Gunung Kembang, Anak Gunung Sindoro yang Tak Kalah Indah

Food & Travel 23 November 2020

Wonosobo Gunungkembang Wisatawonosobo Wisata Pendaki Gunung Kebunteh

Foto: brisik.id/NurIsmiyanti


Bagi para pencinta alam, menaklukkan gunung hingga sampai ke puncak adalah kepuasan tersendiri. Bisa dibayangkan berapa banyak tenaga yang mesti dikeluarkan untuk mencapainya.

Di Jawa Tengah, ada banyak sekali gunung yang menarik untuk didaki. Selain Gunung Sindoro dan Sumbing, masih ada gunung lain seperti Kembang.

Meski tak setenar dua gunung kembar Sindoro dan Sumbing, puncak Gunung Kembang juga tak kalah indah. Gunung yang sering dianggap sebagai anak Sindoro ini memiliki banyak keistimewaan. Dianggap anak, karena ketinggiannya berada di bawah gunung di sekelilingnya.

Kurang lebih sekitar 2.320 mdpl, Gunung Kembang lebih rendah daripada Sindoro yang mencapai 3.136 mdpl. Meskipun tidak tinggi, namun para pendaki tidak boleh meremehkan medan dan jalurnya.

Foto: brisik.id/NurIsmiyanti

Sebagian besar jalur pendakian adalah tanjakan curam yang sulit untuk dilalui. Sebelum mencapai puncak, tanjakan-tanjakan tersebut seakan tidak ada habisnya. Salah satunya yang paling terkenal adalah tanjakan mesra.

Karena medan serta jalur yang harus dilalui terbilang sulit, sehingga gunung ini tidak cocok bagi pemula. Hampir di setiap jalur menuju puncak tidak ditemukan tanah datar.

Kebun teh adalah satu-satunya pemandangan yang bisa disaksikan saat memulai pendakian. Hijaunya hamparan kebun teh seperti tak berujung lantaran saking luasnya. Teh merupakan salah satu hasil dari perkebunan masyarakat Wonosobo.

Gunung yang terletak di Dusun Blembem Kaliurip, Desa Damarkasihan, Kecamatan Kretek, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah ini ternyata punya keunikan tersendiri. Konon katanya, setiap tahun Gunung Kembang selalu mengalami kenaikan.

Hal ini dikarenakan adanya aktivitas vulkanik pada gunung di dekatnya, yakni Sindoro. Di mana gunung yang masih aktif ini menumpahkan lava ke Gunung Kembang.

Foto: brisik.id/NurIsmiyanti

Gunung Kembang memiliki peraturan ketat yang harus dipatuhi jika tetap ingin mendakinya. Salah satunya adalah dilarang mendirikan tenda sebelum mencapai puncak. Berbeda dengan peraturan pendakian gunung pada umumnya yang melarang mendirikan tenda di puncak gunung.

Pasalnya beberapa pendaki mengaku sering mengalami hal mistis saat bermalam dengan mendirikan tenda di setiap pos Gunung Kembang. Tak perlu khawatir, puncak gunung ini berupa dataran luas yang siap menampung para pendaki.



Sesampainya di puncak, salah satu pemandangan yang terlihat di depan mata adalah Gunung Sindoro. Sehingga wajar saja jika gunung ini disebut-sebut sebagai anak Sindoro. Selain itu, ada penampakan cekungan kawah sejajar dengan Gunung Kembang.

Merupakan kawah mati yang memiliki nama Bhima Pengkok. Saat musim hujan, kawah ini akan terisi air bak sebuah danau.

Masih ada kendala lain yang perlu diperhatikan. Yaitu adanya babi hutan yang siap menyerang di malam hari. Babi hutan ini mencari makanan para pendaki begitu mencium aromanya. Maka dari itu, disarankan untuk menyimpan rapat-rapat sekaligus mengamankan setiap makanan supaya babi tidak menciumnya.

Foto: brisik.id/NurIsmiyanti

Selain diharuskan mendirikan tenda di puncak, membuang sampah sembarangan baik selama perjalanan atau saat berada di puncak adalah pelanggaran berat. Jika sampai hal itu terjadi, pengunjung akan didenda sebesar 1 juta rupiah untuk setiap sampah yang dibuang. Bahkan para pendaki diwajibkan mengambil kembali sampah yang sudah dibuang. 

Gunung Kembang buka selama 24 jam setiap hari. Sedikit saran, mulailah pendakian pada sore hari agar mencapai puncak pada malam hari.

Untuk mendaki gunung ini, hanya perlu membayar tiket sebesar Rp10.000 per orang. Sedangkan untuk parkir, cukup Rp2.000 saja. Biaya ini belum termasuk sewa peralata, terutama bagi yang tidak memilikinya.

Dari base camp, puncak Gunung Kembang dapat dicapai dalam waktu kurang lebih 5-7 jam. Jika dari Wonosobo, butuh perjalanan selama 26 menit atau sejauh 11 kilometer. Sementara jika dari Kota Temanggung, butuh perjalanan sekitar 31 kilometer menuju base camp. 

Bagi yang ingin beristirahat setelah lelah pulang mendaki, bisa menginap di hotel terdekat. Ada Backpacker’s Homestay yang siap melayani. Hotel beralamat di RW 1 Jlamprang, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah ini tarifnya cukup terjangkau, mulai dari 110 Ribu per malam.

Artikel ini ditulis oleh Nur Ismiyanti

Wonosobo Gunungkembang Wisatawonosobo Wisata Pendaki Gunung Kebunteh

Voucher Rekomendasi

Berita Video