Hal yang Belum Banyak Orang Ketahui Tentang Sanggul Yogyakarta

Budaya & Gaya Hidup 14 September 2021

Foto: Brisik.id/sulistiani

Teman Brisik pasti sudah tidak asing lagi dengan hair do ala Indonesia yaitu sanggul. Sanggul adalah tatanan gaya rambut khas perempuan di beberapa suku di Indonesia. Meskipun terkesan kuno namun kini banyak perempuan muda yang menggunakan gaya ini sebagai tambahan gaya fashion sehari -hari. 

Masing-masing suku memiliki ciri khas dan gaya bersanggul yang berbeda-beda. Suku Jawa saja, antara satu tempat dan tempat lain terdapat perbedaan. Tentu dengan keunikan masing-masing . Berikut beberapa ciri khas sanggul gaya Yogyakarta. 

Sanggul Tekuk Menggunakan Lungseng

Foto: blog.ullensentalu.com

Sebenarnya sanggul gaya Yogyakarta ada berbagai macam pula, ada sanggul  bokor dan ada pula sanggul tekuk. Sanggul yang paling sering digunakan adalah sanggul tekuk. Sanggul bokor lebih sering digunakan pada momen-momen tertentu seperti riasan pernikahan atau pelengkap busana tari.

Sanggul gaya Yogyakarta dapat dilihat dari model awal sebelum digunakan. Pasa sanggul tekuk Yogyakarta, memiliki bentuk lebih kecil di bagian atas dan melebar di bagian bawah. Dahulu kala sanggul model ini dilakukan dengan menggunakan rambut asli sehingga tidak heran jika rambut perempuan Jawa masa lampau panjang-panjang. Kini sanggul tekuk semacam itu, dapat ditemukan di pasar Bringhardjo (pasar paling terkenal di Yogyakarta). Bahan yang digunakan sudah bukan rambut asli lagi melainkan rambut sintetis.

 Pada sanggul gaya Yogyakarta juga ditemukan lungseng. Lungseng adalah rambut bagian tengah atas dahi yang diambil atau disisihkan selebar 2 jari untuk penguat sanggul. Lungseng belum tentu digunakan pada sanggul-sanggul Jawa lainnya.

Foto: Brisik.id/sulistiani

Makna Sanggul 

Pada masa lalu, sanggul tekuk hanya digunakan oleh putri-putri raja di lingkungan keraton. Akan tetapi pada masa sekarang, siapa pun boleh menggunakan sanggul tekuk. Biasanya, perempuan menggunakan sanggul tekuk dilengkapi dengan bunga mawar berwarna merah. Selain itu, dilengkapi pula dengan tusuk gunungan yang menandakan bahwa ia telah lepas dari dunia anak-anak menuju dunia dewasa. Hal ini juga menandakan seorang gadis yang harum semerbak bagaikan bunga. Akan tetapi hiasan semacam ini hanya digunakan pada momen-momen tertentu saja. Apabila sehari-hari, sanggul tekuk digunakan polos tanpa hiasan.

Pada masa lalu bunga yang digunakan merupakan bunga asli yang diambil dari taman namun kini banyak pula ditemukan bunga sintetis untuk hiasan sanggul. Penggunaan bunga sintetis memang lebih praktis karena awet, lebih tahan lama, dan tidak mudah rontok. 

Sanggul juga banyak dikatakan dengan sebutan gelung. Menurut Suwardi Endraswara, gelung berasal dari kata 'gulung'. Ini karena gelungan biasa dipakai oleh perempuan yang merupakan rasa perempuan yang senantiasa berputar-putar.

Foto: Brisik.id/sulistiani

Boleh Mengendarai Motor Tanpa Helm

Siapa nih di antara Teman Brisik yang tidak suka menggunakan helm karena takut tatanan hairdo rusak? Nah jika kita bersanggul tekuk di Yogyakarta, kita bebas berkeliling mengendarai motor tanpa helm. Hal ini sudah menjadi peraturan tidak tertulis di sana. Polisi tidak akan menangkap pengendara motor yang bersanggul. Apalagi lengkap menggunakan kebaya dan kain batik. 

