Menjelajahi Kawasan Jalan Niaga, Jalanan Sempit Sarat Nilai Sejarah

Travel 22 Juli 2021

Foto: Brisik.id/Zahir

Surabaya terkenal sebagai salah satu kota besar di pulau Jawa yang sarat akan nilai sejarah panjang bangsa Indonesia. kota yang juga memiliki julukan sebagai kota pahlawan ini sejak zaman dahulu sudah menjadi salah satu kawasan yang cukup penting dalam hal perekonomian. Lokasinya yang cukup strategis yakni di kawasan pesisir dan dialiri sebuah sungai menjadikan kota Surabaya tumbuh sebagai salah satu kota perdagangan hingga kini.

Beragam peninggalan bersejarah tersebar hampir di seluruh penjuru kota Surabaya, beberapa ada yang diletakkan di museum dan ada pula yang berupa bangunan era peninggalan kolonial yang pada umumnya terpusat di kawasan utara kota yang merupakan wilayah kota tua.

Berbicara mengenai kawasan kota tua kali ini kamu akan diajak untuk menjelajahi sebuah kawasan di sisi pinggiran sungai kalimas yang merupakan sebuah kawasan perdagangan di zaman dahulu. Nama tempat ini adalah Jalan Niaga.

Foto : Brisik.id/Zahir

Merupakan Salah Satu Kawasan Perdagangan Elit

Di masa lalu kawasan Jalan Niaga ini sendiri merupakan salah satu kawasan bisnis yang terkenal cukup elit pada masa penjajahan Belanda. Berbeda dengan kawasan bisnis lainnya yang terdapat di kota Surabaya kawasan jalan Niaga ini sendiri dikenal sebagai tempat para saudagar-saudagar kaya untuk melakukan transaksi bisnis dengan nominal yang cukup besar. 

Foto : Brisik.id/Zahir

Bahkan ada rumor yang beredar di setiap sudut Jalan yang tidak terlalu lebar ini hampir seluruhnya menjadi kantor perusahaan dagang Internasional. Hal ini cukup wajar karena lokasi jalanan tersebut yang menghubungkan kawasan pemukiman Eropa di Krembangan serta Tempelstraat juga menghubungkan dengan Pelabuhan Kalimas. Selain itu di sepanjang kawasan ini dulunya juga diyakini memiliki beberapa bangunan rumah yang dimiliki oleh para saudagar yang umumnya berasal dari daratan Eropa.

Terdapat Banyak Bangunan Megah Dengan Nuansa Kolonial

Seperti halnya wilayah lainnya di kawasan kota tua di Jalan Niaga ini sendiri juga memiliki berbagai bangunan-bangunan megah dari era zaman kolonial. Sebagian besar bangunan tersebut dibangun pada awal abad ke-20, selain banyak bangunan besar yang kemungkinan dijadikan sebagai kantor perdagangan Internasional di kawasan ini juga ada beberapa rumah atau bangunan yang digunakan sebagai pertokoan di masa lampau.

Foto : Brisik.id/Zahir

Banyaknya bangunan dengan arsitektur khas Eropa dari akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20 ini sendiri membuktikan bahwa kawasan Jalan Niaga ini sendiri sudah menjadi kawasan yang cukup strategis dalam hal perekonomian kota Surabaya. Kawasan Jalan Niaga ini sendiri juga merupakan representasi kawasan Jembatan Merah yang merupakan kawasan perdagangan besar di Surabaya pada masa kolonial, bahkan kawasan Jalan Niaga ini sendiri terkenal dengan tempat perputaran uang yang cukup besar jika dinominalkan pada masa kini kemungkinan setara dengan jutaan rupiah.

Spot Strategis Untuk Berfoto Ria.

Selain sarat dengan nilai sejarah di masa lalu kawasan Jalan Niaga ini sendiri juga memiliki daya tarik tersendiri yakni terdapat banyak sekali spot-spot foto yang cukup sayang bila tidak diabadikan dengan lensa kamera. Di jalanan yang tidak terlalu lebar bahkan dapat dikatakan sempit ini sering kali ditemukan beberapa fotografer yang sedang mengabadikan momen baik suasana jalanan maupun bangunan tua di sepanjang jalan ini.

Foto : Brisik.id/Zahir

Selain itu rute di Jalan Niaga ini juga sering dijadikan destinasi tempat jelajah sejarah yang sering dilakukan oleh pemerintah kota Surabaya bersama pihak terkait maupun komunitas-komunitas penggiat sejarah.

