Tradisi Karapan Sapi, Berawal dari Bentuk Rasa Syukur hingga Menjadi Pesta Rakyat Madura

Budaya & Gaya Hidup 13 September 2021

Foto: https://instagram.com/kerapansapimadura

Pulau Madura, pulau yang terletak di sebelah timur laut Jawa Timur ini, menyimpan begitu banyak tradisi yang jarang untuk diketahui masyarakat luas. Salah satu tradisi yang masih dilakukan sampai saat ini yaitu karapan sapi. Karapan sapi merupakan perlombaan pacuan sapi yang dilakukan masyarakat Madura sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen yang semakin melimpah. Namun, seiring berkembangnya zaman karapan sapi kini menjadi pesta rakyat yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Madura. Karapan sapi yang awalnya hanya sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen kini berubah menjadi hiburan yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan masyarakat.

Keberadaan karapan sapi tidak bisa dipisahkan oleh keberadaan Kyai Ahmad Baidawi yang dikenal dengan sebutan Pangeran Katandur, salah seorang penyebar Islam di Madura. Dalam menyebarkan agama Islam, beliau juga mengajarkan masyarakat Madura bagaimana pola bercocok tanam yang baik. Karena pengolahan tanah pertanian dengan tenaga manusia dirasa kurang efektif, muncul ide kyai Baidawi untuk menggunakan tenaga hewan, yaitu menggunakan tenaga sapi. Tenaga sapi digunakan untuk membajak tanah-tanah yang hendak ditanami.

Penggunaan tenaga sapi ini membuat petani lebih cepat mengolah lahan dan hasil pertanian pun lebih banyak dari sebelumnya. Dampaknya, kehidupan masyarakat semakin makmur. Untuk mensyukuri hasil pertanian yang semakin melimpah setiap pasca panen masyarakat menyelenggarakan "pesta panen" di sebuah alun-alun dengan hiburan lomba lari sapi yang diiringi musik-musik tradisional. Momentum itu juga digunakan oleh kyai Baidawi sebagai forum pembagian zakat hasil tani kepada yang berhak. Sejak saat itu, karapan sapi menjadi tradisi turun-temurun yang masih dilakukan sampai saat ini.

Foto: https://instagram.com/kerapansapimadura

Karapan sapi terdiri dari beberapa macam yaitu karap keni (karapan kecil) yang diikuti sapi-sapi kecil yang belum terlatih dari satu kecamatan atau kewedanaan yang memiliki jarak tempuh 100 meter, karap raja (karapan besar) dengan jarak tempuh sekitar 120 meter, karap onjangan (karapan undangan) yang diadakan untuk memperingati hari-hari besar, peringatan syukuran, dan lain-lain, karap karesidenan (karapan tingkat karesidenan) yaitu diikuti juara-juara dari empat kabupaten di Madura sebagai penutup musim karapan, dan karap jar-jaran (karapan latihan) yang dilakukan untuk melatih sapi-sapi pacuan sebelum diturunkan pada perlombaan.

Sebelum perlombaan dimulai, para sapi di arak memasuki lapangan mengelilingi area pacuan diiringi dengan saronen atau musik tradisional khas Madura yang mana tujuannya untuk melemaskan otot-otot sapi serta memamerkan keindahan perhiasan yang digunakan oleh para sapi. Setelah parade selesai, semua perhiasan yang digunakan para sapi dilepas kecuali hiasan kepala yang berfungsi memberikan kepercayaan diri serta keperkasaan sapi. Kemudian, sepasang sapi tersebut akan dipasangkan kaleles yaitu pelengkap untuk dinaiki tukang tongkok atau joki yang terbuat dari kayu. Sepasang sapi ini akan menarik kaleles dan joki yang bertugas mengendalikan pasangan sapi tersebut. Satu hal yang menarik di sini yaitu joki tidak akan duduk, melainkan berdiri. Sepasang sapi tersebut terus dipacu untuk beradu cepat dengan pasangan-pasangan sapi yang lain. Bahkan terkadang kaleles berkali-kali melayang ke udara, namun di sinilah kelihaian joki diperlihatkan.

