Puncak Matantimali Sebagai Lokasi Paralayang Terbaik di Indonesia

Food & Travel 23 Mei 2020

sigi sulawesi paralayang puncak

Foto: sigikab.go.id


Salah satu lokasi paralayang terbaik di Indonesia berada di Sulawesi Tengah. Hal ini terbukti dengan sering dipilihnya tempat ini sebagai arena lomba paralayang baik tingkat nasional maupun tingkat internasional.

Paralayang Wayu atau lebih dikenal dengan sebutan Puncak Matantimali berada sekitar 2 km dari Desa Wayu, Marawola Barat, Kabupaten Sigi. Sedangkan Matantimali merupakan sebuah desa di atas Pegunungan Verbek yang berada di sisi kiri puncak Gunung Gawalise, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Sigi. Puncak ini berada di ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut. Jalur menuju puncak ini melalui Desa Porame. Jika kita berangkat di atas pukul 18.00, gemerlap lampu-lampu kota mulai terlihat di awal penanjakan menuju Desa Porame.

Tempat ini letaknya sangat dekat dengan pusat Kota Palu. Hanya butuh waktu kurang lebih 1 jam atau sekitar 30 km untuk menempuh perjalanan dari Bandar Udara Sis Aldjufri. Dari Palu, kita bisa langsung menyaksikan Puncak Matantimali yang biasanya diselimuti awan.

Keunggulan Lokasi
Di puncak ini angin bertiup kencang setiap saat. Hal ini menyebabkan turbulensi yang tentunya sangat mendukung aktivitas paralayang. Dengan begitu, paralayang dapat di gelar di setiap musim di sini. Berbeda dengan lokasi take off paralayang lain yang ada di Indonesia yang hanya layak terbang setiap 4-6 bulan saja dalam setahun.

Selain itu, puncak ini sangat mudah dijangkau. Meskipun kondisi jalan sempit, berkelok dan sedikit rusak namun dapat ditempuh dengan mudah menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat tanpa harus berjalan kaki ataupun mendaki untuk mencapai puncaknya. Lokasi ini merupakan satu-satunya lokasi paralayang di Indonesia yang dapat dijangkau dengan kendaraan hingga pada titik take off. Satu lagi keunggulan Matantimali dibanding tempat lain.

Pemandangan yang Disajikan
Puncak ini juga menyajikan pemandangan yang menakjubkan di setiap sisinya. Di bagian utara kita akan disuguhi pemukiman padat dengan garis Teluk Palu. Sebagian wilayah pantai barat Kabupaten Donggala terlihat jelas dari sisi ini. Di bagian timur juga tak kalah indah. Kita bisa menyaksikan keseluruhan Kabupaten Sigi secara utuh, lengkap dengan sungai panjang yang berkelok-kelok. Di malam hari, di dua sisi ini berubah menjadi gemerlap lampu-lampu kota yang terhampar luas seperti lautan bintang. Sedangkan di bagian selatan dan barat, kita disuguhkan deretan pegunungan hijau lengkap dengan pohon pinus.

Matantimali

Bagi penikmat sunrise dan sunset, Anda dapat menikmati keduanya di sini. Menjelang pagi matahari terbit dari balik gunung dan ketika senja, kawasan puncak gunung akan terlihat berwarna kuning keemasan. Matantimali juga sering disebut sebagai negeri di atas awan. Jika musim hujan, balutan kabut menutupi area sekitar sehingga terlihat seperti sedang berada di atas awan.

Matantimali

Selain sebagai arena paralayang, Matantimali juga sering digunakan sebagai area camping oleh wisatawan yang ingin menginap. Pengunjung yang menginap biasanya ramai pada akhir pekan. Ratusan tenda memenuhi seluruh kawasan ini.

Matantimali

Namun pengunjung yang tidak menginap, mereka datang hanya sekedar untuk mengambil foto dan melepas penat bagi pekerja. Apalagi tampilan spot wisata ini kini telah berbeda pasca gempa dan tsunami. Pemerintah mulai melakukan pembangunan infrastruktur seperti loket tiket masuk, parkiran, gazebo, penerangan, toilet, dan penataan lainnya yang pastinya menambah keindahan tampilannya.

Bagi pencinta olahraga paralayang, tempat ini sangat direkomendasikan. Dijamin Anda akan merasakan sensasi terbang dengan panorama yang tidak kalah dengan tempat-tempat lainnya. Anda tidak perlu khawatir dengan keamanannya karena akan dipandu oleh instruktur-instruktur profesional yang telah memiliki sertifikasi dan pastinya perlengkapan yang digunakan sudah memenuhi standar internasional. Bagi yang belum pernah mencoba olahraga paralayang atau belum memiliki izin terbang, Anda akan terbang bersama instruktur.

Berapa biaya yang dibutuhkan untuk mencoba paralayang di sini? Paket dasarnya dimulai dari harga Rp350.000 hingga paket night safari seharga Rp600.000.

Sedangkan tarif untuk dapat memasuki area paralayang ini, cukup membayar tiket seharga Rp3.500 per orang, Rp5.000 untuk parkir kendaraan roda dua, dan Rp10.000 untuk roda empat. Bagi pengunjung yang tidak membawa peralatan perkemahan, di sini juga menyediakan tempat penyewaan peralatan perkemahan. Tarif untuk berkemah di sini adalah Rp10.000 per tenda.

Artikel ini ditulis oleh Mirna A. Tolla - Palu

sigi sulawesi paralayang puncak

Berita Video