Kraton Yogyakarta Memperingati Kenaikan Tahta Sultan Hamengkubuwono X

News 30 April 2021

Foto: www.instagram.com/kratonjogja/

Salah satu hal istimewa dari Yogyakarta adalah jenis pemerintahannya yang dipimpin oleh Sultan secara monarki. Saat ini, Sultan yang berkuasa bergelar Sultan Hamengkubuwono X dengan nama sebelumnya BRM Herjuno Darpito saat lahir dan KGPH Mangkubumi  setelah dewasa. Kenaikan tahta menjadi Sultan Hamengkubuwono X adalah suatu momen yang sangat istimewa. Hampir setiap tahun diperingati dengan deretan acara dari dalam Keraton Yogyakarta.

Kenaikan tahta di kraton Yogyakarta ini disebut pula dengan jumenengan. Peringatan jumenengan Sultan Hamengkubuwono X ke 33 jatuh pada tanggal 13 Maret 2021 atau jika dalam penanggalan Jawa 29 Redjeb, Tahun Jimakir. Apabila dihitung berdasarkan hitungan Masehi maka Sri Sultan Hamengku Buwono X genap bertakhta selama 32 tahun pada tanggal 7 Maret 2021. 

Meskipun berada pada masa pandemi namun di peringatan kali ini Keraton Yogyakarta seolah-olah tidak ketinggalan momentum untuk memperingati. Dua acara besar yang diselenggarakan mulai dari prosesi adat hingga pameran dan pertunjukan.  

Pameran

Foto: https://www.instagram.com/kratonjogja.event/

Salah satu acara yang dapat kita saksikan dalam rangkaian peringatan jumenengan adalah pameran temporer dengan judul Bojakrama. Pameran ini digelar dari 2 April 2021 hingga 27 Juni 2021 di kompleks Kedaton. Untuk memasuki ruang pameran, kita akan dikenakan tiket seharga Rp 20.000. Pameran berlangsung setiap hari Selasa sampai Minggu jam 08.00-14.00.

Agar dapat mengetahui lebih lanjut makna yang dipamerkan, selain pameran, langsung, ada pula webinar yang diisi oleh para kurator pameran tersebut. Untuk menghadiri pameran langsung pastikan kita tetap menerapkan protokol kesehatan.  

Pertunjukan

Foto: https://www.instagram.com/kratonjogja.event/

Ada tiga pertunjukan dalam rangkaian peringatan ini. Pertunjukan pertama adalah Wayang Wong dengan lakon Pandawa Mahabhiseka pada 13 Maret 2021. Lakon ini adalah lakon carangan (berbeda dengan pakem pada umumnya) dalam Mahabharata yang diciptakan pada masa Sultan Hamengkubuwono X. Lakon ini menceritakan  peperangan antara Astina dan Pandawa, yang menyebabkan Srikandi kalah dari Sukmengkoro. Srikandi kemudian dibantu oleh Garuda Pancaretna dan diberi pusaka Suling yang kemudian dibunyikan oleh Semar atas petunjuk Bathari Uma. Suara Suling pun mengubah wujud Garuda Pancaretna menjadi para garwa Pandawa dan membuat Dewi Arimbi dapat mengalahkan Ratu Sukmengkoro. Para Kurawa juga dapat dikalahkan oleh para Pandawa, hingga akhirnya upacara Mahabhiseka dapat dilaksanakan dengan disaksikan para Dewa.

Kemudian pada pembukaan pameran tanggal 2 April 2021 ditampilkan pertunjukan tari berjudul Beksan Kuda Gadhingan. Tarian ini diciptakan pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono V (1823-1826, 1828-1855) yang mengambil dari cerita Panji dalam Ringgit (Wayang) Gedog, bersumber dari Serat Kandha Ringgit Tiyang: Lampahan Jayalengkara lan Lampahan Jayakusuma. Cerita yang diungkapkan pada tarian ini adalah peperangan antara Raden Kuda Gadhingan, patih atau senopati Panji Asmarabangun dari Kerajaan Jenggala melawan Patih Mondra Sudira, patih Prabu Dasalengkara dari Kerajaan Pudhak Sategal untuk memperebutkan Dewi Candrakirana, yang dipercaya merupakan titisan Dewi Angreni.

