Cara Kedai Kopi Tetap Berjalan di Masa Pandemi

News 03 Mei 2020

online literan kopi kedai

Foto: tokopedia.com


Di masa pandemik Covid-19 dan PSBB di ibukota, kedai kopi bernasib sama seperti bisnis kuliner lainnya yakni kehilangan pengunjung. Mereka harus memutar otak bagaimana agar bisnisnya tetap berjalan.

Salah satunya adalah melayani pesan antar kopi yang dijual dalam kemasan botol 1 liter di toko online. Pesanan akan diantar oleh ojek online.

kopi

Sumber foto:tokopedia.com

Menurut pendiri Kopi Tuku, Andanu Prasetyo, taktik penjualan seperti ini membantu agar kedai tetap beroperasi. Namun menjual minuman kopi secara online, hasilnya tak sama jika dibandingkan situasi normal dimana kedai ramai dengan pengunjung. Tapi setidaknya cukup untuk menopang bisnis agar tidak turun drastis.

Karakteristik kopi yang tidak dapat bertahan lebih dari satu bulan, membuat pemilik kedai juga mengurangi stok biji kopi. Selain agar tak banyak biji kopi yang terbuang, hal ini juga dapat menjaga kualitas kopi dalam kemasan.

Kopi literan dibanderol dengan harga Rp60 ribu - Rp100 ribu per botol, dan dijual di berbagai platform belanja online dan aplikasi ojek online.

Menurut salah seorang konsumen, beli kopi secara literan lewat online secara hitung-hitungan lebih hemat ketimbang harus datang ke kedai. Belum lagi banyak kedai yang terpaksa ditutup karena mengikuti aturan PSBB. Selain itu beli kopi literan juga lebih ringkas karena kopinya bisa disimpan di kulkas. Jika ingin diminum, tinggal dikeluarkan lagi dari kulkas.

Inovasi seperti bisnis kopi literan bisa menjadi salah satu alternatif untuk bangkit di tengah krisis ekonomi. Bisnis harus tetap beroperasi agar pegawai dapat bekerja dan biaya operasional tetap dapat dibayar.

online literan kopi kedai

Berita Video