Lokasi

Kawasan Jalan Niaga ini sendiri terbagi atas 3 Jalan, yakni Niaga Dalam, Niaga Samping dan Niaga Tambang. Untuk Jalan Niaga Samping dan Niaga Dalam sendiri lokasinya cukup berdekatan sedangkan di Jalan Niaga Tambang lokasinya berada di seberang jalan berdekatan dengan aliran sungai Kalimas. Jalan Niaga sendiri masuk ke wilayah Krembangan Selatan, Kec. Krembagan.

Untuk menuju lokasinya dapat mengambil rute melalui Jembatan Merah kemudian berbelok ke Jalan Jembatan Merah, lalu dapat lurus saja menuju ke Jalan Veteran, sekitar 100 meter akan ada jalan kecil yang bertuliskan Jalan Niaga Dalam di sebelah kanan jalan.

Di dekat lokasi Jalan niaga ini bila malam tiba akan sering ditemukan warung makan pinggir jalan dan beberapa restoran yang menjual berbagai menu makanan. Selain itu bila memerlukan tempat menginap dapat menggunakan Jasa dari Hotel Niaga yang berada di Jl. Niaga Tambang No.8, Krembangan Sel., Kec. Krembangan. Untuk tarif menginapnya mulai dari Rp200.000 per malam, untuk info lebih lanjut hubungi 0313538877.

Tags : blusukan travel brisik.id kota tua surabaya sejarah jalan niaga

Artikel ini ditulis oleh :

Zahir
  

Ranking Level

BadgeNameKeterangan
Bronze 11-14 artikel
Bronze 215-30 artikel
Bronze 331-45 artikel
Bronze 445-60 artikel
Bronze 561-75 artikel
Silver 176-125 artikel
Silver 2126-175 artikel
Silver 3176-225 artikel
Silver 4226-275 artikel
Silver 5276-325 artikel
Gold 1326-400 artikel
Gold 2401-475 artikel
Gold 3476-550 artikel
Gold 4551-625 artikel
Gold 5626-700 artikel
Platinum 1701-800 artikel
Platinum 2801-900 artikel
Platinum 3901-1000 artikel
Platinum 41001-1100 artikel
Platinum 51101-1200 artikel
Diamond 11201-1350 artikel
Diamond 21351-1500 artikel
Diamond 31501-1650 artikel
Diamond 41651-1800 artikel
Diamond 5> 1800

Surabaya {[{followers}]} Followers



Berita Terkait

Kuliner

Ciccia Ristorante and Steak House, Restoran Crazy Rich Surabaya

Restoran mewah yang menawarkan olahan khas diolah oleh chef langsung dari Italia.

23 Jul 2021

Travel

Candi Jabung, Bukti Peninggalan Kerajaan Mataram di Probolinggo

Didirikan tahun 1276 saka atau 1354 masehi oleh Raja Hayam Wuruk.

23 Jul 2021

Kuliner

Ngopi Sambil Rebahan dan Nobar? Di Ngokop Aja!

Bisa nobar film atau nobar bola.

22 Jul 2021

Kamu Mungkin Tertarik

Travel

Work From Hotel Bertemakan ala New York di Jakarta

Menginap di Jakarta serasa berada di Upper East Side.

27 April 2021

Kuliner

Marina Batavia, Restoran Mewah Bernuansa Kolonial

Bangunan dengan gaya kolonial Belanda dengan pemandangan laut

15 Januari 2021

Travel

Melihat Keindahan Gunung Agung dari Senggigi, Lombok

Menikmati senja yang indah di pinggir pantai nan elok.

07 Juli 2021

Kuliner

Jungle Cafe, Indahnya Kulineran di Atas Perbukitan Trawas

Desain tempat unik dan kekinian dipadukan dengan view pegunungan dan perbukitan memanjakan mata.

17 Maret 2021

Kuliner

Makan Bandeng Tanpa Duri di Bandeng Bakar Juwana

Semua menu yang berbahan bandeng, bebas duri.

09 April 2021

Terbaru

more

Travel

Gardu Pandang Tieng, Alternatif Bukit Sikunir

Menyajikan panorama Kabupaten Wonosobo dari kejauhan.

25 Juli 2021

Lifestyle

Tari Gambyong, Kesenian Dari Rakyat Yang Berkembang di Lingkungan Keraton Surakarta

Tarian ini biasa dilakukan untuk menyambut musim panen padi.

25 Juli 2021

Kuliner

Artisan Burger a'la Three Buns

Dengan konsep tempat tidak seperti burger fast food.

25 Juli 2021

Travel

Dingin Adem Curug Silintang, Pesona Tersembunyi di Purbalingga

Curug setinggi 75 meter ini menawarkan keindahan dan kesejukan alam yang memukau.

25 Juli 2021

Kuliner

Warung Kemuning Sajikan Masakan Rumahan

Rumah tinggal disulap menjadi sebuah restoran.

25 Juli 2021

Berita Video

more