Menyelami Karinding, Alat Musik Sunda yang Sarat Akan Filosofis

Budaya & Gaya Hidup 13 Oktober 2021

Foto: Kompasiana

Karinding merupakan waditra karuhun sunda yang terbuat dari bambu atau pelepah kawung. Alat musik ini telah ada sejak enam abad yang lalu, usianya diperkirakan melebihi alat musik gamelan dan kecapi, bahkan kecapi ditemukan lebih dari 500 tahun yang lalu. Ada pula yang menyebutkan bahwa karinding telah digunakan sejak zaman purba, pada sekitar era Megalitikum.

Foto : beritabaik.id

Terdapat pembeda gender dalam bentuk karinding. Karinding yang digunakan oleh perempuan berbahan dasar bambu dan memiliki bentuk seperti susuk sanggul. Hal ini bertujuan agar karinding tersebut dapat disisipkan ke dalam sanggul. Sementara untuk laki-laki berasal dari pelepah kawung yang ukurannya lebih pendek, sehingga dapat disimpan ditempat penyimpanan tembakau atau rokok.

Mulanya karinding berfungsi sebagai alat musik penghilang rasa sepi dan jengah di malam hari, sebagai pengusir hama agar menjauhi ladang, dan dapat digunakan untuk memikat hati pasangan atau lawan jenis. Dalam ilmu suara, suara yang dihasilkan karinding termasuk ke dalam jenis suara low decibel yang getarannya hanya dapat didengar oleh jenis binatang seperti insect. Konon bagi hama, suara yang terdengar begitu menyakitkan sehingga mampu mengatasi serangan hama yang menyerang ladang warga.

Foto : goodnewsfromindonesia.id

Karinding dimainkan dengan cara ditabuh dan dirapatkan ke mulut. Terdiri dari tiga bagian, yakni pancepengan yang mesti dipegang dengan sangat baik (tidak terlalu erat, namun pas), cecet ucing atau buluh bambu karinding yang memiliki ukuran kecil dan tipis sebagai faktor terpenting dari karinding yang akan mengeluarkan suara, serta bagian panenggelan merupakan bagian yang ditabuh.

Bukanlah Indonesia jika tak sarat akan nilai filosofis di dalam setiap kebudayaannya, termasuk juga karinding. Pancepengan memiliki arti bahwa kita mesti yakin dengan apa yang dipegang sebelum memainkan alat musik ini. Keyakinan inilah yang akan mengantar pada sikap kerendahan hati. Setelah memiliki keyakinan dalam memegang karinding, maka pemain karinding dapat menabuh alat ini dengan penuh kesabaran, tidak tergesa-gesa ataupun terlalu pelan. Hubungan sifat sabar dan yakin dapat meningkatkan kekuatan fisik, mental, serta spiritual. Ketiga hal inilah yang menyadarkan dan membimbing manusia untuk menuju pada kehidupan yang lebih baik.

Foto : beritabaik.id

Sejarah awal mula karinding memiliki perbedaan di beberapa wilayah di Jawa Barat, seperti di Ciramagirang, Cineam, Parakan Muncang, dan di Kota Bandung. Penduduk Ciramagirang memercayai bahwa adanya alat musik karinding bermula ketika Embah Congkrang Buana dan Embah Kair Panawungan mengadakan adu ayam yang diiringi oleh karinding dan celempung. Masyarakat memiliki kepercayaan bahwa instrumen karinding mulai ada pada hari Jumat tanggal tujuh bulan tujuh tahun 1908. Untuk penamaannya sendiri berasal dari nama seorang pembuat dan pemain karinding bernama Kari yang sehari-harinya beraktivitas sebagai penggembala kerbau, yang dalam bahasa sunda yakni ngangon munding.  Lebih jauh masyarakat menyingkatnya menjadi karinding (Kari ngangon munding) atau Kari yang sedang menggembala kerbau.