Para abdi dalem Kraton Yogyakarta banyak yang melakukan hal ini. Mereka akan bersiap-siap dengan kebaya tangkepan warna hitam dan jarik khas Yogyakarta sebagai bawahan sesuai ketentuan dari rumah. Kadang kala rumahnya cukup jauh bisa lebih dari lima kilo meter. Untuk itu mereka butuh naik kendaraan seperti motor jika akan bertugas. 

Jadi Teman Brisik tidak perlu heran jika banyak perempuan di Yogyakarta berseliweran mengendarai motor tanpa menggunakan helm namun tetap bersanggul. 

Tags : brisik.id yogyakarta indonesia klasik budaya hairdo sanggul

Artikel ini ditulis oleh :

Pudak Wangi
  

Ranking Level

BadgeNameKeterangan
Bronze 11-14 artikel
Bronze 215-30 artikel
Bronze 331-45 artikel
Bronze 445-60 artikel
Bronze 561-75 artikel
Silver 176-125 artikel
Silver 2126-175 artikel
Silver 3176-225 artikel
Silver 4226-275 artikel
Silver 5276-325 artikel
Gold 1326-400 artikel
Gold 2401-475 artikel
Gold 3476-550 artikel
Gold 4551-625 artikel
Gold 5626-700 artikel
Platinum 1701-800 artikel
Platinum 2801-900 artikel
Platinum 3901-1000 artikel
Platinum 41001-1100 artikel
Platinum 51101-1200 artikel
Diamond 11201-1350 artikel
Diamond 21351-1500 artikel
Diamond 31501-1650 artikel
Diamond 41651-1800 artikel
Diamond 5> 1800

Sleman {[{followers}]} Followers



Berita Terkait

Kuliner

Toko Roti dan Kue Sentral, Toko Roti Tertua di Jember

Toko Roti ini merupakan salah satu dari toko roti tertua yang ada di Jember, dengan bangunan yang belum berubah hingga saat ini.

26 Sep 2021

Kuliner

Nuansa Belanda yang Cozy di Huize Trivelli

Resto ini menghadirkan suasana tempat makan vibe Belanda atau vintage vibe dengan bangunan yang sudah ada sejak 1939.

26 Sep 2021

Budaya & Gaya Hidup

Menelisik Kesenian Asli Madiun, Tari Penthul Tembem yang Jarang Terekspos

Penthul Tembem merupakan kesenian Khas Kota Madiun, yang sudah ada sejak tahun 1761 Saka atau 1839 Masehi.

25 Sep 2021

Kamu Mungkin Tertarik

Travel

Pantai Drini, Eksotisme Alam yang Ditawarkan Yogyakarta

Bisa ke pulau Drini sambil menikmati sunset.

13 April 2020

Kuliner

Kafe Kopas Yogyakarta, Ngopi Nikmat yang Pas di Lidah dan Kantong Mahasiswa

Kafe tempat berkumpulnya para mahasiswa Yogyakarta.

12 Maret 2021

News

Istri Jual Murah Suami ke Wanita Selingkuhannya

Uang hasil menjual suaminya digunakan untuk keperluan anaknya sebagai hadiah tahun baru.

10 Januari 2020

Travel

Pesona Batu Putih Pantai Watubela

Pembatas antara Pantai Watubela dan Kerewei.

07 Maret 2021

Kuliner

Kopi Nako Usung Tema Warteg Modern Bergaya Minimalis

Siang makan nasi kalau malam minum kopi.

18 September 2020

Terbaru

more

Kuliner

Nyamannya Nugas Sambil Ngopi di Kopi Garasi

Cafe ini hadir dengan konsep minimalis dengan varian menu yang kekinian.

29 September 2021

Travel

Berkunjung Ke Klenteng Tertua di Bekasi, Hok Lay Kiong

klenteng ini berdiri sejak tahun 1700.

29 September 2021

Kuliner

Leren Sejenak dari Hiruk Pikuk Yogyakarta di Leeren by Curio Espresso

Tempat istirahat sejenak dari kesibukan kota Jogja tanpa harus menempuh jarak jauh.

28 September 2021

Travel

Keindahan Alami Air Terjun Pancor di Pedalaman Desa Pakuniran

Dikelilingi oleh hutan dan airnya sangat jernih karena berasal dari mata air gunung.

28 September 2021

Travel

Pesona Menawan di Pantai Indah Widarapayung

Selain bermain air di pantai disini juga dapat mengendarai kuda yang ada di pinggir pantai.

28 September 2021

Berita Video

more