Jejak Sejarah Dato Tiro di Permandian Sumur Panjang Hila-Hila

Food & Travel 23 Mei 2020

bulukamba datotiro masjid panjang sumur wisata

Foto: Instagram/@adamazizi


Bulukumba selain dikenal dengan deretan pasir putihnya juga memiliki sumber mata air yang jernih dari pegunungan. Masyarakat kampung Hila-hila, Kelurahan Eka Tiro, Kecamatan Bontotiro, Bulukumba, Sulawesi Selatan memberinya julukan sumur panjang Hila-Hila. Berbentuk mirip sungai, namum dibuat kolam untuk menampung sumber air tersebut.

Diketahui sumur panjang yang berada di pinggir jalan tersebut konon dibuat oleh goresan tongkat ke tanah oleh Dato' Tiro yang memiliki kesaktian pada abad ke-17. Dato' Tiro atau Abdul Djawad ialah salah seorang tokoh penting penyebar agama islam di Sulawesi Selatan.

Dato' Tiro yang menguasai ilmu tasawuf atau sufisme menyebarkan islam ke Bulukumba lantaran pada masa itu banyak masyarakat setempat percaya akan hal-hal yang berbau sihir dan kebatinan. Jejak Dato' Tiro kini diabadikan namanya di Masjid Islamic Center Dato' Tiro di Kabupaten Bulukumba.

sumur panjang hila hila
Foto: brisik.id

Pemandian Panjang Hila-Hila akan dipadati pengunjung setiap akhir pekan. Beragam maksud dan tujuan masyarakat mengunjungi tempat ini. Ada yang sekedar berlibur bersama keluarga, ingin mengobati penyakit medis atau non medis, telah memiliki nazar atau niat yang terkabulkan, serta berkunjung sebagai bentuk kesyukuran selepas panen atau pesta pernikahan.

Biasanya para wisatawan sudah membawa bakal makanan untuk disantap bersama kemudian mandi menikmati kesejukan dan kesegaran air. Masyarakat ada yang mempercayai bahwa air jernih nan bening ini diduga muncul dari celah batu, bukan berasal dari pasir putih di dasar sumur.

Bagi pengunjung yang tak membawa bekal tak perlu khawatir, di sekitaran lokasi permandian banyak berdiri berbagai kedai yang menjual kudapan khas Bulukumba dengan banderol harga mulai dari 10ribu sampai 15ribu rupiah.

sumur panjang hila hila
Foto: sriwahyuni017.blogspot.com

Pengunjung juga dapat berenang dengan menyewa ban kecil dengan biaya sewa 5ribu, dan untuk ukuran sedang 10ribu rupiah. Ada juga terapi ikan kecil yang lokasinya di sekitaran sumur. Terapi ikan diyakini mampu mengobati berbagai penyakit. Cukup dengan duduk di tepian kolam, lalu memasukkan kedua kaki ke dalam air, maka sekawanan ikan kecil akan mendekati dan menyelimuti area kaki. Sensasi geli dan relaksasi gigitan ikan kecil terasa hingga ke sekujur kaki.

Selain wisata religi ke makam Datuk Tiro, di sekitaran wilayah ini juga banyak terdapat destinasi menarik lainnya seperti Pantai Samboang, Mandala Ria, Pantai Ujung, Appalaralang, Titik Nol, serta Pantai Panrang Luhu.

Untuk mengakses semua lokasi wisata di Bulukumba, terutama bagi wisatawan yang datang dari luar Sulawesi Selatan, harus menempuh perjalanan sekitar empat sampai lima jam dari Bandara Sultan Hasanuddin atau Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar.

phinisi hostel
Foto: agoda.com

Sayangnya belum tersedia banyak pennginapan dekat dengan Sumur Panjang Hila-Hila. Penginapan terdekat sekitar 17 kilometer jaraknya menuju lokasi sumur. Salah satunya adalah Phinisi Hostel Bira.

Penginapan ini beralamat di Jalan Pantai Panrang Luhu, Bira, Sulawesi Selatan. Fasilitas yang ditawarkan di setiap kamar seperti AC, WiFi gratis, handuk, dan shower.

Harga menginap per malam mulai dari Rp200.000. Informasi lebih lanjut hubungi 0815-4331-2960.

Artikel ini ditulis oleh Syarief Kate - Bone

bulukamba datotiro masjid panjang sumur wisata

Berita Video