VOC akhirnya tidak dapat memenuhi janjinya kepada negara-negara yang sudah bersedia membayar lebih untuk mendapat biji kopi berkualitas dari Indonesia hingga akhirnya sistem ini dihentikan saat VOC bangkrut pada tahun 1729.

Foto: sejarahkita.com

Walau sistem tanam paksa biji kopi di Jawa sempat terhenti namun di daerah lainnya biji kopi terus di budidayakan dan kebiasaan mengonsumsi koffie yang selanjutnya akan saya sebut dengan kopi sudah menyebar ke banyak daerah di Indonesia. 

Perkembangan Kopi di Indonesia 

Sekarang, Indonesia menjadi negara keempat dalam perdagangan global biji kopi. Daerah bekas jajahan VOC pun lantas menjadi penghasil biji kopi berkualitas seperti biji kopi Arabika Gayo dari Aceh, Mandailing di Sumatera Utara, Ciwidey dan Puntang dari Jawa Barat, Kintamani dari Bali dan biji kopi arabika lainnya dari Flores dan Papua. Mungkin Teman Brisik punya biji kopi favorit lainnya dari Indonesia? Tulis di kolom komentar ya! Siapa tau bisa jadi rekomendasi saat ada pembaca yang ingin mencoba biji kopi single origin dari daerah lain.

Budaya 'Ngopi' dan Pertumbuhan Pesat Kedai Kopi

Jika dijabarkan menggunakan skema waktu, perkembangan kopi di Indonesia berawal di tahun 1800-an kala itu perusahaan besar mulai mengembangkan sendiri merek kopi instan yang bisa didapatkan dengan murah, dilanjutkan pada tahun 1960-an yang menjadi tahun berkembangnya kedai kopi pada era ini minuman kopi bukan hanya untuk dikonsumsi sendiri tapi menjadikan pemersatu antara orang-orang yang gemar menikmati rasa kopi di tempat yang nyaman, singkatnya pada masa ini kopi bukan sekedar sesuatu yang dikonsumsi tapi juga sebuah pengalaman utuh dengan siapa dan di mana kita menikmati seduhan kopi tersebut.

Tahun ini juga berkembangnya espresso based, yaitu olahan kopi dengan mesin dan campuran berbagai sirup, susu, maupun perasa lainnya. Baru pada tahun 2000-an muncul sebuah penamaan terhadap pecinta kopi yaitu Coffee Snob, biasanya mereka adalah orang-orang yang lebih menghargai cita rasa kopi asli dengan mencicipi ragam biji kopi daerah dan diseduh dengan metode manual brew untuk mendapatkan pengalaman maksimal dan tidak lagi memedulikan tentang kedai atau tempatnya.

Hingga hari ini, penikmat kopi tidak lagi terbatas usia, gender maupun kelas sosial. Menjamurnya kedai kopi dan merek biji kopi yang bisa diseduh sendiri memenuhi ragam segmen pasar. Itu tadi cerita pahit yang harus dialami para petani kopi, sekaligus menjadi anugerah yang harus disyukuri karena walau diawali dengan kepahitan namun tanah Indonesia mampu menghasilkan biji kopi berkualitas untuk dinikmati semua orang dari dalam maupun luar negeri.

Kalau Teman Brisik, lebih suka menikmati kopi di kedai atau menyeduhnya sendiri di rumah?

Tags : budaya ngopi cerita kopi sejarah kopi priangerstelsel kopi indonesia

Artikel ini ditulis oleh :

vg
  

Ranking Level

BadgeNameKeterangan
Bronze 11-14 artikel
Bronze 215-30 artikel
Bronze 331-45 artikel
Bronze 445-60 artikel
Bronze 561-75 artikel
Silver 176-125 artikel
Silver 2126-175 artikel
Silver 3176-225 artikel
Silver 4226-275 artikel
Silver 5276-325 artikel
Gold 1326-400 artikel
Gold 2401-475 artikel
Gold 3476-550 artikel
Gold 4551-625 artikel
Gold 5626-700 artikel
Platinum 1701-800 artikel
Platinum 2801-900 artikel
Platinum 3901-1000 artikel
Platinum 41001-1100 artikel
Platinum 51101-1200 artikel
Diamond 11201-1350 artikel
Diamond 21351-1500 artikel
Diamond 31501-1650 artikel
Diamond 41651-1800 artikel
Diamond 5> 1800

Bali {[{followers}]} Followers



Berita Terkait

Budaya & Gaya Hidup

Tidak Hanya Tentang Cita Rasa, Telisik Sisi Pahit Kopi di Indonesia

Mengetahui awal mula kebiasaan minum kopi di Indonesia.

03 Okt 2021

Kamu Mungkin Tertarik

Travel

Mendaki Ciremai via Linggarjati

Jalur ini mempunyai trek yang sangat menantang.

01 April 2020

Travel

Puncak Segoro, Ulu Watu Versi Yogyakarta

Menikmati pemandangan laut, serta deburan ombak dari atas bukit.

28 September 2020

Travel

Ledok Sambi, Kolam Renang Alami Idola Anak-Anak

Objek wisata ini semakin populer karena keberadaan kolam renang alami yang ramah bagi anak.

23 September 2020

News

BTS Meal : Kolaborasi Fenomenal McDonald's x BTS

Kolaborasi McDonald's dengan BTS yang meledak dalam hari pertama penjualan.

10 Juni 2021

Kuliner

Nikmatnya Olahan Gurami di Wisata Gurami Seduri

Wisata kuliner sekaligus edukasi.

19 Juli 2020

Terbaru

more

Travel

Bukit Ngasinan, Tak Kalah Ciamik Dengan Wisata Alam Lain

Beberapa wisatawan berkunjung ke sini sengaja untuk menenangkan pikiran.

17 Oktober 2021

Travel

Pantai Kasap Disebut-sebut Mirip Raja Ampat

Jika dilihat dari atas bukit.

17 Oktober 2021

Kuliner

Kopi Takua, Hidden Gemnya Anak Muda Cibubur

Sangat simple namun terlihat asyik mirip seperti coffee shop di Bandung.

17 Oktober 2021

Kuliner

Terlena dengan Suasana Kayana Kopi

Suasananya dikemas seperti rumah hunian.

17 Oktober 2021

Travel

Forest Garden Batu Layang, Staycation Sambil Berpetualang

Selain bermalam, Teman Brisik juga bisa melakukan aktivitas lainnya.

17 Oktober 2021

Berita Video

more