Candi Badut, yang Tersisa dari Kerajaan Kanjuruhan

Food & Travel 24 Februari 2021

Foto: Brisik.id/Rayhan Aulia Prakoso

Candi Badut merupakan salah satu candi Hindu yang berada di Malang Raya. Berada tak jauh dari pusat Kota Malang, Candi Badut lumayan sering didatangi oleh para pegiat sejarah dan umat Hindu yang sesekali menggelar sembahyang. Lokasinya yang berada di jalur alternatif menuju Kota Batu juga membuat Candi Badut sayang dilewatkan oleh para wisatawan.

Candi Badut berlokasi di Jalan Raya Candi 5D, Desa Karangwidoro,Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Bisa dijangkau dengan jasa ojek online dan angkot bertrayek AT. Jika naik angkot AT, turun di perhentian terakhir yaitu di Pangkalan Angkot AT di depan Tandon PDAM lalu jalan kaki ke arah utara sekitar 3 menit.

Foto: Brisik.id/Rayhan Aulia Prakoso

Ada beberapa alternatif rute menuju Candi Badut, namun yang paling mudah adalah dari perempatan Jalan Galunggung - Jalan Raya Tidar. Dari Jalan Raya Tidar, lurus saja hingga perempatan Indomaret Esberg lalu belok kanan. Setelah persimpangan Tandon PDAM, belok kiri dan lurus saja. Candi Badut berada di kiri jalan, tepatnya di seberang ruko Apotek Candi Badut.

Para pengunjung candi ini tidak dipungut biaya alias gratis. Pengunjung hanya perlu lapor ke pos jaga di depan pintu masuk dan mengisi buku tamu. Bagi pengunjung yang membawa kendaraan pribadi, tersedia tempat parkir di lahan sisi utara atau di depan pintu masuk. Karena tidak ada petugas parkir,maka pengunjung tidak dipungut tarif parkir.

Foto: Brisik.id/Rayhan Aulia Prakoso

Beberapa literatur terkait, menduga candi peninggalan Kerajaan Kanjuruhan ini adalah candi tertua di Jawa Timur. Candi Badut diperkirakan dibangun di era Raja Gajayana pada tahun 760 M. Menurut Prasasti Dinoyo yang ditemukan di daerah Merjosari, Kota Malang, Raja Gajayana punya nama asli Liswa dan terkenal suka melawak (mbadhut dalam bahasa Jawa). Lokasi ditemukannya Prasasti Dinoyo di Merjosari dengan lokasi Candi Badut memang tidak terlampau jauh sehingga Candi Badut diperkirakan sebagai peninggalan Kerajaan Kanjuruhan.

Candi Badut kemudian ditemukan sekitar tahun 1921 oleh pemerintah kolonial Belanda. Kemudian direkonstruksi pada 1923-1926 oleh tim Dinas Purbakala Hindia Belanda yang dipimpin oleh F.D.K Bosch dan B. de Haan. Pemugaran kembali dilakukan oleh Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Timur pada tahun 1990-1993. Pada 2016, Candi Badut ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional.

Foto: Brisik.id/Rayhan Aulia Prakoso

Candi Badut menghadap ke barat dan hanya memiliki satu tangga dan satu pintu masuk. Posisinya agak tinggi karena candi berdiri di atas bagian yang disebut ‘lapik’ atau semacam fondasi candi. Memasuki ruang dalam candi, pengunjung akan menjumpai lingga yoni di tengahnya dan relung di setiap dindingnya.

Candi ini sebetulnya memiliki atap, namun atap yang diperkirakan berundak dua dan puncaknya berbentuk ratna itu tidak berhasil direkonstruksi seperti semula. Selain atap, ada satu bangunan lagi di pojok selatan yang sepertinya juga candi yang tidak berhasil direkonstruksi. Deretan batu di sisi barat dan selatan candi merupakan batu-batu yang tidak berhasil disusun ulang.

Foto: Brisik.id/Rayhan Aulia Prakoso

Pengunjung bisa menjumpai pahatan aksara Jawa dan motif bunga di dinding candi. Terdapat relung arca di dinding sisi utara, timur, dan selatan candi. Namun, arca yang masih ada hanya Durga Mahesasuramardhini di sisi utara. Seharusnya ada arca Ganesya di relung sisi timur dan Agastya di sisi selatan, namun kedua arca ini sudah tidak ada lagi di tempatnya.

