Ronde Titoni 1948, Kudapan Nikmat yang Membuat Tubuh Sehat

Food & Travel 09 April 2020

malang titoni ronde kuliner

Foto: brisik.id


Covid-19 telah membuat banyak manusia di seluruh pelosok dunia melakukan berbagai cara untuk membuat tubuh lebih siap agar memenangkan duel dengan si virus. Cara yang dilakukan oleh manusia bervariasi, mulai dari melakukan olahraga setiap pagi hingga mengonsumsi makanan yang dipercaya dapat meningkatkan ketahanan diri.

Nah salah satu kudapan menyehatkan dan membuat tubuh bugar adalah Ronde Titoni 1948. Terletak di Jalan Zainul Arifin nomor 17, Kecamatan Klojen, Kota Malang, rasa ronde ini terkenal nikmat dan dipercaya membuat tubuh sehat.

Kandungan Jahe di dalam Ronde yang Membuat Tubuh Sehat
Diketahui dalam sebuah penelitian, telah menemukan bahwa jahe dapat menangkal infeksi virus RSV yang menyerang saluran pernapasan. Penelitian lain juga menyebutkan bahwa jahe berpotensi untuk mencegah infeksi bakteri yang resisten terhadap obat.

ronde titoni 1948
Foto: brisik.id

Melihat manfaat jahe yang sangat istimewa tersebut, tak ada salahnya jika memilih Ronde Titoni sebagai salah satu jajaran makanan yang perlu dicoba untuk menjaga ketahanan tubuh.

Kandungan jahe di dalam wedang Ronde Titoni ada di dalam kuahnya yang disajikan bersama butiran kacang, pati (semacam jelly berwarna merah muda dan berbentuk kotak), dan ronde (adonan tepung beras berbentuk bola. Ada ronde kecil dan ronde besar. Ronde besar berisi kacang tanah yang telah dilembutkan, sedangkan ronde kecil tidak diberi isian.

Ronde Titoni disajikan dengan kuah jahe yang masih hangat, sehingga sangat cocok dinikmati saat cuaca sedang dingin. Efek psikologis yang dihasilkan dari rasa hangat membuat hati lebih bersemangat, sehingga kondisi tubuh yang pada mulanya lemas bisa berangsur pulih.

Kuah jahe Ronde Titoni memang terasa manis, hangat, dan pedas; namun perpaduan kekenyalan ronde yang pas, isian kacang tanah yang tidak pahit, dan rasa pati yang kenyal dan manis membuat jahenya tidak terlalu menusuk di tenggorokan.

Jam buka Ronde Titoni ini hanya sebentar, yakni mulai pukul 18.00 hingga 00.00. Seringnya belum pukul 00.00, ronde sudah habis tak bersisa.

Bapak Sugeng, selaku pemilik warung menuturkan bahwa pelanggan rondenya tidak hanya dari masyarakat lokal saja, tetapi juga dari luar kota hingga mancanegara Korea, Cina, Jerman hingga Belanda.

Menu Ronde Titoni memang bervariasi; mulai dari ronde kering, basah, campur, hingga angsle. Harga yang dipatok juga tidak terlalu mahal, mulai dari empat ribu rupiah hingga dua belas ribu rupiah saja.

Faktor penting lainnya yang membuat Ronde Titoni memiliki banyak pelanggan adalah karena Ronde Titoni telah ada sejak tahun 1948.

ronde titoni 1948
Foto: brisik.id

Sejarah Ronde Titoni 1948
Cita rasa yang khas dari Ronde Titoni diperoleh Bapak Sugeng dari almarhum sang Ayah, Bapak Abdul Hadi. Resep turun-temurun tersebut telah menjadi rahasia keluarga.

Almarhum Bapak Abdul Hadi mengawali usaha ronde di tahun 1948 dengan cara dipikul dan berkeliling di kawasan Jalan Pasar Besar, Malang. Makanya, ronde dinamai ‘1948’ karena telah ada sejak tahun 1948.

Seiring berjalannya waktu, di tahun 1985 Pak Sugeng mulai membantu usaha sang ayah. Ronde yang mulanya dipikul, kini berganti menjadi sebuah gerobak dorong. Sugeng sering mangkal di dekat toko jam bernama ‘Titoni’. Sejak saat itu, pelanggan ronde Sugeng menyebutnya ‘Ronde Titoni’.

Memang benar urusan rasa, lidah tak pernah bohong. Kenikmatan Ronde Titoni telah menyebar secara luas dari mulut ke mulut. Akhirnya, di tahun 1988 Sugeng secara permanen menempati Jalan Zainul Arifin Nomor 17, Kecamatan Klojen, Kota Malang hingga saat ini.

Artikel ini ditulis oleh Akhmad Idris - Surabaya

malang titoni ronde kuliner

Berita Video