Menilik Barbershop Tertua di Bandung, Soekarno Pernah Berkunjung

Lifestyle 11 Februari 2021

barbershop tertua bandung

Foto: galamedia/Nazmi Syahida


Bandung memiliki berbagai dstinasi bernilai sejarah tinggi. Seperti bangunan berupa museum, kuliner melegenda, hingga tempat pangkas rambut legendaris. Yup, inilah Barbershop Sawargi, berada di Jalan Saad No. 16, Kebon Pisang, Kecamatan Sumur Bandung, kota Bandung. 

Ketika mencoba mencari barbershop tersebut, nampak dari depan bangunan tidak seperti barbershop pada umumnya. Terlihat seperti rumah-rumah zaman dulu. Hanya saja, ditandai dengan plang dengan tulisan Barbershop Sawargi. 

Pemilik sekaligus pengelolanya saat ini ialah Risyad Erawan. Ia merupakan pemilik dari generasi ke-3. Pendiri awalnya ialah sang kakek, Ero Saefulloh. Pangkas rambut ini memiliki nilai sejarah dan perjalanan panjang, yakni berdiri dari tahun 1949.

Sudah 69 tahun berlalu, banyak tokoh penting menyambangi barbershop ini. Tak disangka, presiden pertama RI Soekarno Hatta, Jenderal Ahmad Yani, Jenderal Faisal Tanjung, bahkan Jenderal Ibrahim Adjie merupakan salah seorang sahabat karib kakeknya.

Foto: galamedia/Nazmi Syahida

Sekitar tahun 1953, barbershop mengalami perkembangan. Dulu, Ero Saefulloh dikabarkan sempat belajar dari seorang dokter berkebangsaan Jepang. Ero pun wafat di tahun 2003, dan selanjutnya barbershop dikelola oleh  anaknya bernama Ahmad Tosin. Sedangkan Risyad Erawan mulai mengelolanya di tahun 2000-an. 

Perjalanan barbershop ini sudah diketahui banyak orang. Pasalnya pengelola pertama senang sekali bercerita dan bertemu banyak orang. Suka duka telah dilalui. 

Diceritakan, Ero bukanlah warga Bandung asli. Sebelumnya sempat bermukim di Garut, hingga akhirnya merantau ke kota Bandung. Saat itu, di kampung halaman tengah dihadapkan konflik Darul Islam atau Tentara Islam Indonesia (DI TII) yang memaksa Ero untuk pindah ke Bandung.

Di Bandung, barbershop milik Ero tak hanya dikunjungi para tokoh pahlawan saja. Namun para penjajah dari bangsa Jepang dan Belanda turut datang untuk mencukur rambutnya di sini.  

Foto: galamedia/Nazmi Syahida

Banyak hal yang menjadikan Barbershop Sawargi bertahan hingga kini. Yakni, nuansa klasik yang dimiliki serta pelayanan yang bersifat kekeluargaan. Furnitur seperti penggunaan kursi yang terlihat klasik lantaran sudah tidak banyak dijumpai di tempat lain, bahkan sudah tidak ada produksinya lagi. Bahkan selebritis Aji Massaid pernah menawar ingin membelinya.  

Pelayanan kekeluargaan untuk kenyamanan konsumen merupakan salah satu prinsip dan amanat dari Ero. Pesan ini dijaga betul oleh penerusnya, meski yang datang tidak untuk bercukur melainkan hanya untuk saling sapa mengobrol dan minum kopi.

Pengunjung barbershop ini dari semua kalangan, seperti jajaran pejabat, pengusaha, aparat kepolisian, dan anak-anak muda pun silih ganti berdatangan. Tak dipungkiri, meski bergaya jadul, namun tetap mengikuti dan menghadirkan style rambut sesuai perkembangan zaman. 

Keunikan lain dari barbershop ini adalah penggunaan hair tonic buatan sendiri yang diwariskan oleh Ero. Banyak pelanggan membelinya secara terpisah, sebab tidak dijual dimanapun.  Untuk jasa pangkas rambut dihargai cukup terjangkau, mulai dari Rp35.000 sekali potong. 

Untuk mencapainya, jika datang dari arah pusat kota Bandung atau tepatnya dari Balai Kota Bandung belok kiri menuju jalan Merdeka, lalu belok kiri lagi menuju Jalan Lembong – Jalan Tamblong – Jalan Naripan. Setelah masuk ke Jalan Naripan, terakhir Jalan Saad, cukup kecil seperti gang yang muat satu mobil saja. Jaraknya kurang lebih 2 km menuju lokasi. 



Artikel ini ditulis oleh Nazmi Syahida

barbershop tertua bandung

Berita Terkait

Voucher Rekomendasi

Berita Video