Keindahan Motif Kain Kerawang Gayo Dari Aceh

Lifestyle 13 Agustus 2020

aceh gayo kain

Foto: brisik.id


Dikenal menjadi salah satu provinsi dengan status istimewa, Aceh sejatinya memiliki banyak potensi. Salah satunya datang dari suku Gayo di Kabupaten Aceh Tengah.

Berada dalam kawasan Dataran Tinggi Gayo (DTG), kabupaten yang satu ini memiliki daya pikatnya sendiri. Selain kopi arabika yang menjadi komoditas populer, kawasan ini juga terkenal dengan kain khasnya.

Adalah Kerawang Gayo yang bisa dibilang merupakan motif batik yang berasal dari suku Gayo. Motifnya pun telah ditetapkan menjadi salah satu Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Balutan kesan kontras yang ada pada motifnya membuat Kerawang Gayo punya nilai tersendiri. Umumnya, kain khas ini menggunakan warna hitam sebagai warna dasar kain.

Makna Masing-masing Warna
Kain hitam tersebut kemudian akan dihiasi dengan motif yang memadukan warna merah, hijau, kuning, dan putih. Adapun, penggunaan warna-warna ini memiliki makna masing-masing.

Hitam misalnya, dalam Kerawang Gayo, warna ini merujuk pada tanah sebagai dasar. Sementara merah merupakan petuah adat, kuning melambangkan raja, putih sebagai petinggi agama, dan hijau merepresentasikan rakyat.

kerawang gayo

Awalnya, kain khas ini identik sebagai kain ukiran yang biasanya hanya digunakan di kegiatan adat istiadat saja. Motif kain ini biasanya terlihat di acara-acara pernikahan, baju adat, hingga kostum tarian.

Selain padu-padan warna, kain Kerawang Gayo sendiri memiliki ragam jenis motif. Sebut saja motif dengan nama-nama: emun beriring, peger, tapak sleman, dan masih banyak lagi.

Perpaduan warna dan ragam jenis motif ini dibentuk dari hasil pengamatan terhadap kekayaan alam tanah Gayo. Pembentukannya pun awalnya dilakukan dengan mengukir secara manual di atas kain.

Namun seiring waktu dan perkembangannya, motif dari Kerawang Gayo mulai dikreasikan ke dalam berbagai bentuk. Tak hanya kain, melainkan juga aksesori busana lainnya, seperti peci, baju, tas, syal, hijab, rok, hingga selendang.



Diversifikasi tersebut pun turut berlanjut pada sisi pemilihan warna. Motifnya pun tak lagi didominasi lagi oleh warna-warna yang menjadi identitasnya selama ini, melainkan juga mulai memasukan ragam warna lainnya.

kerawang gayo

Oleh karena itu, tak mengherankan lagi jika menjumpai motif kain khas Gayo ini dengan tambahan warna-warna seperti merah muda, ungu, biru, hingga emas. Hal ini juga yang dinilai mampu mendorong geliat eksistensinya di Aceh.

Alhasil, tak hanya kopi arabika, Kabupaten Aceh Tengah turut melampirkan Kerawang Gayo dalam produk oleh-oleh khas dari Tanah Gayo. Langkah ini juga turut dibuktikan oleh banyaknya UMKM dan pengrajin yang mulai tumbuh.

Lantas, berapakah uang yang harus disiapkan untuk membeli Kerawang Gayo? Nah, harga yang dipatok untuk produk Kerawang Gayo sendiri bergantung dari model motif dan bahan kainnya.

Motif yang sangat detail dan teknik manual yang masih digunakan pengrajin untuk mengukir suvenir ini membuat harga kain ini beragam. Adapun, harga Kerawang Gayo berkisar mulai dari Rp20 ribu, namun bisa mencapai Rp10 juta.

Ditambah lagi, untuk membuat satu karya bisa memakan waktu yang cukup lama. Salah satunya, kain "ulen-ulen" yang merupakan kain kebesaran suku Gayo bisa memakan waktu pengerjaan 1-2 bulan.

Di Aceh sendiri untuk mendapatkan Kerawang Gayo hampir di hampir semua toko souvenir di Aceh. Namun, jika ingin puas berbelanja, bisa mengunjungi salah satu sentra produksinya yang berada di Kampung Bebesen, Aceh Tengah.

Setidaknya, ada puluhan toko yang secara khusus menjual Kerawang Gayo. Lokasinya sendiri cukup strategis, hanya berjarak ± 500 m dari Jalan Raya Simpang Empat Takengon.

Beragam motif dan jenis kain Kerawang Gayo hampir pasti bisa dijumpai di kampung ini. Selain itu, pengunjung juga bisa belajar bagaimana membuat kain khas tersebut bersama pengrajin di sana.
Artikel ini ditulis oleh Reny Fharina Gayo

aceh gayo kain

Berita Terkait

Berita Video