Meski Sederhana, Warung Pinggir Sawah Pacet Hadirkan Wifi dan Panorama Memukau

Food & Travel 27 Oktober 2020

Foto: brisik.id/Akhmad Idris


Satu hal yang perlu diluruskan dalam dunia kuliner adalah harga yang mahal tidak selalu menjamin lidah bisa mengkhayal. Banyak tempat penyedia makanan yang tidak menguras isi dompet, tetapi justru mengundang napsu makan yang tak pernah habis. Satu di antaranya adalah deretan warung pinggir sawah yang terletak di kawasan Pacet, Mojokerto atau lebih tepatnya di area Dusun Petak.

Jika berangkat dari arah Krian, maka tinggal ditempuh lewat jalan lurus hingga tiba di area wisata Pacet Mini Park. Dari Pacet Mini Park, kurang lebih 10 KM ada jalan kecil beraspal ke arah kiri. Kemudian belok kiri mengikuti jalan dan beberapa ratus meter kemudian akan ditemui deretan warung tongkrongan pinggir sawah yang dapat memanjakan mata dan rasa.
 
Foto: brisik.id/Akhmad Idris

Warung Makan dengan Menu Khas Pedesaan
Deretan warung yang berjajar rapi di pinggiran sawah ini menjual beberapa jenis makanan khas desa dengan harga yang murah lengkap dengan minuman dan camilan (khusus camilan berganti-ganti sesuai dengan musim makanan).

Menu makanan yang ditawarkan seperti rujak, rawon, pecel, dan beberapa olahan khas sayur bening. Menu rujak yang berisi kangkung, lontong, taoge, mentimun, tahu, dan tempe dibanderol ‘hanya’ dengan harga lima ribu rupiah. Hebatnya lagi, rasanya tidak kalah dengan rujak-rujak yang dijual di perkotaan dengan harga puluhan ribu.

Selanjutnya, menu seperti rawon; pecel; dan sayur bening dibanderol dengan harga yang bervariasi ̶ bergantung lauk yang dipilih ̶ dengan kisaran harga mulai tujuh ribu rupiah hingga sepuluh ribu rupiah. Sementara untuk sajian minuman yang ditawarkan adalah teh hangat dengan harga seribu rupiah dan es dawet/wedang tape dengan harga dua ribu rupiah (untuk es dawet tidak selalu tersedia).

Camilan yang dijual juga bervariasi, seperti pisang goreng; menjos; tape goreng; tahu isi; ubi goreng; tahu petis; dan lain sebagainya yang dihargai ‘hanya’ seribu rupiah.
 
Foto: brisik.id/Akhmad Idris

Warung Kopi dengan Suasana Pegunungan dan Persawahan
Selain warung makan, di sini juga tersedia warung kopi. Warung kopi disediakan bagi mereka yang sedang tidak berkeinginan makan nasi atau sejenisnya, tetapi hanya ingin menikmati secangkir minuman hangat atau semangkuk mi instan versi kuah.

Menariknya, meskipun berada di wilayah pedesaan, warung-warung ini juga menyediakan akses wi-fi yang dapat dinikmati lewat membeli voucher murah meriah. Mulai dari harga seribu rupiah (1 jam unlimited) hingga lima ribu rupiah (24 jam unlimited).



Hal yang membuat warung kopi di sini berbeda dengan warung-warung kopi lainnya adalah pemandangan pegunungan dan persawahan yang disajikan. Jika warung kopi pada umumnya menyajikan suara lagu-lagu pop; rock; dangdut; dan sebagainya, maka warung kopi pinggir sawah menyajikan suara-suara natural dari burung dan hempasan lembut angin yang lalu lalang.


Foto: brisik.id/Akhmad Idris

Menikmati Makanan Sembari Menatap Kegagahan Gunung Welirang
Hal terakhir yang membuat agenda menghabiskan waktu di warung-warung ini sangat menyenangkan adalah potret kegagahan Gunung Welirang dengan jarak yang cukup dekat. Makanan dan minuman yang disantap menjadi terasa lebih nikmat karena dikelilingi oleh udara dengan tingkat polusi rendah dan warna hijau pepohonan Gunung Welirang.

Nasihat bijak memang benar, makanan bisa saja di antar ke manapun ̶ apalagi kini kecanggihan teknologi telah mempermudah segalanya ̶ tetapi tak ada satupun yang bisa mengantarkan suasana sebab suasana hanya bisa dicari dan ditemui.

Penasaran dengan sensasi warung pinggir sawah dan kegagahan Gunung Welirang? Silakan mencoba!

Artikel ini ditulis oleh Akhmad Idris

Berita Terkait

Berita Video