Perkembangan zaman yang semakin maju, menggugah tokoh karawitan di Bandung untuk memodifikasi karinding karena pada awalnya alat musik ini tidak memiliki tangga nada yang permanen. Tinggi rendah nadanya ditentukan dengan kemampuan penabuh dalam mengolah gema getaran suara di rongga mulut. Jadi, dalam memainkannya memerlukan peran kepekaan perasaan di setiap pemainnya.

Karinding kini bereinkarnasi tidak hanya sebagai alat musik tradisional, namun menjadi kesenian musik populer yang tak luput dari pengaruh asing. Bentuknya pun lebih beragam, salah satunya ialah karinding towel (disingkat menjadi Karto) yang ditemukan oleh Asep Nata.   

Tags : brisik.id bandung budaya sunda alatmusik karindang

Artikel ini ditulis oleh :

cerang
  

Ranking Level

BadgeNameKeterangan
Bronze 11-14 artikel
Bronze 215-30 artikel
Bronze 331-45 artikel
Bronze 445-60 artikel
Bronze 561-75 artikel
Silver 176-125 artikel
Silver 2126-175 artikel
Silver 3176-225 artikel
Silver 4226-275 artikel
Silver 5276-325 artikel
Gold 1326-400 artikel
Gold 2401-475 artikel
Gold 3476-550 artikel
Gold 4551-625 artikel
Gold 5626-700 artikel
Platinum 1701-800 artikel
Platinum 2801-900 artikel
Platinum 3901-1000 artikel
Platinum 41001-1100 artikel
Platinum 51101-1200 artikel
Diamond 11201-1350 artikel
Diamond 21351-1500 artikel
Diamond 31501-1650 artikel
Diamond 41651-1800 artikel
Diamond 5> 1800

Bandung {[{followers}]} Followers



Berita Terkait

Travel

Pos Bloc Jakarta, Tempat Nongkrong Kekinian di Gedung Bersejarah

Gedung Filateli yang direnovasi menjadi community hub di tengah Jakarta.

17 Okt 2021

Travel

KAI Swargaloka, Sensasi Menginap dengan Keindahan Pedesaan

Dari namanya saja sudah terlihat unik dan memiliki makna yang artinya memberikan suasana keindahan surgawi.

14 Okt 2021

Kamu Mungkin Tertarik

Travel

Kebun Teh Sidamanik, Permadani Hijau di Tanah Simalungun

Lingkungan alamnya masih asri dan alami memberi kesan sejuk menyegarkan.

14 September 2020

Travel

Pantai Pasir Padi, Hamparan Pasir Putih di Bangka Belitung

Bisa makan-makan persis di tepi pantai.

11 Agustus 2020

Kuliner

The Asmara Coffee Perpaduan Antara Cinta dan Seni

Cafe asri di tengah rimbunan pohon.

29 Maret 2021

News

Sopir Taksi Online Pelaku Ekshibisionisme Sudah Dibekuk Polisi

Pelakunya pria berinisial JS usia 48 tahun.

27 Januari 2020

Travel

Selfie Keren di Labirin Mini Ecopark Banjar

Tempat sekeren ini tidak memungut biaya masuk sepeser pun kecuali untuk parkir motor atau mobil.

15 Oktober 2020

Terbaru

more

Travel

Bukit Ngasinan, Tak Kalah Ciamik Dengan Wisata Alam Lain

Beberapa wisatawan berkunjung ke sini sengaja untuk menenangkan pikiran.

17 Oktober 2021

Travel

Pantai Kasap Disebut-sebut Mirip Raja Ampat

Jika dilihat dari atas bukit.

17 Oktober 2021

Kuliner

Kopi Takua, Hidden Gemnya Anak Muda Cibubur

Sangat simple namun terlihat asyik mirip seperti coffee shop di Bandung.

17 Oktober 2021

Kuliner

Terlena dengan Suasana Kayana Kopi

Suasananya dikemas seperti rumah hunian.

17 Oktober 2021

Travel

Forest Garden Batu Layang, Staycation Sambil Berpetualang

Selain bermalam, Teman Brisik juga bisa melakukan aktivitas lainnya.

17 Oktober 2021

Berita Video

more