Pasar Tiban Pemalang, Bertahan Hidup di Tengah Pandemi

News 06 April 2021

Foto: Brisik.id/Anung Nugrahajati

Pandemi Covid-19 memang menjadi sebuah rintangan yang cukup berat bagi seluruh aspek di masyarakat, terutama yang bergerak di bidang ekonomi. Begitu pun dengan tradisi Pasar Tiban yang ada di Pemalang, Jawa Tengah.

Pasar Tiban merupakan pasar sejenis dengan pasar malam, karena memang pasar digelar pada malam hari, biasanya dimulai pukul 17:00 hingga 21:00. Namun bedanya, pasar malam yang biasanya menawarkan wahana hiburan seperti komedi putar, rumah hantu, dan lain sebagainya, Pasar Tiban ini pada umumnya menjual berbagai macam jajanan, mainan anak, pakaian, peralatan rumah tangga, dan masih banyak lagi.

Pasar Tiban di Pemalang diadakan berdasar pasaran Jawa yakni Pon, Wage, Kliwon, Legi, Pahing dan selalu berpindah tempat di hari dan pasaran tertentu, yang dilaksanakan di dua kecamatan, yakni Kecamatan Taman dan Kecamatan Pemalang secara bergantian.

Foto : Brisik.id/Anung Nugrahajati

Pasar Tiban ini sudah ada sejak tahun 2006, bermula dari sekumpulan aneka pedagang yang sama-sama mengalami kesulitan ekonomi. Kemudian membentuk sebuah paguyuban dan mulai berdagang di event Pasar Tiban keliling. Pasar Tiban selalu menjadi daya tarik masyarakat, terutama masyarakat yang tinggal di sekitar area Pasar Tiban diadakan.

Kegiatan ini terus menerus diadakan selama 15 tahun lamanya dan tetap menjadi minat masyarakat sebagai hiburan lokal. Pasar Tiban ini berbeda dengan wujud pasar malam lainnya yang mengelompok pada sebuah lahan atau tanah lapang, melainkan berjajar di samping sepanjang jalan. Jadi pengunjung dapat leluasa melihat-lihat lapak para pedagang dengan lebih mudah karena jalan yang lurus. 

Event Pasar Tiban ini dilaksanakan pada satu malam saja, karena melihat kegiatan ini berada di sepanjang jalan umum yang dapat menimbulkan gangguan lalu lintas kendaraan, meskipun pada umumnya diadakan di daerah pedesaan yang sepi pedagang. Dengan adanya Pasar Tiban ini cukup menghidupkan suasana desa yang cenderung sepi apalagi ketika menjelang malam. Selain itu, harga barang dagang yang ditawarkan pun sangat terjangkau, sehingga banyak mendapat respon positif, baik dari masyarakat maupun pemerintah desa setempat yang juga diuntungkan dalam hal ini. 

Foto : Brisik.id/Anung Nugrahajati

Namun belakangan semenjak adanya pandemi Covid-19, minat masyarakat terhadap Pasar Tiban mulai berkurang dan tidak seramai pada saat sebelumnya. Hal ini menjadi pukulan bagi para pedagang Pasar Tiban di Pemalang. Namun mereka tetap bertahan dari derasnya rintangan pandemi Covid-19.

Meskipun keadaan yang sulit, para pengunjung tidak ada bedanya dengan para pedagang yang tetap setia berdagang demi eksistensi Pasar Tiban maupun demi kehidupan mereka. Bahkan di musim penghujan sekalipun tidak mengubah tekad para pedagang Pasar Tiban dalam mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Seperti halnya Bapak Slamet seorang pedagang tahu aci Pasar Tiban, "Terpaksa kami tetap berdagang, ya mau bagimana lagi, kami hidup juga dari berdagang di Pasar Tiban untuk biaya anak sekolah, apalagi saat ini sekolah daring kebutuhan jadi lebih banyak, walaupun untuk perizinan kegiatan ini sekarang cukup sulit karena sedang masa pandemi." Tutur Bapak Slamet asal Desa Kaligelang ini. 

Pada akhirnya, masa pandemi seperti ini tak begitu digubris baik oleh pedagang maupun pengunjung demi memenuhi kebutuhan masing-masing asalkan saling menjaga dan menerapkan protokol kesehatan. Beberapa pedagang hanya berdagang di Pasar Tiban untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, maka mau tidak mau meskipun pemerintah sudah membatasi kegiatan-kegiatan yang menyebabkan kerumunan masa, mereka akan tetap menjalankan roda perekonomian Pasar Tiban. Tentu hal ini menjadi PR pemerintah mengenai kebutuhan para pelaku ekonomi agar lebih diperhatikan kembali.

 

Tags : pemalang jawa tengah hiburan pasar event belanja

Artikel ini ditulis oleh : Dian Nugrahajati


Berita Terkait

Food & Travel

Camp Area Umbul Bengkok Tawarkan Indahnya Kota Purwokerto dari Ketinggian.

Melepas penat dari hiruk pikuk ibukota di tempat ini.

16 Apr 2021

Food & Travel

Keunikan Destinasi Wisata Alam Kebun Kurma Barbatee

Siapa bilang kurma tidak bisa tumbuh di Indonesia?

13 Apr 2021

Food & Travel

Frogshelter, Punk Coffee Bar Bernuansa Konser Musik

Ngeband sambil ngopi bisa disini.

11 Apr 2021

Kamu Mungkin Tertarik

Food & Travel

Berkemah di Mahapraja Bangli

Tak perlu repot membawa perlengkapan kemah sudah tersedia di sini

11 Februari 2021

Food & Travel

101 Coffee Berikan Sensasi Ngopi di Tengah Hutan Kota

Lantainya pun masih berupa rerumputan dengan beberapa petak batako.

03 September 2020

Food & Travel

Bakso Genggong, Bakso Lemak Sapi yang Tak Pernah Sepi

Disiram dengan kuah lemak sapi dan sambal yang pedas.

05 Februari 2021

Food & Travel

Sajian Kentang Khas Swiss di Kunst House

Kentang yang diparut tipis, kemudian digoreng lalu diberikan topping di atasnya

04 November 2020

Food & Travel

Pantai Ngrumput, Pantai Pemalu yang Penuh Pesona

Namanya mungkin tidak sepopuler Pantai Parangtritis.

28 Mei 2020

Terbaru

more

Lifestyle

Sitimang, Pusatnya Berburu Bermacam Rupa Keramik

Harganya ditentukan berdasarkan motif dan kualitas, bukan tinggi atau kecilnya barang tersebut.

17 April 2021

Food & Travel

Memandang Keindahan dari Cafe Pasir Angin Puncak

Mata dibuat terpikat oleh hamparan bukit dan pegunungan yang mengelilingi cafe.

17 April 2021

Food & Travel

Kedai TAPI, Kedai Kopi dengan Hidangan Daging Sapi Asap yang Lezat

Dagingnya memiliki tekstur lembut dan juice yang dihasilkan dari proses pengasapan selama 5-8 jam.

17 April 2021

Food & Travel

Berburu Kuliner di Purbalingga Food Center

Banyak berdiri tenda penjual makanan dan minuman yang berbaris rapih mengelilingi area ini.

17 April 2021

Berita Video

more