PPKM Bali Diperpanjang, Begini Lenggangnya Suasana di Kuta

News 28 Januari 2021

pandemi kuta covid-19 bali ppkm

Foto: Brisik.id/Laksmi Mutiara Prameswari


Kuta bagaikan metropolitannya Bali. Berbagai kebutuhan wisatawan dapat ditemukan di seputaran jalanan di Kuta. Mulai dari hotel, hostel, mall, bar, kafe, restoran fast food, ruko, toko sovenir, hingga pantai. Tidak perlu jauh-jauh karena cukup berjalan kaki sebentar, Teman Brisik akan menjangkau semua tempat tersebut.

Maka tidak heran jika wisatawan sangat betah untuk sekadar staycation atau jalan-jalan keliling Kuta. Semua tempat dapat dijangkau karena letaknya yang strategis. Meski suasananya baik saat musim liburan atau hari-hari biasa sangat ramai dan macet, tidak menyurutkan niat wisatawan untuk tetap melimpir ke Kuta.


Foto: Brisik.id/Laksmi Mutiara Prameswari

Parkiran depan Pantai Kuta biasanya akan penuh dan wisatawan akan berbondong-bondong ke Mall Beachwalk. Kendaraan juga biasanya banyak yang berlalu lalang dan terparkir di kawasan Kuta Square. Gemerlap suasana Pantai Kuta saat ini ternyata hanya bisa dinikmati hanya sampai sekitar 10 bulan yang lalu.

Pandemi Covid-19 nyatanya telah mematikan suasana Kuta yang selama ini seakan-akan tidak pernah tidur. Saat ini, jika Teman Brisik melimpir ke daerah yang biasanya ramai oleh wisatawan, pasti akan cukup tercengang.

Bagaimana tidak? 

Sepanjang jalanan menuju Pantai Kuta sangat lenggang. Tidak ada lagi kemacetan yang biasa ditemukan. Beberapa gerai di Kuta Square juga sepi pengunjung. Jika berkunjung ke Pasar Seni Kuta, tampak hanya seperempatnya saja yang buka. Sisanya lebih memilih untuk menutup gerainya karena mengalami kebangkrutan. Setiap harinya, souvenir yang laku bisa dihitung dengan jari, bahkan sama sekali tidak ada yang berkunjung.


Foto: Brisik.id/Laksmi Mutiara Prameswari



Dampak PPKM Bali yang diperpanjang  

Setelah adanya himbauan terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali pada 11 hingga 25 Januari 2021, kini akhirnya harus kembali diperpanjang. Tentu yang paling terkena imbasnya adalah para pelaku usaha yang jam operasionalnya biasanya dimalam hari. 

Jika sebelumnya di Bali jam operasional dibatasi hingga jam 9 malam, kini harus dimajukan hingga jam 8 malam. Mau tidak mau, para pelaku usaha berupa toko maupun kuliner harus menutup gerainya sebelum jam 8 malam. Meski begitu, gerai berupa toko dan usaha kuliner di Kuta saat siang hari juga tidak begitu ramai. Hal ini dikarenakan masyarakat yang lebih banyak beraktivitas di tempat kerja.  


Foto: Brisik.id/Laksmi Mutiara Prameswari

Apalagi wisatawan yang harus berkunjung ke Bali harus melalui protokol kesehatan yang ketat. Berdasarkan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 02 Tahun 2021 tentang perpanjangan PPKM, ada poin yang perlu diperhatikan. Bagi pengunjung dengan transportasi udara dan laut wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR paling lama 2 x 24 jam sebelum keberangkatan atau hasil negatif uji rapid tes berbasis antigen paling lama 1 x 24 jam sebelum keberangkatan. Syarat lainnya untuk transportasi udara adalah wajib mengisi e-Hac Indonesia. Surat keterangan negatif ini berlaku selama empat belas hari sejak diterbitkan.

Kini, PPKM harus diperpanjang dari tanggal 26 Januari hingga 8 Februari 2021. Kafe, bar, dan mall seputar Kuta yang sebelumnya sudah mulai beroperasi kembali, mau tidak mau harus mengikuti himbauan pemerintah untuk menutup gerainya sebelum jam 8 malam.

Demi menekan angka penularan virus Covid-19, memang harus ada yang dikorbankan. Pariwisata Bali yang hampir kehabisan nafas harus mulai berbenah 
 
 
Artikel ini ditulis oleh Laksmi Mutiara Prameswari

pandemi kuta covid-19 bali ppkm

Berita Terkait

Voucher Rekomendasi

Berita Video