Mengenang Sejarah Kelam Monumen Soco di Magetan

Food & Travel 10 April 2021

Foto: Instagram/@irfan_kawulo.alit

Kali ini Teman Brisik akan dibawa ke masa lampau untuk mengenang peristiwa memilukan di tahun 1948 tentang kekejaman PKI (Partai komunis Indonesia). Hingga sekarang beberapa kalangan masyarakat yang hidup tahun 1948-an masih mengingat jelas bagaimana insiden mengerikan itu terjadi.

Pemberontakan PKI di Indonesia tidak hanya terkonsentrasi pada satu tempat. Terdapat berbagai lokasi yang menjadi tempat mereka melancarkan aksinya. Sasaran utama pembantaian ialah ulama, pelecehan terhadap santriwati, pembunuhan polisi, pembantaian pejabat pemerintahan, serta upaya mereka menggerogoti negara ketika berada di dalam parlemen.

Kabupaten Magetan merupakan wilayah yang terletak di ujung barat Jawa Timur. Terkenal dengan sebutan Kota Kaki Gunung, Magetan memiliki sejarah kelam di tahun 1948 akibat pembantaian PKI. Dahulu PKI mengakhiri hidup para tokoh penting di Kabupaten Magetan dengan cara sadis untuk kemudian dilempar ke dalam sumur. Sumur itu sekarang dijadikan monumen bernama Monumen Soco. Alasan diberi nama Monumen Soco lantaran terletak di Desa Soco Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan.

monumen socoFoto: instagram/@herdoni_wahyono

Bagi pencinta sejarah, Monumen Soco bisa dijadikan destinasi untuk menambah wawasan. Untuk mencapai lokasi monumen dapat dimulai dari Terminal Maospati Kabupaten Magetan. Kemudian belok kanan ke Jl. Maospati - Solo/Jl. Raya Maospati - Ngawi. Selanjutnya menuju Jl. Parkit dan Jl. Maospati-Goranggareng ke Jl. Anggur di Dusun Bendo sejauh 5,7 Km. Tetap mengikuti Jalan Anggur sejauh 2 km, maka Anda akan menemukan Monumen Soco di sebelah kanan jalan.

Memasuki monumen ini tidak dikenakan tiket masuk atau biaya parkir. Siapapun dapat berkunjung dan datang kapanpun. Tak usah khawatir lahan parkir karena persis di samping monumen terdapat lapangan yang luas.

Foto: instagram/@irfan_kawulo.alit

Memasuki kawasan monumen, Anda akan disambut dengan pendopo yang bernama Loka Pitra Dharma yang biasanya digunakan untuk pertemuan warga setempat dan para pejabat pemerintahan berkumpul. Setelah beranjak dari pendopo, Anda bisa melihat gerbong usang peninggalan tahun 40-an. Gerbong kereta tebu ini menjadi saksi bisu keganasan PKI yang digunakan untuk mengangkut korban pembantaian.

Gerbong yang terpampang di Monumen Soco dinamakan gerbong Keretapati. Gerbong ini mengangkut mayat-mayat yang telah dibantai di pabrik gula Redjo Sari Gorang-Gareng. Setelah dihilangkan nyawanya, para korban diangkut dan dikirim ke Desa Soco kemudian dibuang ke dalam sumur yang sekarang menjadi Monumen Soco.

Foto: instagram/@irfan_kawulo.alit

Lubang sumur memiliki ukuran yang sangat kecil, kira-kira 2x1 m saja. Teman Brisik bisa membayangkan setelah mayat-mayat diambil dari gerbong langsung dilempar kedalam sumur kecil. Di dalamnya ditemukan tak kurang dari 108 jenazah korban kebiadaban PKI. Sebanyak 78 orang diantaranya dapat dikenali, sementara sisanya tidak dikenal. Di sana juga terpampang nama-nama korban keganasan PKI Magetan, yaitu Bupati Magetan Sudibjo, Jaksa R Moerti, Muhammad Suhud (ayah mantan Ketua DPR/MPR, Kharis Suhud), Kapten Sumarno dan beberapa pejabat pemerintah serta tokoh masyarakat setempat termasuk KH Soelaiman Zuhdi Affandi, pimpinan Pondok Pesantren ath-Thohirin Mojopurno, Magetan.