Foto: Brisik.id/Rayhan Aulia Prakoso

Penginapan terdekat yang direkomendasikan untuk pengunjung Candi Badut adalah Hotel Tidar di Jalan Puncak Tidar dan Ubud Hotel & Cottagesdi Jalan Bendungan Sigura-Gura Barat. Tarif per malam untuk Hotel Tidar mulai Rp329.000. dan untuk Ubud Hotel & Cottages mulai Rp250.000.

Beberapa tempat makan yang dekat dengan Candi Badut antara lain, Sweet Lucie’s Diner di Jalan Esberg (ke arah timur dari perempatan Indomaret Esberg) dan Gayageum Korean Barbeque di Jalan Puncak Esberg (ke arah barat dari perempatan Indomaret Esberg). Sesuai namanya, Gayageum Korean Barbeque menawarkan aneka makanan khas Korea. Sementara Sweet Lucie’s Diner menawarkan beragam makanan khas Western dengan suasana tempat makan yang lumayan Instagramable.
 

Tags : sejarah candi badut candi malang

Artikel ini ditulis oleh : Rayhan Aulia Prakoso


Berita Terkait

Food & Travel

Lava Bantal, Obyek Wisata Geoheritage di Sungai Opak Yogyakarta

Wisata edukatif batuan lava unik berbentuk seperti bantal di Jogja.

16 Apr 2021

Food & Travel

Sensasi Seru di Kebon TR, Makan Ditemani Kawanan Unggas

Suasana kulineran yang bersahabat dengan alam.

16 Apr 2021

Food & Travel

Jelajah Kota Tua, Blusukan di Jalan Dapuan Surabaya

Dulu kawasan ini difungsikan sebagai perkampungan suku jawa yang menetap di kota Surabaya.

15 Apr 2021

Kamu Mungkin Tertarik

Food & Travel

Cizz Cheesecake & Friends, Katanya Cheesecake Terenak di Bandung

Menjual berbagai cheesecake yang lumer di mulut dengan beragam rasa.

15 April 2021

Food & Travel

Liburan Komplet di Parimas Resto & Waterpark

Tidak hanya permainan air, pengunjung juga disuguhi pemandangan alam apik berlatar Gunung Penanggungan.

09 April 2021

Food & Travel

Gurih dan Sedapnya Lontong Mie di Surabaya

Tempat penjualan lontong mie yang populer ada di Depot Pangsit Mie Kayoon.

23 Maret 2021

Food & Travel

Ngopi dan Belajar di Sintesis Coffee & Space

Tempat untuk ngopi yang nyaman untuk baca buku, tugas atau bercengkerama.

09 April 2021

Food & Travel

Wisata Ziarah Makam KH. Ali Mas’ud

Sosok ulama yang sering menjadi rujukan para kiai di Jawa Timur.

23 Maret 2021

Terbaru

more

Lifestyle

Sitimang, Pusatnya Berburu Bermacam Rupa Keramik

Harganya ditentukan berdasarkan motif dan kualitas, bukan tinggi atau kecilnya barang tersebut.

17 April 2021

Food & Travel

Memandang Keindahan dari Cafe Pasir Angin Puncak

Mata dibuat terpikat oleh hamparan bukit dan pegunungan yang mengelilingi cafe.

17 April 2021

Food & Travel

Kedai TAPI, Kedai Kopi dengan Hidangan Daging Sapi Asap yang Lezat

Dagingnya memiliki tekstur lembut dan juice yang dihasilkan dari proses pengasapan selama 5-8 jam.

17 April 2021

Food & Travel

Berburu Kuliner di Purbalingga Food Center

Banyak berdiri tenda penjual makanan dan minuman yang berbaris rapih mengelilingi area ini.

17 April 2021

Food & Travel

Bipang Jangkar, Makanan Legendaris Yang Penuh Filosofi

Dari beras jadi berondong kemudian disatukan dengan adonan gula.

17 April 2021

Berita Video

more