Pertunjukan ketiga adalah Bedhaya Mintaraga. Tari Bedhaya yang satu ini tergolong baru karena diciptakan pada masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwono X berdasarkan Serat Lenggahing Harjuna yang ditulis langsung oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X. Nama Bedhaya Mintaraga ini diambil dari nama tokoh pewayangan Raden Harjuna saat sedang bertapa.

Seluruh pertunjukan ini dapat disaksikan oleh masyarakat umum secara daring melalui kanal YouTube Keraton Yogyakarta. Uniknya penampilan Bedhaya ini dilakukan langsung di dua tempat berbeda yaitu di Bangsal Kencana dan di Bangsal Srimanganti. Akan tetapi iringan gendhing hanya ditabuh di satu tempat yaitu bangsal Kencana, sehingga para penari bergerak dengan mendengarkan suara rekaman gamelan (relay) dari Bangsal Kencana.

Tags : indonesia jawa brisik.id brisik travel liburan jogja kraton yogyakarta bedhaya event yogyakarta wisata yogyakarta yogyakarta penari klasik yogyakarta

Artikel ini ditulis oleh : Pudak Wangi


Berita Terkait

Food & Travel

Berburu Makanan dan Minuman di KRJ (Kampoeng Ramadhan Jogokariyan)

Pasar takjil yang lengkap dan bisa lanjut beribadah sesudah berbuka.

07 Mei 2021

Food & Travel

Wisata Terpadu Di Bejen Fruit Garden

Berwisata dan edukasi ke kebun buah di Temanggung.

06 Mei 2021

Food & Travel

Sekedar Kopi, Kedai Kopi Unik Bergaya Rustic

Mengunjungi kafe unik dengan desain dan interior yang menarik.

06 Mei 2021

Voucher Rekomendasi

BoomBoom Waterpark

Waterpark

Rp 30,000 Rp 50,000

Kereta Api Mini TMII

Playground

Rp 19,000 Rp 25,000

FUNWORLD - YOGYAKARTA

Playground

Rp 95,000 Rp 125,000

Kamu Mungkin Tertarik

News

Duh, Ada Penumpang Kedapatan Nonton Film Dewasa di Pesawat

Ada saja tingkah laku penumpang pesawat yang bikin geleng-geleng kepala.

20 Desember 2019

Food & Travel

Lekker Paimo, Jajanan Legend di Semarang

Sensasi rasa gurih dari keju mozarella dan telur ayam langsung melekat di mulut.

28 Mei 2020

Food & Travel

Ame Coffee, Kedai Kopi Bernuansa Tradisional Jepang

Cocok untuk beristirahat usai gowes di Minggu pagi sembari menikmati sarapan.

09 Desember 2020

News

Bocah Beli Ponsel Pakai Uang Koin Hasil Menabung

Dua bocah ini berhasil menebus ponsel seharga Rp2.3 juta.

06 Desember 2019

Terbaru

more

Food & Travel

Berburu Makanan dan Minuman di KRJ (Kampoeng Ramadhan Jogokariyan)

Pasar takjil yang lengkap dan bisa lanjut beribadah sesudah berbuka.

07 Mei 2021

Food & Travel

Mencoba Mie Jadoel Cirebon di Mie Murni

Mencicipi mie tradisional dengan resep turun temurun di Cirebon.

07 Mei 2021

Food & Travel

Bermalam Dalam Tenda Ger di The Highland Park Resort

Serasa seperti orang bangsa Mongol atau Indian.

07 Mei 2021

Food & Travel

Kumpul lagi di Kedai Kopi Kawan Lama

Ngopi sambil di temanin iringan lagu dari para bang-band ini bisa banget di Kedai ini.

07 Mei 2021

Food & Travel

Berfoto Ria Di Gang Kecil Dengan Nuansa Kolonial di Jalan Prenjak

Di sini merupakan tempat bersejarah dengan bangunan tua sebagai latarnya.

07 Mei 2021

Berita Video

more