Foto:  https://instagram.com/kerapansapimadura

Seiring dengan perkembangan zaman, karapan sapi kini bukan hanya sekedar tradisi semata atau sebagai bentuk rasa syukur terhadap hasil panen yang semakin melimpah. Namun, karapan sapi sudah menjadi hiburan yang ditunggu-tunggu bagi masyarakat Madura. Perlombaan ini kini diadakan rutin setiap tahun oleh panitia yang dibentuk pemerintah, hadiah yang ditawarkan juga sangat bergengsi yaitu memperebutkan piala bergilir presiden RI. Karapan sapi kini bukan hanya tentang perlombaan, namun juga tentang harga diri yaitu harkat dan martabat si pemilik sapi. Jika sapi yang diperlombakan menang maka akan menambah kebanggaan serta kehormatan si pemilik sapi. Kebanggaan dan kehormatan bagi masyarakat Madura menjadi hal yang sangat penting. Sapi yang digunakan untuk pertandingan juga merupakan sapi-sapi yang berkualitas sangat baik tentu dengan perlakuan yang istimewa pula, namun masyarakat Madura tidak akan pernah memperhitungkan uang yang dikeluarkan untuk kesenangan dan hobi yang mereka sukai.

Tags : madura tradisi karapansapi

Artikel ini ditulis oleh :

Shaomi
  

Ranking Level

BadgeNameKeterangan
Bronze 11-14 artikel
Bronze 215-30 artikel
Bronze 331-45 artikel
Bronze 445-60 artikel
Bronze 561-75 artikel
Silver 176-125 artikel
Silver 2126-175 artikel
Silver 3176-225 artikel
Silver 4226-275 artikel
Silver 5276-325 artikel
Gold 1326-400 artikel
Gold 2401-475 artikel
Gold 3476-550 artikel
Gold 4551-625 artikel
Gold 5626-700 artikel
Platinum 1701-800 artikel
Platinum 2801-900 artikel
Platinum 3901-1000 artikel
Platinum 41001-1100 artikel
Platinum 51101-1200 artikel
Diamond 11201-1350 artikel
Diamond 21351-1500 artikel
Diamond 31501-1650 artikel
Diamond 41651-1800 artikel
Diamond 5> 1800

Bangkalan {[{followers}]} Followers



Berita Terkait

Travel

Pura Aditya Jaya Kebanggaan Umat Hindu Jakarta

Pura terbesar di DKI Jakarta.

18 Sep 2021

Budaya & Gaya Hidup

Cucuk Lampah, Simbol Tolak Bala Dalam Pernikahan Adat Jawa

Cucuk Lampah merupakan salah satu tradisi yang ada di dalam pernikahan adat Jawa.

15 Sep 2021

Budaya & Gaya Hidup

Tradisi Karapan Sapi, Berawal dari Bentuk Rasa Syukur hingga Menjadi Pesta Rakyat Madura

Mengalami dan melihat karapan sapi yang merupakan wujud syukur dan kegembiraan masyarakat Madura.

13 Sep 2021

Kamu Mungkin Tertarik

Travel

Serunya Berburu Foto di Makam Kolonial Peneleh

Meski makam kuno, suasananya cukup indah.

27 Juli 2020

Kuliner

Santap BBQ a'la Brazil

Konsep restoran dengan casual dining all you can eat BBQ.

15 Juli 2020

Kuliner

Sego Berkat, Kuliner Tradisional Populer Asal Wonogiri

Dipercaya mampu membawa keberkahan bagi siapapun.

21 September 2020

Travel

Cangar, Sejuk dan Kesunyiannya

Menikmati kelokan jalanan yang dingin dengan hamparan perkebunan hijau

09 Februari 2021

Travel

Menara Pandang Tele, Spot Terbaik Memandang Keindahan Danau Toba

Salah satu pemandangan spektakuler Danau Toba bisa dilihat dari Menara Pandang Tele dengan panorama eksotis.

21 Juli 2020

Terbaru

more

Kuliner

Nyamannya Nugas Sambil Ngopi di Kopi Garasi

Cafe ini hadir dengan konsep minimalis dengan varian menu yang kekinian.

29 September 2021

Travel

Berkunjung Ke Klenteng Tertua di Bekasi, Hok Lay Kiong

klenteng ini berdiri sejak tahun 1700.

29 September 2021

Kuliner

Leren Sejenak dari Hiruk Pikuk Yogyakarta di Leeren by Curio Espresso

Tempat istirahat sejenak dari kesibukan kota Jogja tanpa harus menempuh jarak jauh.

28 September 2021

Travel

Keindahan Alami Air Terjun Pancor di Pedalaman Desa Pakuniran

Dikelilingi oleh hutan dan airnya sangat jernih karena berasal dari mata air gunung.

28 September 2021

Travel

Pesona Menawan di Pantai Indah Widarapayung

Selain bermain air di pantai disini juga dapat mengendarai kuda yang ada di pinggir pantai.

28 September 2021

Berita Video

more