Tren Penggunaan Sarung Batik

Lifestyle 21 Mei 2020

sarung batik

Foto: facebook.com/largurdastore


Sebagai busana yang sering dipakai saat beribadah, sarung menjadi sangat populer di kalangan umat Islam di Indonesia. Apalagi di kalangan santri, gaya busana ini tidak hanya melekat saat beribadah namun terus dipakai setiap saat.

Kini penggunaan sarung makin populer di semua kalangan masyarakat. Penggunaan materialnya pun mulai beragam, tidak hanya kain biasa saja tapi juga termasuk batik tulis.

Sebagai salah satu warisan budaya yang mendunia, batik tulis terkenal dengan harganya yang mahal karena pembuatan cenderung rumit dan waktu yang cukup lama.

Di Solo, Jawa Tengah, kini ada tren sarung batik tulis yang harganya ramah di kantong. Inilah Sarung Batik Lar Gurda, sebuah merek batik yang dibuat sesuai pakem dan tradisi yang diturunkan oleh para sesepuh pakar batik dari Solo.

Produk unggulan sarung batik yang sudah terjamin kualitas dan keunikannya ini kini sedang tren dan sangat diminati. Tradisi membuat batik tulis diwariskan secara turun-temurun dan coraknya bisa mudah dikenali.

batik

Sumber foto:facebook.com/largurdastore

Lar Gurda juga mengombinasikan batik tulis dengan batik cap. Ada banyak motif dari sarung batik tulis seperti parangkusumo, kawung, truntung, namun saat ini sarung yang paling laris adalah motif jenis Lar Gurda dengan dasar hitam dan batik yang tidak terlalu banyak.

Cara pemakaian sarung ini pun tergolong unik. Bagi orang Jawa penggunaannya harus berdasarkan pakem motif batik itu sendiri.

Harga sarung batik tergolong ramah di kantong yang dibanderol mulai sekitar Rp130 ribu hingga jutaan yang dibedakan melalui kerumitan motif dan prosesnya.

batik
Sumber foto:facebook.com/largurdastore

Cara perawatannya juga mudah, dicuci menggunakan sabun lerak yang masih tradisional atau yang kalau mau lebih mudah bisa menggunakan shampo.

Tak hanya warga Indonesia yang menggemarinya, pengiriman sarung batik ini sudah sampai ke mancanegara.

sarung batik

Berita Video