Sekitar Monumen Soco terdapat warung kecil milik warga yang menyajikan jajanan desa dan minuman sederhana. Karena Monumen Soco jauh dari pusat kota Magetan, masih jarang ada penginapan. Adapun penginapan terdekat adalah Hotel Imelda di Jalan Ahmad Yani Onggoprayan No.76, Dusun Onggoprayan, Kepolorejo, Kec. Magetan, Kabupaten Magetan. Tarif menginap per malam mulai dari Rp100.000. Informasi terkini bisa menghubungi nomer (0351) 895678.

Tags : soco monumen pki magetan sejarah travel

Artikel ini ditulis oleh : Althof Misbahuddin


Berita Terkait

Food & Travel

Mengenal Sejarah Kerajaan Padjajaran di Museum Islam Prabu Siliwangi

Melihat lebih dekat benda-benda peninggalan keluarga Prabu Siliwangi atau Kerajaan Padjajaran.

06 Mei 2021

Food & Travel

Museum Gusjigang, dari Kudus Menuju Peradaban Dunia

Museum Gusjigang menawarkan wisata edukasi yang unik dan enjoyable.

06 Mei 2021

Food & Travel

Wisata Sejarah Religi di Pulau Mansinam yang Sunyi

Di pulau ini dimulai sejarah penyebaran agama Kristen di Papua.

04 Mei 2021

Voucher Rekomendasi

Njana Tilem Museum

Travel

Rp 25,000 Rp 35,000

Kamu Mungkin Tertarik

Techno

Tak Lama Lagi, WhatsApp Segera Rilis Fitur Dark Mode

Para pengguna iOS sepertinya akan mencicipi lebih dulu fitur dark mode di Whatsapp.

27 Desember 2019

Food & Travel

Enaknya Menyeruput Teh di Kafe Jajan Lokal Klaten

Aktivitas minum teh terasa semakin nikmat di bawah bangunan kafe yang didesain serupa pendopo berarsitektur Jawa.

27 Maret 2020

Food & Travel

Amy and Cake Hadirkan Tempat dan Kue Cantik

Seperti toko kue yang ada di London.

01 Oktober 2020

Food & Travel

Serasa Mimpi Berada di Dream Beach Nusa Lembongan

Ombaknya yang tinggi dan menghempas karang langsung berasal dari Samudera Hindia.

19 Oktober 2020

Food & Travel

Kledung Park, Tempat Ngopi Asik Diapit Dua Gunung

Cafe ini juga merupakan tempat terbaik untuk menyaksikan matahari terbit atau sunrise.

19 Desember 2020

Terbaru

more

Food & Travel

Kumpul lagi di Kedai Kopi Kawan Lama

Ngopi sambil di temanin iringan lagu dari para bang-band ini bisa banget di Kedai ini.

07 Mei 2021

Food & Travel

Berfoto Ria Di Gang Kecil Dengan Nuansa Kolonial di Jalan Prenjak

Di sini merupakan tempat bersejarah dengan bangunan tua sebagai latarnya.

07 Mei 2021

Food & Travel

Bakso President dan Sensasi Makan di Tepi Rel Kereta

Makan bakso sambil merasakan sensasi laju kereta api di atas rel.

07 Mei 2021

Food & Travel

Temukan cita rasa kopi otentik di kedai kopi kekinian El’s Coffee

Cafe ini menyuguhkan beragam kopi nusantara.

07 Mei 2021

Food & Travel

Makan Ketan Dengan Pemandangan Indah di Susu Ketan Pak Yan

Menggabungkan panorama gemerlapnya langit bersama dengan menikmati lezatnya ketan dengan segala topping.

07 Mei 2021

Berita Video

more